IAINGAWIIAINGAWI

Aflah Consilia: Jurnal Bimbingan dan KonselingAflah Consilia: Jurnal Bimbingan dan Konseling

Perilaku korupsi merupakan fenomena kompleks yang tidak hanya dipengaruhi oleh struktur hukum dan ekonomi, tetapi juga oleh faktor internal individu, pengaruh eksternal, serta konstruksi budaya yang berkembang dalam masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dari sudut pandang ilmu psikologi apakah perilaku korupsi lebih merupakan hasil dari kebiasaan yang terbentuk dalam lingkungan sosial, atau akibat dari proses pendidikan yang tidak efektif dalam membangun karakter dan integritas. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif, penelitian ini menelaah berbagai literatur dan studi empiris yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa motivasi berprestasi yang rendah, (faktor internal), tekanan lingkungan serta peluang yang terbuka (faktor eksternal), dan budaya yakni budaya kekeluargaan, budaya bapakisme dan budaya yang kurang asertif, secara sinergis membentuk perilaku korupsi sebagai suatu kebiasaan yang sulit diubah. Pendidikan yang hanya berfokus pada aspek kognitif tanpa penguatan nilai-nilai moral turut memperparah kondisi ini. Oleh karena itu, pencegahan korupsi memerlukan pendekatan multidimensi yang mencakup pendidikan karakter, penguatan motivasi berprestasi yang sehat, serta transformasi perubahan pola asuh yang dapat memunculkan anak motivasi berprestasinya.

Perilaku korupsi dalam perspektif psikologi tidak semata-mata muncul dari kelemahan moral individu, melainkan hasil dari interaksi kompleks antara faktor internal (seperti rendahnya motivasi berprestasi), faktor eksternal (lingkungan yang permisif dan minim kontrol), serta faktor budaya (budaya kekeluargaan, bapakisme, dan sikap tidak asertif).Kebiasaan sosial yang membiarkan praktik menyimpang dan sistem pendidikan yang gagal menanamkan nilai integritas memperkuat perilaku koruptif sebagai suatu kebiasaan yang diwariskan.Oleh karena itu, pemberantasan korupsi tidak cukup dilakukan melalui penegakan hukum semata, tetapi memerlukan pendekatan psikologi pendidikan yang menekankan pembentukan karakter, penguatan kontrol diri, dan rekonstruksi budaya sosial.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak pendidikan karakter terhadap perilaku korupsi dengan metode kuantitatif di berbagai wilayah Indonesia. Selanjutnya, studi tentang peran budaya lokal dalam membentuk norma koruptif dapat dikembangkan untuk memahami variasi tingkat korupsi di daerah. Terakhir, analisis efektivitas reformasi pendidikan dalam membangun integritas melalui program pendidikan berbasis nilai dan pengawasan partisipatif oleh masyarakat.

  1. Teori Motivasi Mcclelland dan Implikasinya dalam Pembelajaran PAI | PALAPA. teori motivasi mcclelland... doi.org/10.36088/palapa.v8i1.673Teori Motivasi Mcclelland dan Implikasinya dalam Pembelajaran PAI PALAPA teori motivasi mcclelland doi 10 36088 palapa v8i1 673
  2. DOI Name 10.10 Values. name values index type timestamp data admin handle create delete modify serv prefix... doi.org/10.10DOI Name 10 10 Values name values index type timestamp data admin handle create delete modify serv prefix doi 10 10
Read online
File size317.69 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test