UnmulUnmul

Adjektiva: Educational Languages and Literature StudiesAdjektiva: Educational Languages and Literature Studies

Penelitian kuasi-eksperimental ini menguji apakah instruksi eksplisit dalam strategi membaca metakognitif meningkatkan pemahaman membaca literal di kalangan pembelajar ESP Indonesia. Delapan puluh lima mahasiswa pendidikan kewarganegaraan semester dua di Universitas Negeri Makassar berpartisipasi dalam kelompok eksperimen (n=43) yang menerima empat sesi instruksi strategi perencanaan, pemantauan, dan evaluasi, atau kelompok kontrol (n=42) yang menerima instruksi konvensional tanpa pelatihan metakognitif. Kedua kelompok menyelesaikan pretest dan posttest paralel pemahaman literal menggunakan teks ESP otentik tentang hak asasi manusia dan struktur pemerintahan. Hasil ANCOVA menunjukkan efek utama yang signifikan dari intervensi, F(1,82)=8.94, p=.004, dengan ukuran efek sedang hingga besar (Cohens d=0.68). Sementara kelompok kontrol memperoleh 4 poin (76 menjadi 80), kelompok eksperimen meningkat 10 poin (75 menjadi 85). Temuan ini menunjukkan bahwa instruksi strategi metakognitif eksplisit secara signifikan meningkatkan kemampuan mahasiswa ESP untuk menemukan dan mengingat informasi yang dinyatakan secara eksplisit. Studi ini menyumbangkan bukti empiris dari konteks ESP pendidikan kewarganegaraan Indonesia yang kurang diteliti dan menyarankan bahwa mengintegrasikan praktik metakognitif berbiaya rendah dan berdampak tinggi ke dalam kursus ESP semester awal dapat mengubah membaca pasif menjadi pemahaman yang aktif dan teregulasi sendiri.

Studi kuasi-eksperimental ini menunjukkan bahwa instruksi eksplisit dalam strategi membaca metakognitif, yang meliputi perencanaan, pemantauan, dan evaluasi, secara signifikan meningkatkan pemahaman membaca literal pada mahasiswa ESP pendidikan kewarganegaraan.Temuan ini memiliki implikasi pedagogis yang jelas, merekomendasikan agar pengajar ESP mengintegrasikan instruksi strategi ini ke dalam kurikulum mereka sejak semester awal untuk mendorong pembelajaran aktif dan teregulasi.Penelitian lanjutan disarankan untuk mengukur durabilitas perolehan strategi dan mengeksplorasi potensi alat digital serta kombinasi dengan pedagogi berbasis genre untuk peningkatan pemahaman membaca lebih lanjut.

Melihat hasil positif dari penelitian ini, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dieksplorasi untuk memperdalam pemahaman kita tentang efektivitas strategi metakognitif. Pertama, akan sangat berharga untuk melakukan studi longitudinal yang melacak mahasiswa selama periode waktu yang lebih panjang, misalnya satu tahun akademik penuh. Penelitian semacam ini dapat mengukur tidak hanya durabilitas perolehan strategi metakognitif tetapi juga sejauh mana mahasiswa mampu secara spontan mentransfer dan mengaplikasikan strategi tersebut pada beragam jenis teks ESP di luar konteks pendidikan kewarganegaraan, serta pada tingkat pemahaman yang lebih kompleks seperti inferensial dan kritis. Hal ini akan menjawab pertanyaan tentang keberlanjutan dampak dan kemampuan adaptasi strategi ini dalam praktik membaca sehari-hari. Kedua, perlu dilakukan investigasi yang lebih mendalam mengenai mekanisme psikologis di balik efektivitas strategi metakognitif. Penelitian selanjutnya dapat secara eksplisit menguji bagaimana instruksi strategi ini mempengaruhi beban kognitif mahasiswa, tingkat kecemasan membaca, dan rasa efikasi diri mereka saat berhadapan dengan teks-teks akademik. Penggunaan metode campuran, termasuk wawancara mendalam atau protokol berpikir keras (think-aloud protocols) selama proses membaca, dapat memberikan wawasan kualitatif yang kaya tentang pengalaman subjektif mahasiswa dalam mengadopsi dan memanfaatkan strategi ini. Ketiga, untuk memperluas generalisasi temuan, studi masa depan sebaiknya melibatkan sampel yang lebih beragam dari berbagai disiplin ilmu ESP, seperti teknik, ekonomi, atau ilmu kesehatan, di beberapa universitas di Indonesia. Selain itu, membandingkan efektivitas intervensi ini pada mahasiswa dengan tingkat kemahiran bahasa Inggris yang berbeda (misalnya, pemula, menengah, dan mahir) dapat mengungkap modifikasi instruksional yang paling tepat untuk konteks belajar yang bervariasi. Pendekatan ini akan memberikan gambaran komprehensif tentang bagaimana strategi metakognitif dapat diadaptasi dan diimplementasikan secara optimal di seluruh lanskap pendidikan tinggi Indonesia.

  1. 0. pdf obj rgr 9l phc ip owwev k7 y7 7q mrtiw 4uwf 2w5 7m rh 3f sh 5re ggkd js isvl 4i 0a r5i eun n2... doi.org/10.48082/espacios-a25v46n05p230 pdf obj rgr 9l phc ip owwev k7 y7 7q mrtiw 4uwf 2w5 7m rh 3f sh 5re ggkd js isvl 4i 0a r5i eun n2 doi 10 48082 espacios a25v46n05p23
Read online
File size261.13 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test