SUMBARPROVSUMBARPROV
Jurnal Pembangunan NagariJurnal Pembangunan NagariPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi implementasi kebijakan pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Tangerang Selatan dengan menggunakan model analisis George C. Edward III, yang mencakup komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan informan dari BPKAD, Inspektorat Daerah, dan Kementerian Dalam Negeri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun implementasi kebijakan pengelolaan BMD sudah cukup baik, masih terdapat aspek regulasi yang belum sepenuhnya diterapkan. Faktor pendukung implementasi kebijakan ini mencakup komunikasi yang efektif, disposisi yang mendukung, struktur birokrasi yang tepat, dan ketersediaan sumber daya yang memadai. Sebaliknya, faktor penghambat mencakup ketidaksesuaian dalam struktur birokrasi, kurangnya sumber daya, dan rendahnya disposisi pelaksanaan. Rekomendasi penelitian ini mencakup penyesuaian pencatatan aset sesuai peraturan yang berlaku dan peningkatan pelatihan bagi pegawai mengenai pengelolaan BMD guna mendukung good governance.
Pertama, Pemerintah Kota Tangerang Selatan telah mengelola barang milik daerah sesuai regulasi, namun masih menghadapi kendala dalam implementasi kebijakan.Meskipun memperoleh Opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK-RI, terdapat catatan yang perlu ditindaklanjuti, seperti pencatatan hibah yang kurang, penetapan kode barang yang belum sesuai, dan penyelesaian pensertifikatan tanah yang tertunda.Kedua, faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan pengelolaan barang milik daerah antara lain koordinasi dan komunikasi antar unit serta dengan pihak penyusun regulasi, komitmen dan dukungan pimpinan, kebijakan organisasi, penyusunan regulasi dan SOP, fasilitas dan sarana prasarana yang memadai, serta insentif yang cukup.Sebaliknya, hambatan dalam implementasi meliputi struktur organisasi yang belum seimbang dengan beban kerja, keterbatasan jumlah dan pemahaman sumber daya manusia, rendahnya komitmen OPD, dan minimnya dukungan anggaran.Ketiga, untuk menghadapi kendala dalam implementasi kebijakan pengelolaan barang milik daerah dan mewujudkan good governance, Pemerintah Kota Tangerang Selatan perlu melakukan beberapa langkah strategis.Seperti penguatan kelembagaan dengan menjadikan bidang aset sebagai badan tersendiri, fokus pada peningkatan tata kelola barang milik daerah melalui inventarisasi, pemaksimalan pemanfaatan, dan penertiban barang, serta memperkuat regulasi dan SOP untuk menyamakan persepsi dan penyeragaman dokumen.
Untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan di Tangerang Selatan, disarankan untuk melakukan penguatan kelembagaan dengan menjadikan bidang aset sebagai badan tersendiri, yang akan menyeimbangkan antara jumlah sumber daya manusia dengan beban kerja, serta meningkatkan efektivitas, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan barang milik daerah. Selain itu, perlu difokuskan pada peningkatan tata kelola barang milik daerah melalui inventarisasi, pemaksimalan pemanfaatan, dan penertiban barang. Hal ini akan memastikan bahwa setiap aset dapat memberikan manfaat yang maksimal dan sesuai dengan tujuannya. Terakhir, memperkuat regulasi dan SOP akan membantu menyamakan persepsi dan penyeragaman dokumen, sehingga implementasi kebijakan dapat berjalan konsisten dan teratur. Dengan demikian, tata kelola pemerintahan di Tangerang Selatan dapat ditingkatkan secara signifikan.
