UNJAUNJA

Lintang AksaraLintang Aksara

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam cerita rakyat Putri Pinang Masak karya Mahyudin Al Mudra dan Tuti Sumarningsih, serta menganalisis relevansinya terhadap pembentukan karakter generasi muda di era modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi (content analysis) yang difokuskan pada penggalian makna, simbol, dan pesan moral dalam teks sastra. Data primer penelitian berupa teks cerita rakyat Putri Pinang Masak, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku teori sastra, literatur pendidikan karakter, artikel jurnal ilmiah, serta dokumen resmi Kemendikbudristek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita Putri Pinang Masak memuat lima nilai utama pendidikan karakter, yaitu cinta tanah air dan semangat kebangsaan, kesetiaan dan bakti kepada orang tua, keberanian, kebijaksanaan, serta tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut tidak hanya menggambarkan karakter tokoh dan alur cerita, tetapi juga memiliki relevansi kuat dengan delapan belas nilai karakter bangsa dan tujuan pembelajaran sastra dalam Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menegaskan bahwa cerita rakyat Putri Pinang Masak berpotensi besar digunakan sebagai media pembelajaran karakter yang kontekstual dan menyenangkan, sekaligus memperkuat identitas budaya lokal dalam upaya membentuk peserta didik yang berakhlak, berintegritas, dan berkepribadian luhur.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat Putri Pinang Masak karya Mahyudin Al Mudra dan Tuti Sumarningsih mengandung lima nilai utama pendidikan karakter, yaitu cinta tanah air dan semangat kebangsaan, kesetiaan dan bakti kepada orang tua, keberanian, kebijaksanaan, serta tanggung jawab.Kelima nilai tersebut tercermin melalui tindakan tokoh, alur, dan penyelesaian konflik yang menggambarkan keutamaan moral dan kearifan lokal masyarakat Melayu Jambi.Nilai-nilai yang ditemukan memiliki relevansi tinggi dengan delapan belas nilai karakter bangsa yang ditetapkan oleh Kemendikbudristek serta sejalan dengan tujuan Kurikulum Merdeka dan penguatan Profil Pelajar Pancasila.Cerita ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan karakter yang efektif dan kontekstual dalam pembelajaran sastra di sekolah.Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian sastra daerah sebagai sumber belajar yang mampu menanamkan nilai moral, memperkuat identitas budaya, dan membentuk karakter peserta didik yang berakhlak, cerdas, dan berkepribadian luhur.Keterbatasan penelitian ini terletak pada fokus analisis yang hanya mencakup satu cerita rakyat, sehingga penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji perbandingan nilai karakter pada berbagai cerita rakyat dari daerah lain guna memperluas pemahaman tentang nilai-nilai pendidikan karakter berbasis budaya lokal di Indonesia.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lanjutan yang berfokus pada perbandingan nilai-nilai pendidikan karakter dalam berbagai cerita rakyat dari daerah yang berbeda di Indonesia. Studi ini dapat mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai karakter yang terkandung dalam cerita rakyat dapat bervariasi tergantung pada konteks budaya dan sosial masing-masing daerah. Selain itu, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi potensi cerita rakyat sebagai media pembelajaran karakter yang kontekstual dan menyenangkan, serta bagaimana cerita rakyat dapat digunakan untuk memperkuat identitas budaya lokal dan menumbuhkan kebanggaan terhadap warisan leluhur. Dengan demikian, studi ini dapat memberikan kontribusi lebih lanjut dalam pengembangan pendidikan karakter yang relevan dan efektif di Indonesia.

  1. SYMBOLISM AND METAPHORS IN DIAN PURNOMO'S NOVEL 'PEREMPUAN YANG MENANGIS KEPADA BULAN HITAM'... doi.org/10.22515/ljbs.v10i1.11658SYMBOLISM AND METAPHORS IN DIAN PURNOMOS NOVEL PEREMPUAN YANG MENANGIS KEPADA BULAN HITAM doi 10 22515 ljbs v10i1 11658
Read online
File size738.19 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test