ATIMATIM

JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERALJURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL

Minyak goreng bekas (jelantah) merupakan limbah rumah tangga yang umum dihasilkan akibat penggunaan berulang dalam proses penggorengan. Pembuangannya secara langsung ke lingkungan, terutama ke tanah, dapat menyebabkan pencemaran yang mengganggu struktur tanah dan keseimbangan mikroorganisme di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri dari tanah tercemar minyak jelantah serta menguji potensi biodegradasinya dalam media garam mineral (MSM) yang mengandung minyak sebagai sumber karbon tunggal. Metode yang digunakan meliputi isolasi bakteri dengan teknik pengenceran bertingkat, identifikasi morfologi koloni dan karakteristik mikroskopis melalui pewarnaan gram, serta uji biodegradasi berdasarkan indikator visual seperti kekeruhan media dan penyebaran minyak selama 14 hari inkubasi. Hasil menunjukkan dua isolat bakteri Gram positif dengan morfologi sel basil (Isolat A) dan coccus (Isolat B), yang keduanya mampu tumbuh dalam media MSM. Isolat A menunjukkan aktivitas degradasi yang lebih tinggi dibandingkan Isolat B, ditunjukkan oleh media yang lebih keruh dan fragmentasi minyak yang lebih merata.

Penelitian kidd berhasil mengisolasi dua jenis bakteri Gram positif (isolat A berbentuk basil dan isolat B berbentuk coccus) dari tanah terkontaminasi minyak goreng bekas.Kedua isolat menunjukkan kemampuan biodegradasi, dengan isolat A menampilkan aktivitas lebih tinggi seperti peningkatan kekeruhan dan fragmentasi minyak yang lebih merata.Hasilnya menunjukkan bahwa isolat A memiliki potensi sebagai agen bioremediasi yang dapat dikembangkan lebih lanjut melalui identifikasi molekuler, pengukuran aktivitas biodegradasi kuantitatif, dan analisis biosurfaktan.

Pertama, penelitian lanjutan dapat meneliti sinergi antara bakteri Bacillus sp. dan Pseudomonas sp. untuk meningkatkan laju dan efisiensi biodegradasi minyak goreng bekas, karena kedua genus ini seringkali mengkonsumsi hidrokarbon dengan mekanisme berbeda. Kedua, studi kali berikutnya sedapat dilakukan pada skala bioreaktor batch dengan variasi parameter pH dan suhu, menilai perubahan aktivitas enzimatik dan produksi biosurfaktan secara kuantitatif untuk memperkirakan potensi aplikasi industri. Ketiga, metode metagenomika dapat diterapkan untuk memetakan dinamika komunitas mikroba setelah inokulasi isolat A, sehingga dapat diketahui komposisi mikroorganisme tambahan yang berkontribusi pada degradasi, sekaligus mendeteksi adanya resistensi atau faktor penghambat. Dengan menggabungkan pendekatan ini, penelitian dapat mengoptimalkan strategi bioremediasi yang berkelanjutan dan berkelayakan ekonomi.

Read online
File size501 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test