UnsilUnsil

Jurnal Ekonomi ManajemenJurnal Ekonomi Manajemen

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji pengaruh Experiences, Reflection of Self, Need for Uniqueness terhadap sWOM contribution yang di mediasi oleh Opinion Leadership pada coffee shop di area Jabodetabek. Prosedur pengambilan sampel yang digunakan untuk mengumpulkan data yang relevan menggunakan kuesioner. Penelitian dilakukan terhadap 190 responden sebagai purposive sampling. Analisa data dilakukan dengan metode SEM (structural equation modelling) dan dengan Piranti lunak Analysis of Moment Structure (AMOS). Hasil dari analisis data diperoleh bahwa faktor opinion leadership dan need for uniqueness memberikan pengaruh positif terhadap kontribusi sWOM, sedangkan experiences dan reflection of self baru berpengaruh positif terhadap sWOM contribution jika melalui mediasi opinion leadership. Hasil penelitian ini memberikan saran kepada para pelaku usaha coffee shop di Jabodetabek untuk memberikan perhatian lebih terhadap unsur-unsur seperti tempat, layanan maupun produk yang mampu memberikan pengalaman berbeda bagi konsumen, memiliki keunikan, serta sesuai dengan image konsumen yang menjadi target pasarnya, sehingga mampu memotivasi pelanggan untuk melakukan sWOM.

Perkembangan sosial media turut merubah perilaku konsumen coffee shop khususnya di Jabodetabek dalam melakukan word of mouth (WOM).Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi berbagai motivasi yang dimiliki oleh konsumen coffee shop di Jabodetabek terdorong untuk memberikan kontribusi WOM di sosial media (sWOM).Dari hasil penelitian ini didapat kesimpulan bahwa faktor terbesar konsumen coffee shop di Jabodetabek untuk melakukan sWOM adalah need for uniqueness.Hal ini menunjukkan bahwa saat ini sWOM telah menjadi salah satu alat untuk menunjukkan keunikan seseorang di sosial media.Dan motivasi selanjutnya yang menjadi faktor penentu konsumen dalam melakukan sWOM adalah opinion leadership.Sehingga dapat disimpulkan bahwa konsumen yang memiliki pengaruh di sosial media cenderung untuk terus menunjukkan pengaruhnya melalui aktifitas sWOM.Kedua kesimpulan ini selaras dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa berbagi informasi terutama mengenai pengalaman berwisata adalah bertujuan untuk menunjukkan bahwa konsumen merasa berbeda dan unik (Ek Styvén & Foster, 2018) dan seorang konsumen yang merupakan opinion leader cenderung lebih sering menggunakan internet untuk berbagi informasi (Ek Styvén & Foster, 2018).Namun demikian, dalam penelitian ini juga diperoleh hasil bahwa experience dan reflection of self tidak secara langsung menjadi motivasi konsumen untuk berbagi informasi (sWOM) mengenai coffee shop yang mereka datangi.Namun demikian, jika terdapat variabel opinion leadership diantara keduanya, maka experience dan reflection of self justru berpengaruh secara positif terhadap motivasi sWOM konsumen.Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh seseorang di dunia maya khususnya sosial media menjadi penentu seseorang untuk membagikan pengalaman serta citra dirinya di sosial media yang dilakukan.

Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai motivasi konsumen dalam melakukan sWOM di industri lain seperti restoran, hotel, transportasi, atau industri penyedia jasa lainnya. Kedua, penelitian ini terbatas di area Jabodetabek, Indonesia, sehingga dapat dilakukan juga di luar Jabodetabek atau bahkan di luar Indonesia. Ketiga, penelitian ini hanya terbatas pada empat motivasi, selanjutnya dapat dikaji juga faktor motivasi lain seperti economic incentives.

Read online
File size743.7 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test