IAINGAWIIAINGAWI

Aflah Consilia: Jurnal Bimbingan dan KonselingAflah Consilia: Jurnal Bimbingan dan Konseling

Peran utama guru bimbingan dan konseling diharapkan mampu mengatasi kekerasan seksual di sekolah menengah atas. Salah satu fungsi bimbingan dan konseling mengacu pada permendikbud nomor 111 tahun 2014 bimbimbingan dan konseling dalam perbaikan dan penyembuhan yaitu membantu peserta didik yang bermasalah agar mau memperbaiki kesalahan berfikir, berperasaan, berkehendak dan bertindak. Guru bimbingan dan konseling harus mampu: 1) mampu mengutamakan kesejahteraan konseli, 2) mengembangkan kompetensi keterampilan keberagaman budaya konseli, 3) mengembangkan keterampilan pengolahan informasi dan pengendalian emosi, 4) memiliki ketahanan yang tinggi dalam menghadapi masalah. Peran guru bimbingan konseling merupakan upaya untuk mencegah dan menanggulangi kekerasan seksual di sekolah dalam layanan konseling secara baik dan komprehensif kepada semua peserta didik dengan menggunakan ketermpilan untuk membantu terwujudnya pelayanan bimbingan dan konseling. Fungsi bimbingan dan konseling dapat memberikan pelayanan peserta didik mengatasi problem yang dapat membuat keputusan sendiri dan secara mandiri serta memperoleh perubahan, arahan yang lebih baik. Oleh Karena itu peran guru bimbingan dan konseling di sekolah sangat penting dalam pelayanan di sekolah menengah atas sehingga mampu memiliki kemampuan memahami karakteristik peserta didik dan dapat memberikan konseling dengan baik.

Peran guru bimbingan dan konseling dalam mencegah kekerasan seksual di sekolah dapat berperan efektif dalam pelayanan bimbingan dan konseling.Meskipun Permendikbud Nomor 111 Tahun 2014 memperoleh informasi yang terbatas tentang pelaksanan tugas Bimbingan dan Konseling diharapkan dapat melaksanakannya dengan baik.Guru bimbingan dan konseling dapat mengutamakan kesejahteraan konseli, melaksanakan layanan konseling di sekolah mempengaruhi kesejahteraan peserta didik dan membantu meningkatkan rasa percaya diri, bertanggung jawab terhadap permasalahan yang dihadapinya agar peserta didik tidak terhambat dalam proses perkembangannya.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi efektivitas program pendidikan seksual berbasis teknologi informasi dalam mencegah kekerasan seksual di sekolah. Selain itu, diperlukan studi tentang dampak jangka panjang konseling berbasis budaya lokal terhadap penurunan kekerasan seksual di kalangan siswa. Terakhir, penelitian tentang peran kolaboratif guru bimbingan dan konseling dengan komunitas lokal dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman secara seksual dapat menjadi arah baru untuk mengatasi masalah ini secara holistik.

  1. BICC Proceedings. bicc proceedings journal issn output activities bukittinggi counselling conference... doi.org/10.30983/biccBICC Proceedings bicc proceedings journal issn output activities bukittinggi counselling conference doi 10 30983 bicc
  2. Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual di Lingkungan Sekolah Menengah Atas Negeri 15 Padang | Warta... wartaandalas.lppm.unand.ac.id/index.php/jwa/article/view/654Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual di Lingkungan Sekolah Menengah Atas Negeri 15 Padang Warta wartaandalas lppm unand ac index php jwa article view 654
  3. Analisis Jenis Jenis Dan Penyebab Kekerasan Seksual Di Lingkungan Kampus | Jurnal Pendidikan Indonesia.... japendi.publikasiindonesia.id/index.php/japendi/article/view/1747Analisis Jenis Jenis Dan Penyebab Kekerasan Seksual Di Lingkungan Kampus Jurnal Pendidikan Indonesia japendi publikasiindonesia index php japendi article view 1747
  4. Bimbingan Kelompok Sebagai Strategi Pencegahan Dosa Besar Dalam Pendidikan Tentang Kekerasan Seksual... counselia.faiunwir.ac.id/index.php/cs/article/view/109Bimbingan Kelompok Sebagai Strategi Pencegahan Dosa Besar Dalam Pendidikan Tentang Kekerasan Seksual counselia faiunwir ac index php cs article view 109
Read online
File size492.36 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test