UIMAUIMA

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia MajuJurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju

Anak di bawah usia lima tahun sangat rentan terhadap masalah gizi karena mereka berada dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan yang kritis, yang membutuhkan asupan nutrisi yang cukup dan berkualitas. Gizi kurang dapat menghambat pertumbuhan fisik, menurunkan perkembangan kognitif, melemahkan sistem imun, dan meningkatkan risiko penyakit infeksi seperti diare dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), yang dapat menyebabkan stunting jika tidak ditangani. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita dalam pemenuhan gizi seimbang melalui edukasi dan pemanfaatan pangan lokal sebagai Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Kegiatan ini dilaksanakan pada 11 Juli 2026 di Desa Lebakjaya, dengan melibatkan 24 orang tua balita sebagai peserta. Kegiatan ini terdiri dari tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan meliputi penyuluhan gizi seimbang, edukasi pentingnya makanan bergizi, dan demonstrasi pembuatan PUTEBISAN (Puding Ubi Telur Santan), sebuah makanan tambahan yang mudah dibuat, bernilai gizi tinggi, dan ekonomis. Evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu tentang gizi seimbang dan keterampilan dalam membuat PUTEBISAN sebagai variasi menu bergizi untuk meningkatkan asupan energi dan protein balita.

Setelah dilakukan kegiatan penyuluhan, diperoleh hasil yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai gizi balita.Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan total skor pengetahuan ibu balita sebesar 49 poin berdasarkan hasil pre-test dan post-test.Selain itu, ibu balita juga memperoleh pengetahuan dan keterampilan mengenai cara pembuatan PUTEBISAN (Puding, Telur, Ubi, dan Santan) sebagai salah satu alternatif pemberian makanan tambahan (PMT) berbahan pangan lokal yang tinggi kalori dan bergizi untuk membantu mengatasi masalah gizi kurang pada balita.Diharapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan secara mandiri di rumah sehingga mendukung pemenuhan kebutuhan gizi balita secara optimal.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran-saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: . . 1. Mengembangkan dan menguji resep-resep makanan tambahan yang inovatif dan mudah dibuat dengan bahan-bahan lokal yang tersedia di daerah-daerah, untuk meningkatkan asupan nutrisi balita secara berkelanjutan. . . 2. Melakukan studi longitudinal untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari intervensi pemberian makanan tambahan terhadap status gizi dan perkembangan kognitif balita, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan intervensi tersebut. . . 3. Menganalisis dan membandingkan efektivitas berbagai strategi edukasi gizi yang dipadukan dengan demonstrasi pengolahan pangan lokal, untuk menentukan pendekatan yang paling efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam mencegah dan mengatasi masalah gizi pada balita.

  1. Pemberian Puding Telur Ubi Santan (PUTEBI) Sebagai Inovasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Bagi Balita... journals.uima.ac.id/index.php/JLS1/article/view/4849Pemberian Puding Telur Ubi Santan PUTEBI Sebagai Inovasi Pemberian Makanan Tambahan PMT Bagi Balita journals uima ac index php JLS1 article view 4849
Read online
File size425.51 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test