UNIPASBYUNIPASBY

Devosi : Jurnal Teknologi PembelajaranDevosi : Jurnal Teknologi Pembelajaran

Bullying merupakan topik penting untuk diteliti mengingat dampak negatif yang ditimbulkan. Bullying dapat terjadi pada beragam usia dan di sekolah manapun, termasuk sekolah inklusi. Bullying mencakup perlakuan yang mengandung unsur kekerasan di mana perilaku tersebut dilakukan secara berulang dalam waktu berbeda dan terdapat kekuatan yang tidak seimbang antara pelaku dan seseorang yang di-bully. Artikel ini menyajikan hasil penelitian deskriptif peran sekolah dalam pencegahan tindakan bullying terhadap siswa berkebutuhan khusus di sekolah inklusi X di Surabaya. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi. Harapannya, tulisan ini memberikan gambaran bagaimana bullying dapat dilakukan pencegahan, di antaranya dari sisi upaya yang dilakukan oleh pihak sekolah. Kendati fenomena bullying banyak terjadi di sekitar kita, namun tidak dapat dianggap sebagai hal yang wajar, melainkan perlu dicegah dan diatasi, melalui: (1) menganggap bullying sebagai permasalahan serius yang bertentangan dengan prinsip antidiskriminasi; (2) menganggap kasus bullying sudah terlampau banyak; (3) pentingnya keterbukaan dan komunikasi; serta (4) kebijakan sekolah ramah anak merupakan sesuatu yang riil dan bukan hanya slogan.

Perilaku bullying, baik dalam bentuk fisik, verbal, psikologis, maupun online merupakan permasalahan nyata yang sering terjadi di sekolah.Beberapa kajian telah memberikan kita peringatan mengenai dampak serius bullying terhadap anak-anak, mulai dari rasa tidak nyaman, jengkel, malu, marah, takut, sakit secara fisik, hingga dampak yang lebih serius seperti kondisi depresi maupun ancaman terhadap nyawa.Dalam penelitian ini pun, setidaknya bullying berdampak pada munculnya kekhawatiran pada anak-anak, dalam berbagai tingkat.Maka, sudah semestinya kita memberikan perhatian lebih terhadap permasalahan bullying di sekolah ini.Tindak lanjut yang dilakukan adalah memunculkan dan menerapkan program pencegahan maupun penanggulangan terhadap bullying yang komprehensif serta berkelanjutan untuk melawan terjadinya bullying di sekolah, khususnya bagi siswa berkebutuhan khusus di sekolah inklusi.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: (1) Mengembangkan program pencegahan bullying yang lebih komprehensif dan berkelanjutan, dengan melibatkan seluruh pihak terkait, termasuk siswa, guru, orang tua, dan masyarakat sekitar sekolah. (2) Menerapkan kebijakan sekolah ramah anak secara nyata, dengan menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif bagi semua siswa, termasuk siswa berkebutuhan khusus. (3) Melakukan pelatihan dan pendampingan bagi guru dan staf sekolah dalam menangani kasus bullying, serta meningkatkan kesadaran dan empati terhadap siswa berkebutuhan khusus.

  1. Pelatihan Anti Bullying Mampu Meningkatkan Pemahaman Guru Dalam Mencegah Perilaku Bullying | JURKAM:... journal.matappa.ac.id/index.php/jurkam/en/article/view/382Pelatihan Anti Bullying Mampu Meningkatkan Pemahaman Guru Dalam Mencegah Perilaku Bullying JURKAM journal matappa ac index php jurkam en article view 382
  2. Konseling Behavioral: Solusi Alternatif Mengatasi Bullying Anak Di Sekolah | Nasir | Konseling Edukasi... journal.uinsuku.ac.id/index.php/Konseling_Edukasi/article/view/4466Konseling Behavioral Solusi Alternatif Mengatasi Bullying Anak Di Sekolah Nasir Konseling Edukasi journal uinsuku ac index php Konseling Edukasi article view 4466
  3. Kasus Bullying pada Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Inklusi | Damayanto | Jurnal ORTOPEDAGOGIA. bullying... doi.org/10.17977/um031v6i22020p104-107Kasus Bullying pada Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Inklusi Damayanto Jurnal ORTOPEDAGOGIA bullying doi 10 17977 um031v6i22020p104 107
Read online
File size316.53 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test