IAINIAIN

Konseling Edukasi : Journal of Guidance and CounselingKonseling Edukasi : Journal of Guidance and Counseling

Profil Dimensi Kecemasan Karier pada Mahasiswa Pendidikan: Implikasi untuk Layanan Bimbingan Karier. Kecemasan karier merupakan perhatian penting bagi mahasiswa pendidikan yang sedang mempersiapkan transisi dari pendidikan tinggi ke dunia kerja sambil menghadapi permintaan kompetensi profesional yang semakin kompleks. Studi ini bertujuan untuk menggambarkan profil dimensi kecemasan karier pada mahasiswa pendidikan dan merumuskan implikasinya untuk layanan bimbingan karier di pendidikan tinggi. Desain penelitian kuantitatif deskriptif digunakan, melibatkan 425 mahasiswa pendidikan berusia 17–25 tahun yang dipilih melalui sampling purposif. Data dikumpulkan menggunakan versi adaptasi dari Skala Kecemasan Karier, terdiri dari 24 item di empat dimensi: keyakinan irasional tentang kemampuan diri, pekerjaan, lingkungan kerja, dan pendidikan serta pelatihan profesional. Temuan menunjukkan bahwa kecemasan karier keseluruhan mahasiswa berada dalam kategori tinggi (M = 3,60; SD = 0,53). Dimensi kemampuan diri memiliki rata-rata tertinggi (M = 4,03; SD = 0,63), diikuti oleh lingkungan kerja (M = 3,68; SD = 0,77) dan pendidikan serta pelatihan profesional (M = 3,44; SD = 0,86), yang semuanya dikategorikan tinggi. Sementara itu, keyakinan irasional tentang pekerjaan memiliki rata-rata terendah dan dikategorikan sedang (M = 3,15; SD = 0,77). Pola ini menunjukkan bahwa profil kecemasan karier mahasiswa pendidikan lebih ditandai oleh kekhawatiran tentang kesiapan kompetensi dan permintaan profesional daripada keyakinan irasional tentang pekerjaan. Temuan ini menekankan pentingnya layanan bimbingan karier berbasis profil kebutuhan yang memprioritaskan penguatan kepercayaan diri karier, pemetaan dan pengembangan kompetensi, eksplorasi lingkungan kerja, serta perencanaan pengembangan profesional siswa.

Kecemasan karier pada mahasiswa pendidikan berada dalam kategori tinggi dan tidak merata di seluruh dimensinya.Dimensi kepercayaan diri menjadi yang paling signifikan, diikuti oleh lingkungan kerja dan pendidikan serta pelatihan profesional yang juga berada dalam kategori tinggi, sedangkan keyakinan irasional tentang pekerjaan memiliki rata-rata terendah dan dikategorikan sedang.Pola ini menunjukkan bahwa kecemasan karier mahasiswa pendidikan lebih ditandai oleh kekhawatiran tentang kesiapan kompetensi dan permintaan profesional daripada keyakinan irasional tentang pekerjaan.Temuan ini menegaskan pentingnya memahami kecemasan karier melalui profil dimensi untuk mengidentifikasi sumber kekhawatiran siswa secara lebih spesifik.Layanan bimbingan karier di pendidikan tinggi perlu beralih dari pendekatan umum ke layanan yang responsif terhadap sumber kecemasan karier siswa, mulai dari fase eksplorasi selama perkuliahan hingga persiapan transisi ke dunia kerja.

Berdasarkan temuan studi ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian longitudinal diperlukan untuk memahami perubahan pola kecemasan karier sepanjang masa studi dan dampaknya terhadap persiapan karier. Kedua, penelitian lebih lanjut tentang faktor budaya dan sosial yang memengaruhi kecemasan karier mahasiswa pendidikan, terutama di konteks Indonesia yang memiliki keragaman latar belakang. Ketiga, pengembangan intervensi berbasis teknologi seperti platform bimbingan karier digital yang dapat memberikan akses lebih mudah untuk pemetaan kompetensi dan eksplorasi lingkungan kerja. Saran-saran ini bertujuan untuk memperkaya pemahaman tentang kecemasan karier dan meningkatkan efektivitas layanan bimbingan karier yang sesuai dengan kebutuhan spesifik mahasiswa.

Read online
File size1.1 MB
Pages21
DMCAReport

Related /

ads-block-test