UNIKOMUNIKOM

Jurnal Wilayah dan KotaJurnal Wilayah dan Kota

Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu provinsi dengan pergerakan yang sangat padat di Indonesia, yang mempengaruhi kebutuhan angkutan yang tersedia sebagai moda transportasi. Provinsi Jawa Barat terdapat 18 kabupaten dan 9 kota, dengan pola pergerakan berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan pengguna moda transportasi. Angkutan tidak dalam trayek merupakan angkutan yang tidak terikat dalam trayek, yang melakukan pelayanan dengan penjemputan pada lokasi yang masih dalam jalur yang dilalui oleh kendaraan tersebut. Angkutan ini bekerja berdasarkan kebutuhan penumpang dengan pelayanan antar kota atau kabupaten. Keberadaan angkutan ini sangat penting, di saat masyarakat membutuhkan kendaraan dalam kapasitas besar yang tidak dapat terlayani oleh kendaraan pribadi atau kendaraan umum tetap dalam trayek. Pelayanan Angkutan Antar Jemput Dalam Provinsi (AJDP) ini berbasis pelayanan angkutan umum dengan rute pelayanan dari suatu titik asal ke titik tujuan.

Pelayanan Angkutan Antar Jemput Dalam Provinsi (AJDP) ini berbasis pelayanan angkutan umum dengan rute pelayanan dari suatu titik asal ke titik tujuan point to point service.Jumlah AJDP terbanyak saat ini adalah di Kota Bandung yaitu 107 unit dengan jumlah penumpang 1.Berdasarkan hasil survey lapangan, mayoritas pengguna adalah perempuan dan usia 18-25 tahun.Pelayanan AJDP perlu ditingkatkan dan armada ditambah di lokasi yang kekurangan angkutan untuk memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat.

Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, serta mempertimbangkan saran penelitian lanjutan yang telah ada, terdapat beberapa arah studi yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan analisis mendalam terhadap dampak sosial-ekonomi dari keberadaan AJDP terhadap masyarakat di berbagai wilayah Jawa Barat, termasuk dampaknya terhadap pendapatan pengemudi dan aksesibilitas masyarakat terhadap layanan transportasi. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model perutean dan penjadwalan AJDP yang lebih optimal, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti permintaan penumpang, kondisi lalu lintas, dan ketersediaan infrastruktur. Ketiga, penting untuk meneliti potensi integrasi AJDP dengan moda transportasi publik lainnya, seperti bus umum dan kereta api, untuk menciptakan sistem transportasi yang lebih terintegrasi dan efisien. Integrasi ini dapat dilakukan melalui pengembangan aplikasi mobile yang menyediakan informasi jadwal, rute, dan tarif dari berbagai moda transportasi, serta memungkinkan pengguna untuk melakukan pemesanan tiket secara terpadu. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kenyamanan perjalanan bagi masyarakat Jawa Barat.

  1. #branding kawasan blok#branding kawasan blok
  2. #branding kawasan#branding kawasan
Read online
File size994.67 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-3qJ
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test