ATIMATIM

JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERALJURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL

Minyak jelantah sering kali menjadi masalah bagi masyarakat bukan hanya karena berpotensi mencemari lingkungan, melainkan juga membahayakan kesehatan jika terus digunakan. Minyak ini dapat diolah menjadi sabun padat yang memiliki nilai ekonomi dan ramah lingkungan. Pada penelitian ini, proses pemurnian minyak jelantah melibatkan filtrasi, netralisasi dengan larutan NaOH 15%, dan pemucatan dengan karbon aktif. Setelah itu, minyak hasil pemurnian diuji kadar air, bilangan peroksida, dan asam lemak bebas dibandingkan dengan SNI 3741:2013. Pembuatan sabun padat dilakukan dengan mencampurkan minyak hasil pengolahan (160, 165 dan 170 mL) dengan eco enzyme (60 dan 65 mL), selanjutnya campuran dicetak dan dibiarkan kering. Dari beberapa formulasi, hasil terbaik didapatkan dengan 165 mL minyak dan 60 mL eco enzyme. Sabun yang dihasilkan memiliki pH 10, kadar air 23 %, 72,72 % kadar asam lemak bebas 1,84 %, dan alkali bebas 0,06 %. Sabun padat tersebut memenuhi standar SNI 06-3532-2021 sehingga aman digunakan dan ramah lingkungan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa minyak jelantah dapat dimurnikan dengan karbon aktif sehingga memenuhi standar mutu sebagai bahan baku sabun, meskipun kadar air masih melebihi batas SNI.Formulasi terbaik (165 mL minyak 60 mL eco enzyme) menghasilkan sabun dengan pH 10, kestabilan busa 72,72 %, FFA 1,84 % dan alkali bebas 0,06 %.Eco enzyme berfungsi sebagai biosurfaktan alami yang meningkatkan kestabilan busa dan mengurangi sisa alkali, menjadikan sabun ramah lingkungan.

Penelitian lanjutan dapat diarahkan pada tiga aspek utama. Pertama, bagaimana kombinasi adsorben seperti karbon aktif dan zeolit dapat meningkatkan efisiensi penghilangan air pada minyak jelantah sehingga kadar air akhir berada di bawah batas maksimum SNI 3741:2013? Kedua, bagaimana variasi sumber bahan baku eco‑enzyme—misalnya fermentasi limbah buah, sayuran, atau limbah pertanian—memengaruhi sifat antibakteri, biodegradable, serta stabilitas busa pada sabun padat yang dihasilkan? Ketiga, bagaimana penerapan skala pilot dari proses terintegrasi pemurnian minyak jelantah dengan penambahan eco‑enzyme dapat dievaluasi secara ekonomi dan lingkungan melalui analisis life‑cycle assessment untuk menilai kelayakan komersialisasi produk sabun ramah lingkungan tersebut? Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih mendalam tentang optimasi teknis, diversifikasi bio‑enzyme, serta aspek keberlanjutan ekonomi dan lingkungan, sehingga memperkuat potensi pemanfaatan limbah minyak goreng sebagai bahan baku sabun yang berkelanjutan.

  1. Purification of used Cooking Oil using a Combination of Activated Carbon and Bentonite Adsorbents | JURNAL... doi.org/10.35451/jfm.v7i1.2331Purification of used Cooking Oil using a Combination of Activated Carbon and Bentonite Adsorbents JURNAL doi 10 35451 jfm v7i1 2331
  2. Pemurnian Minyak Goreng Bekas Menggunakan Bioadsorben dari Limbah Fiber Stasiun Press Pabrik Kelapa Sawit... doi.org/10.14710/jil.22.5.1269-1275Pemurnian Minyak Goreng Bekas Menggunakan Bioadsorben dari Limbah Fiber Stasiun Press Pabrik Kelapa Sawit doi 10 14710 jil 22 5 1269 1275
  3. Formulasi Dan Uji Mutu Fisik Sediaan Sabun Padat Dengan Penambahan Ekstrak Etanol Buah Pepaya (Carica... doi.org/10.36733/usadha.v3i3.7296Formulasi Dan Uji Mutu Fisik Sediaan Sabun Padat Dengan Penambahan Ekstrak Etanol Buah Pepaya Carica doi 10 36733 usadha v3i3 7296
Read online
File size439.93 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test