UNJAUNJA
Langue (Journal of Language and Education)Langue (Journal of Language and Education)Penelitian ini menyelidiki bagaimana representasi budaya dibangun dalam buku teks bahasa Inggris di Indonesia dan dimediasi melalui kognisi guru dalam praktik kelas. Menggunakan desain studi kasus kualitatif, penelitian ini menganalisis lima bab yang dipilih dari buku teks Work in Progress untuk Kelas 10 dan melakukan wawancara semi-terstruktur dengan tiga guru bahasa Inggris di Gresik, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan analisis konten kualitatif, analisis wacana multimodal, dan teori kognisi guru untuk memeriksa dimensi teks, visual, dan pedagogis dari budaya. Temuan menunjukkan bahwa budaya yang telah globalisasi atau modernisasi mendominasi representasi dalam buku teks, sedangkan budaya Indonesia terbenam secara implisit melalui praktik kelas kolaboratif dan budaya penutur asli menerima representasi yang terbatas. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa guru memainkan peran penting dalam menafsirkan konten budaya. Namun, praktik kelas cenderung memprioritaskan kompetensi komunikatif daripada refleksi intercultural eksplisit karena tuntutan kurikulum, orientasi penilaian, dan keterbatasan waktu. Akibatnya, pembelajaran budaya tetap implisit dan kurang dikembangkan secara kritis. Temuan ini menyarankan bahwa representasi budaya di kelas bahasa Inggris sebagai bahasa asing muncul secara dinamis melalui interaksi antara materi, pedagogi, dan kognisi guru. Penelitian ini menekankan pentingnya pedagogi intercultural eksplisit dalam mendukung persiapan guru dan pengembangan kompetensi intercultural di konteks bahasa Inggris sebagai bahasa asing di Indonesia.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa representasi budaya dalam kelas bahasa Inggris sebagai bahasa asing di Indonesia beroperasi melalui interaksi dinamis antara konten buku teks, praktik pedagogis, dan kognisi guru.Di antara kategori representasi budaya yang diidentifikasi, yaitu Budaya Indonesia, Budaya Penutur Asli, dan Budaya Modernisasi, Budaya Modernisasi muncul sebagai kategori yang paling dominan, diikuti oleh Budaya Indonesia dan Budaya Penutur Asli.Pola ini mencerminkan transformasi yang lebih luas dalam pengajaran bahasa Inggris kontemporer, di mana bahasa Inggris semakin dipandang sebagai sumber komunikasi global daripada sebagai properti budaya komunitas penutur asli.Dominasi Budaya Modernisasi sangat signifikan karena kategori ini tidak diadopsi langsung dari kerangka tripartit McKay.Sebaliknya, kategori ini muncul secara induktif selama proses pengkodean ketika banyak representasi budaya tidak dapat dikategorikan secara memadai sebagai Budaya Indonesia atau Budaya Penutur Asli.Representasi-representasi ini secara konsisten menekankan globalisasi, komunikasi digital, literasi multimodal, otonomi pembelajar, partisipasi berbasis proyek, kreativitas, inovasi, dan keterlibatan teknologi.Melalui pengkodean iteratif dan perbandingan konstan, pola-pola berulang ini membentuk kategori yang berbeda yang mencerminkan praktik budaya transnasional kontemporer.
Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki bagaimana representasi budaya yang berbeda, seperti Budaya Indonesia, Budaya Penutur Asli, dan Budaya Modernisasi, dapat diintegrasikan secara efektif dalam buku teks bahasa Inggris untuk kelas bahasa Inggris sebagai bahasa asing di Indonesia. Penelitian ini dapat mengeksplorasi strategi dan pendekatan yang digunakan oleh penulis buku teks untuk menyajikan konten budaya dengan cara yang menarik dan relevan bagi siswa. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis peran guru dalam memediasi representasi budaya dalam praktik kelas. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana guru menafsirkan dan mengadaptasi konten budaya dalam buku teks, serta strategi yang mereka gunakan untuk mendorong refleksi intercultural di antara siswa. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak representasi budaya dalam buku teks terhadap pengembangan kompetensi komunikasi intercultural siswa. Penelitian ini dapat menyelidiki apakah dan bagaimana representasi budaya yang berbeda dalam buku teks berkontribusi pada peningkatan kompetensi komunikasi intercultural siswa, serta strategi yang dapat digunakan guru untuk memfasilitasi pengembangan kompetensi tersebut.