- Pengaruh Kompetensi dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan di PT. Inti Kebun Sejahtera | BISMA... doi.org/10.26740/bisma.v5n2.p120-129Pengaruh Kompetensi dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan di PT Inti Kebun Sejahtera BISMA doi 10 26740 bisma v5n2 p120 129
- Sinergitas Pembangunan Tata Ruang Pertahanan Daerah dalam Menghadapi Ancaman Non-Militer di Indonesia... doi.org/10.20473/jgs.13.1.2019.103-122Sinergitas Pembangunan Tata Ruang Pertahanan Daerah dalam Menghadapi Ancaman Non Militer di Indonesia doi 10 20473 jgs 13 1 2019 103 122
- Reformasi Pelayanan Publik: Best Practice Pelayanan Administrasi Kependudukan Kabupaten Padang Pariaman... doi.org/10.30559/jpn.v16i01.251Reformasi Pelayanan Publik Best Practice Pelayanan Administrasi Kependudukan Kabupaten Padang Pariaman doi 10 30559 jpn v16i01 251
| File size | 564.72 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
IAIC PUBLISHERIAIC PUBLISHER Temuan mengungkapkan bahwa inovasi AI, seperti algoritma cerdas, analitik big data, dan pembelajaran mesin (ML), meningkatkan efisiensi operasional, memperbaikiTemuan mengungkapkan bahwa inovasi AI, seperti algoritma cerdas, analitik big data, dan pembelajaran mesin (ML), meningkatkan efisiensi operasional, memperbaiki
IBRAHIMYIBRAHIMY Penelitian menyimpulkan bahwa efektivitas putusan memerlukan regulasi turunan, penguatan koordinasi pusat-daerah, dan reformasi tata kelola anggaran pendidikan.Penelitian menyimpulkan bahwa efektivitas putusan memerlukan regulasi turunan, penguatan koordinasi pusat-daerah, dan reformasi tata kelola anggaran pendidikan.
PROVISIPROVISI Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi Wajib Belajar 13 Tahun di Kota Cirebon masih berada pada fase awal, ditandai komitmen politik dan programatikPenelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi Wajib Belajar 13 Tahun di Kota Cirebon masih berada pada fase awal, ditandai komitmen politik dan programatik
ASIANPUBLISHERASIANPUBLISHER Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pemda dalam melakukan penertiban angkutan barang di Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakanPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pemda dalam melakukan penertiban angkutan barang di Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan
BSIBSI Dengan adanya sistem ini, proses absensi di lingkungan UPTD Pelayanan Infrastruktur Irigasi Wilayah III Ciranjang diharapkan dapat berjalan lebih akurat,Dengan adanya sistem ini, proses absensi di lingkungan UPTD Pelayanan Infrastruktur Irigasi Wilayah III Ciranjang diharapkan dapat berjalan lebih akurat,
SINOMICSJOURNALSINOMICSJOURNAL Strategi optimal melibatkan penguatan tata kelola data, keamanan siber, pengembangan SDM, dan kolaborasi regulator. Penerapan AI di sistem peringatan diniStrategi optimal melibatkan penguatan tata kelola data, keamanan siber, pengembangan SDM, dan kolaborasi regulator. Penerapan AI di sistem peringatan dini
RADEN FATAHRADEN FATAH Trigliserida adalah molekul yang terbentuk dari kondensasi antara satu gliserol dan tiga asam lemak. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkanTrigliserida adalah molekul yang terbentuk dari kondensasi antara satu gliserol dan tiga asam lemak. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan
UNIPASUNIPAS Hasil kajian menyimpulkan bahwa tata kelola SIPD secara berkualitas sangat penting dalam mendukung perencanaan pembangunan daerah yang berkualitas, sertaHasil kajian menyimpulkan bahwa tata kelola SIPD secara berkualitas sangat penting dalam mendukung perencanaan pembangunan daerah yang berkualitas, serta
Useful /
SUMBARPROVSUMBARPROV Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi lapangan, dan analisis dokumen, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, danTeknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi lapangan, dan analisis dokumen, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan
SUMBARPROVSUMBARPROV Kedua skenario tersebut dikatakan layak karena nilai NVP positif, (BCR>1) dan IRR lebih dari tingkat suku bunga 4,87%. Analisa sensitivitas untuk skenarioKedua skenario tersebut dikatakan layak karena nilai NVP positif, (BCR>1) dan IRR lebih dari tingkat suku bunga 4,87%. Analisa sensitivitas untuk skenario
IAIN SUIAIN SU Menggunakan metode Field Research dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui tiga teknik: observasi, wawancara, dan dokumentasi. PenelitianMenggunakan metode Field Research dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui tiga teknik: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian
IAIN SUIAIN SU Variabel bebasnya adalah faktor-faktor yang mempengaruhi (ketersediaan dan kesesuaian koleksi, layanan perpustakaan, standar kompetensi pustakawan, danVariabel bebasnya adalah faktor-faktor yang mempengaruhi (ketersediaan dan kesesuaian koleksi, layanan perpustakaan, standar kompetensi pustakawan, dan