IAINGAWIIAINGAWI

Aflah Consilia: Jurnal Bimbingan dan KonselingAflah Consilia: Jurnal Bimbingan dan Konseling

Tulisan ini memaparkan tentang konseling kelompok berbasis indegenous atau kearifan lokal untuk menemukan kebermaknaan hidup adalah dengan menanamkan nilai-nilai filosofis masyarakat Jawa. Beberapa ajaran yang mengandung nilai filosofis masyarakat Jawa seringkali diungkapan dengan istilah bahasa Jawa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dimana pengumpulan data dengan mengadakan studi penelaahan terhadap buku-buku, literatur-literatur, catatan-catatan, dan laporan-laporan yang ada hubungannya dengan masalah yang dipecahkan. Hasil dari penelitian ini adalah konseling kelompok berbasis nilai-nilai filosofis masyarakat Jawa relevan dan dapat di internalisasikan dalam sesi konseling untuk membantu konseli menemukan kebermaknaan hidup, misalnya Suro Diro Jayanigrat Lebur Dening Pangastuti, Alon-Alon Waton Kelakon, Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan, Aja Aleman, Ngunduh Wohing Pakarti, dan Nrimo ing Pandum, Makaryo ing Nyoto. Makna dari nilai-nilai filosofis Jawa memiliki makna yang mendalam dan dapat digunakan dalam membantu konseli untuk menemukan kebermaknaan hidup bagi mereka.

Konseling kelompok berbasis nilai-nilai filosofis masyarakat Jawa relevan dan dapat di internalisasikan dalam sesi konseling untuk membantu konseli menemukan kebermaknaan hidup, misalnya Suro Diro Jayanigrat Lebur Dening Pangastuti, Alon-Alon Waton Kelakon, Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan, Aja Aleman, Ngunduh Wohing Pakarti, dan Nrimo ing Pandum, Makaryo ing Nyoto.Makna dari nilai-nilai filosofis Jawa memiliki makna yang mendalam dan dapat digunakan dalam membantu konseli untuk menemukan kebermaknaan hidup bagi mereka.Sederhananya, manusia harus mengakui bahwa dirinya memiliki sisi yang berlawanan dan bisa menerima apapun yang terjadi atau kita harus pasrahkan segala sesuatu yang datang menimpa kita setelah berikhtiar semaksimal mungkin dalam kehidupan.Konseling kelompok merupakan proses bantuan yang diberikan konselor kepada konseli dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi individu melalui dinamika kelompok.Umumnya proses konseling kelompok dipandu dan dibimbing oleh pemimpin kelompok yaitu konselor.Langkah atau tahapan konseling kelompok berbasis nilai-nilai filosofis Jawa adalah tahap pembukaan, pemaparan masalah, penggalian latar belakang masalah, penyelesaian masalah, dan penutup.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan fokus pada pengembangan metode konseling kelompok yang berbasis nilai-nilai filosofis masyarakat Jawa. Penelitian ini dapat mengeksplorasi lebih lanjut bagaimana nilai-nilai filosofis tersebut dapat diintegrasikan dalam sesi konseling kelompok untuk membantu konseli menemukan kebermaknaan hidup. Selain itu, penelitian lanjutan juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas konseling kelompok berbasis nilai-nilai filosofis dalam membantu konseli mengatasi masalah-masalah yang mereka hadapi. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan praktik konseling kelompok yang lebih efektif dan relevan dengan konteks budaya lokal.

Read online
File size251.93 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test