IAINGAWIIAINGAWI

Aflah Consilia: Jurnal Bimbingan dan KonselingAflah Consilia: Jurnal Bimbingan dan Konseling

Perbedaan pandangan antara orang tua dan remaja mengenai masa depan sering memicu konflik, khususnya saat orang tua memaksa anak untuk melanjutkan pendidikan formal, sementara remaja memiliki keinginan lain seperti bekerja atau menikah. Konflik ini mencerminkan ketegangan antara harapan eksternal dan aspirasi pribadi, yang berdampak pada kondisi psikologis dan kemampuan remaja dalam mengambil keputusan. Penelitian ini penting dilakukan karena isu tersebut masih jarang ditelaah secara mendalam, padahal kerap terjadi dalam kehidupan remaja. Dengan pendekatan kualitatif metode studi kasus, subjek penelitian adalah siswa SMA kelas XII yang mengalami tekanan dalam menentukan pilihan pasca kelulusan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa remaja mengalami tekanan emosional, kebingungan identitas, dan perasaan terpaksa mengikuti kehendak orang tua. Strategi yang digunakan bervariasi, mulai dari patuh diam-diam hingga melakukan negosiasi. Penelitian ini menegaskan pentingnya ruang dialog antara orang tua dan anak serta peran konselor sekolah sebagai mediator dalam mendukung remaja mengenali potensi diri dan mengambil keputusan yang bermakna bagi masa depannya.

Penelitian ini menunjukkan bahwa konflik internal remaja terhadap pilihan pendidikan lanjutan yang tidak sejalan dengan harapan orang tua merupakan hasil dari interaksi kompleks antara keterbatasan komunikasi emosional, tekanan sosial budaya, dan dinamika psikologis dalam proses pencarian identitas.Ketidakhadiran fisik orang tua yang bekerja jauh, serta dominasi narasi sosial mengenai pendidikan tinggi sebagai satu-satunya jalur sukses, memperkuat tekanan terhadap remaja untuk mematuhi kehendak orang tua.Namun, remaja juga menunjukkan kapasitas adaptif dan strategi kompromi dalam menavigasi konflik ini.Temuan ini berkontribusi terhadap pengembangan keilmuan Bimbingan dan Konseling Islam dengan menyoroti pentingnya pendekatan yang empatik dan kontekstual dalam mendampingi remaja menghadapi dilema hidup mereka, serta perlunya peran aktif konselor dalam memfasilitasi dialog antara anak dan orang tua.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak penggunaan teknologi komunikasi jarak jauh (seperti video call) dalam memperkuat hubungan emosional antara orang tua dan anak remaja, terutama dalam konteks long-distance parenting. Selain itu, penting untuk mengkaji perbedaan budaya dalam persepsi tentang kesuksesan dan pendidikan, khususnya di daerah dengan tingkat ekonomi berbeda, agar strategi bimbingan konseling lebih inklusif. Penelitian juga bisa mengeksplorasi peran sekolah dalam memberikan pelatihan keterampilan manajemen emosi dan pengambilan keputusan untuk membantu remaja menghadapi tekanan eksternal dan internal. Ketiga saran ini bertujuan untuk mengembangkan pendekatan bimbingan yang lebih kontekstual, memperluas pemahaman tentang dinamika keluarga modern, dan meningkatkan kesiapan remaja dalam menghadapi tantangan hidup.

Read online
File size282.18 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test