UNIFLORUNIFLOR

Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran SejarahSajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah

Setelah Belanda menguasai Nage, sistem pemerintahan berubah mengikuti kebijakan Belanda yang membentuk sistem baru bernama Zelfbestuurende Landschap yang dipimpin oleh Bestuurder yang merupakan Raja. Struktur kepemimpinan di bawah raja terdiri dari Hamente yang ditunjuk oleh Belanda dan Kepala Desa yang ditunjuk oleh Hamente, berasal dari kalangan aristokrat dari wilayah swapraja. Wilayah swapraja adalah wilayah yang memiliki otonomi yang diakui oleh Belanda selama kolonialisme. Status wilayah ini menyatakan bahwa wilayah tersebut dipimpin oleh pemimpin lokal yang berhak mengatur urusan administratif, hukum, dan budaya internal. Pada periode 1912-1917, Belanda membentuk 6 Landschap Bestuur di wilayah Ngada, salah satunya adalah Nage yang dipimpin oleh Roga Ngole. Landschap Bestuur Nage merupakan inti dari penelitian ini, di mana Nage pada pemerintahan Roga Ngole mengalami perubahan signifikan, baik dalam sistem sosial yang lebih terorganisir dengan satu pemimpin, yaitu Raja yang dibentuk oleh Belanda, sehingga semua hal terkait sistem hukum adat dan kejadian di kerajaan dapat diatur oleh Raja. Struktur pemerintahan baru yang diterapkan oleh Belanda, yaitu Raja yang didampingi oleh Kepala Hamente/Kepala Mere, Kepala Desa yang ditunjuk oleh Hamente, dan Opas yang menjadi tangan Raja.

Pemerintahan Raja Oga Ngole di Kerajaan Nage pada masa 1918-1928 mencerminkan perubahan struktural akibat kolonialisme Belanda.Sistem pemerintahan yang terstruktur dengan peran Raja, Hamente, dan Kepala Desa menjadi dasar pengelolaan wilayah.Perubahan ini juga berdampak pada masyarakat Nage, termasuk pergeseran sistem hukum adat dan peran agama Katolik.Penelitian ini menunjukkan pentingnya memahami dinamika sejarah kerajaan untuk memahami pergeseran struktur sosial dan politik di Nage.

1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang sistem Zelfbestuur terhadap struktur sosial masyarakat Nage setelah era kolonial. 2. Studi tentang peran agama Katolik dalam transformasi budaya dan kekuasaan lokal selama pemerintahan Raja Oga Ngole dapat dikembangkan lebih lanjut. 3. Analisis perbandingan antara sistem pemerintahan Nage dengan kerajaan lain di NTT selama masa kolonial Belanda dapat memberikan wawasan baru tentang kebijakan kolonial dan adaptasi lokal.

Read online
File size423.79 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test