| File size | 489.77 KB |
| Pages | 22 |
| DMCA | Report |
Related /
UNJAUNJA Tujuannya adalah untuk melihat bagaimana PLACs memengaruhi kosakata, pemahaman, dan kefasihan membaca. Pendekatan metode campuran dalam studi ini menyorotiTujuannya adalah untuk melihat bagaimana PLACs memengaruhi kosakata, pemahaman, dan kefasihan membaca. Pendekatan metode campuran dalam studi ini menyoroti
UNJAUNJA Alat ini ramah pengguna, fleksibel, cocok untuk belajar mandiri, dan dihargai karena fitur ulangnya. Banyak yang termotivasi untuk terus menggunakannyaAlat ini ramah pengguna, fleksibel, cocok untuk belajar mandiri, dan dihargai karena fitur ulangnya. Banyak yang termotivasi untuk terus menggunakannya
UNJAUNJA Tantangan termasuk keterbatasan kemampuan bahasa Inggris, aktivitas berkecepatan tinggi, dan tuntutan pengelolaan kelas. Penelitian ini menekankan pentingnyaTantangan termasuk keterbatasan kemampuan bahasa Inggris, aktivitas berkecepatan tinggi, dan tuntutan pengelolaan kelas. Penelitian ini menekankan pentingnya
IAIN KEDIRIIAIN KEDIRI Penelitian ini dapat digunakan sebagai panduan dan perspektif dalam mengembangkan nilai-nilai moderasi dalam pendidikan bahasa Arab di lembaga formal sepertiPenelitian ini dapat digunakan sebagai panduan dan perspektif dalam mengembangkan nilai-nilai moderasi dalam pendidikan bahasa Arab di lembaga formal seperti
UNMUNM Metode penelitian bersifat kualitatif, dan Analisis Tematik (AT) digunakan untuk menganalisis data dengan bantuan perangkat lunak Nvivo R14. PartisipanMetode penelitian bersifat kualitatif, dan Analisis Tematik (AT) digunakan untuk menganalisis data dengan bantuan perangkat lunak Nvivo R14. Partisipan
UNSIKAUNSIKA Frekuensi visual gambar perwakilan laki-laki di Sekolah Menengah Atas buku teks lebih tinggi daripada Sekolah Menengah Pertama buku teks, sedangkan frekuensiFrekuensi visual gambar perwakilan laki-laki di Sekolah Menengah Atas buku teks lebih tinggi daripada Sekolah Menengah Pertama buku teks, sedangkan frekuensi
UKWKUKWK Kemudahan akses, ringkas, dan menghemat kertas menjadi ciri dokumen digital, sama halnya dengan dokumentasi kegiatan baik foto maupun notulensi hasil rapat.Kemudahan akses, ringkas, dan menghemat kertas menjadi ciri dokumen digital, sama halnya dengan dokumentasi kegiatan baik foto maupun notulensi hasil rapat.
UKWKUKWK Dengan Sistem Informasi SKPI yang berbasis website, dapat menjadikan keseluruhan proses menjadi lebih efisien karena data yang terintegrasi, serta mampuDengan Sistem Informasi SKPI yang berbasis website, dapat menjadikan keseluruhan proses menjadi lebih efisien karena data yang terintegrasi, serta mampu
Useful /
UNJAUNJA Pemimpin seperti Prabowo Subianto menggunakan pendekatan soverignisme moral untuk menggabungkan nilai-nilai global dengan agenda nasional. Temuan ini menekankanPemimpin seperti Prabowo Subianto menggunakan pendekatan soverignisme moral untuk menggabungkan nilai-nilai global dengan agenda nasional. Temuan ini menekankan
UNJAUNJA Hasil tinjauan menunjukkan lima faktor utama yang ditemukan dalam artikel yang ditinjau, yaitu kurangnya kepercayaan diri, ketakutan akan kesalahan dalamHasil tinjauan menunjukkan lima faktor utama yang ditemukan dalam artikel yang ditinjau, yaitu kurangnya kepercayaan diri, ketakutan akan kesalahan dalam
UNMUNM Studi ini menunjukkan bahwa kerangka kerja reflektif terstruktur, siklus belajar Plan Do Review, dapat diintegrasikan ke dalam praktik kelas harian untukStudi ini menunjukkan bahwa kerangka kerja reflektif terstruktur, siklus belajar Plan Do Review, dapat diintegrasikan ke dalam praktik kelas harian untuk
UTUT Menantu perempuan biasanya lebih banyak mengalami konflik dengan mertua perempuannya karena mempunyai peran yang sama sebagai ibu rumah tangga dalam satuMenantu perempuan biasanya lebih banyak mengalami konflik dengan mertua perempuannya karena mempunyai peran yang sama sebagai ibu rumah tangga dalam satu