IAIN PALOPOIAIN PALOPO

Kelola: Journal of Islamic Education ManagementKelola: Journal of Islamic Education Management

Penelitian ini membahas peran orang tua dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama pada anak di Desa Tawakua Kecamatan Angkona Kabupaten Luwu Timur. Adapun tujuan penelitian: 1) Menganalisis nilai-nilai moderasi beragama yang ada di Desa Tawakua; 2) Menganalisis peran orang tua dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama pada anak di Desa Tawakua; 3) Menganalisis faktor pendukung dan penghambat orang tua dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama pada anak di Desa Tawakua. Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Nilai-nilai moderasi beragama di Desa Tawakua telah terimplementasikan melalui sikap dan cara orang tua maupun anak dalam menyikapi perbedaan baik itu etnis maupun agama; 2) Peran orang tua menanamkan nilai-nilai moderasi beragama pada anak terlihat dari adanya upaya orang tua agar anak dapat memanifestasikan nilai-nilai moderat dalam kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara; 3) Peran orang tua menanamkan nilai-nilai moderasi beragama pada anak tidak terlepas dari adanya faktor pendukung dan penghambat yang menjadi peluang maupun tantangan dalam menyikapi perbedaan yang ada di Desa Tawakua.

Kesimpulan menunjukkan bahwa nilai-nilai moderasi beragama di Desa Tawakua terwujud melalui komitmen kebangsaan, penolakan kekerasan SARA, toleransi antarumat beragama, dan akomodasi budaya lokal.Peran orang tua sangat krusial dalam menanamkan nilai-nilai ini, yaitu dengan memberikan pendidikan, memelihara moral, menjaga kesehatan mental, dan mengajarkan ilmu agama sejak dini.Implementasi peran ini dipengaruhi oleh faktor penghambat seperti kurangnya pemahaman orang tua, pengaruh lingkungan dan teknologi, serta perbedaan zona, namun didukung kuat oleh komunikasi dan kerja sama lintas agama.

Berdasarkan temuan yang menggarisbawahi pentingnya peran keluarga namun juga menyoroti keterbatasan pemahaman orang tua serta tantangan dari faktor eksternal dan teknologi, beberapa arah penelitian lanjutan yang relevan dapat diusulkan. Pertama, mengingat adanya indikasi kurangnya pemahaman orang tua tentang konsep moderasi beragama, studi di masa depan bisa berfokus pada pengembangan dan evaluasi model intervensi edukasi atau program pelatihan yang dirancang khusus untuk meningkatkan kapasitas orang tua di komunitas majemuk seperti Desa Tawakua. Pertanyaan penelitian dapat meliputi: Sejauh mana efektivitas program lokakarya interaktif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan orang tua untuk menanamkan nilai-nilai moderasi beragama pada anak mereka secara konsisten? Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan panduan praktis bagi pemerintah daerah atau lembaga terkait. Kedua, menanggapi faktor penghambat seperti pengaruh lingkungan luar dan teknologi, sebuah penelitian longitudinal sangat dibutuhkan untuk memantau bagaimana nilai-nilai moderasi beragama yang telah ditanamkan sejak dini oleh keluarga bertahan dan berkembang saat anak-anak menghadapi dunia yang lebih luas, seperti pendidikan di perkotaan atau paparan media digital yang intensif. Hal ini bisa mengungkap strategi adaptasi terbaik yang dilakukan oleh keluarga atau individu dalam menghadapi tantangan modern. Ketiga, untuk melengkapi fokus pada peran orang tua, studi berikutnya dapat memperluas cakupan dengan menginvestigasi peran sinergis dari lembaga pendidikan formal, tokoh masyarakat, dan pemerintah desa dalam membentuk ekosistem pendukung yang kohesif untuk penanaman moderasi beragama. Bagaimana interaksi antara elemen-elemen ini dapat dioptimalkan untuk menciptakan lingkungan yang secara holistik mendukung perkembangan sikap moderat pada anak?.

Read online
File size624.76 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test