GEUTHEEINSTITUTEGEUTHEEINSTITUTE
Jurnal Geuthèë: Penelitian MultidisiplinJurnal Geuthèë: Penelitian MultidisiplinKeberagaman karakteristik peserta didik dalam memahami konsep matematika dapat menjadi hambatan bagi efektivitas pembelajaran apabila tidak dipetakan secara tepat. Penelitian ini bertujuan mengklasifikasikan profil belajar matematika peserta didik ke dalam tipe Analitis, Kolaborator, Teoritis, dan Problem Solver serta mengidentifikasi variabel yang membedakan profil tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Analisis Diskriminan Fisher. Sampel terdiri atas 100 peserta didik kelas VIII pada salah satu SMP di Banda Aceh yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen profil belajar dan angket variabel prediktor yang meliputi keterampilan kognitif, motivasi belajar, gaya belajar, persepsi terhadap metode pembelajaran, dan kondisi lingkungan belajar. Analisis dilakukan dengan prosedur Enter untuk membentuk fungsi klasifikasi Fisher dan mengevaluasi ketepatan model melalui klasifikasi data asli dan cross-validation. Hasil menunjukkan bahwa keterampilan kognitif, motivasi belajar, gaya belajar, dan kondisi lingkungan belajar berbeda secara signifikan antarprofil, sedangkan persepsi terhadap metode pembelajaran tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Model menghasilkan akurasi klasifikasi 96,0% pada data asli dan 89,0% pada cross-validation. Analisis Diskriminan Fisher menunjukkan kemampuan yang baik dalam membedakan dan memetakan empat profil belajar matematika berdasarkan kombinasi karakteristik peserta didik. Temuan ini dapat menjadi rujukan strategis bagi pendidik dalam merancang strategi pembelajaran yang responsif terhadap keberagaman profil belajar peserta didik.
Analisis Diskriminan Fisher berhasil membentuk model klasifikasi profil belajar matematika ke dalam empat tipe, yaitu Analitis, Kolaborator, Teoritis, dan Problem Solver, berdasarkan kombinasi lima variabel prediktor.Keterampilan kognitif, motivasi belajar, gaya belajar, dan kondisi lingkungan belajar menunjukkan perbedaan yang signifikan antarprofil, sedangkan persepsi terhadap metode pembelajaran tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan.Model yang dibentuk dengan metode Enter menghasilkan ketepatan klasifikasi sebesar 96,0% pada data asli dan 89,0% pada cross-validation, sehingga menunjukkan kemampuan yang baik dalam membedakan dan memetakan peserta didik ke dalam profil belajar.Model ini memberikan pendekatan yang lebih terukur dalam pemetaan profil belajar matematika dan dapat menjadi dasar bagi pendidik dalam merancang pembelajaran yang responsif terhadap keragaman karakteristik peserta didik.Penelitian selanjutnya disarankan untuk memvalidasi model pada sampel dan konteks sekolah yang lebih beragam serta membandingkan kinerjanya dengan metode klasifikasi lainnya guna menguji generalisasi dan ketahanan model.
Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: . . 1. Memvalidasi model klasifikasi profil belajar matematika pada sampel yang lebih beragam, baik dari segi usia, tingkat pendidikan, maupun latar belakang sosial budaya. Hal ini akan membantu menguji generalisasi model dan memastikan bahwa model dapat diterapkan secara luas.. . 2. Membandingkan kinerja model dengan metode klasifikasi lainnya, seperti analisis faktor atau analisis cluster, untuk mengidentifikasi metode mana yang paling efektif dalam mengklasifikasikan profil belajar matematika. Perbandingan ini akan memberikan wawasan tentang kekuatan dan kelemahan masing-masing metode.. . 3. Mengembangkan model klasifikasi yang lebih kompleks dengan mempertimbangkan variabel-variabel tambahan, seperti kemampuan pemecahan masalah, kecerdasan emosional, atau faktor-faktor sosial-emosional lainnya. Variabel-variabel ini dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang profil belajar matematika dan membantu pendidik dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih personal dan efektif.. . Dengan melakukan penelitian lanjutan ini, kita dapat meningkatkan pemahaman tentang profil belajar matematika dan mengembangkan pendekatan pembelajaran yang lebih responsif dan efektif bagi peserta didik.
- The Influence of Learning Motivation, Learning Style, and Learning Environment on Learning Outcomes of... doi.org/10.21009/improvement.v11i1.43655The Influence of Learning Motivation Learning Style and Learning Environment on Learning Outcomes of doi 10 21009 improvement v11i1 43655
- DIFFERENTIATION-BASED LEARNING: UNDERSTANDING INDIVIDUAL DIFFERENCES IN LEARNING STRATEGIES | JURNAL... jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/didaktika/article/view/24189DIFFERENTIATION BASED LEARNING UNDERSTANDING INDIVIDUAL DIFFERENCES IN LEARNING STRATEGIES JURNAL jurnal ar raniry ac index php didaktika article view 24189
- Studi Literatur: Peran Pembelajaran Matematika Dalam Pembentukan Karakter Siswa | JURNAL RISET RUMPUN... prin.or.id/index.php/JURRIPEN/article/view/2802Studi Literatur Peran Pembelajaran Matematika Dalam Pembentukan Karakter Siswa JURNAL RISET RUMPUN prin index php JURRIPEN article view 2802
- Klasifikasi Multilabel Pada Gaya Belajar Siswa Sekolah Dasar Menggunakan Algoritma Machine Learning |... doi.org/10.52158/jacost.v5i2.940Klasifikasi Multilabel Pada Gaya Belajar Siswa Sekolah Dasar Menggunakan Algoritma Machine Learning doi 10 52158 jacost v5i2 940
| File size | 704.12 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
GEUTHEEINSTITUTEGEUTHEEINSTITUTE PPATK memiliki dasar legalitas formal untuk meminta penghentian sementara transaksi rekening dormant berdasarkan UU No. 8 Tahun 2010, tetapi legalitasPPATK memiliki dasar legalitas formal untuk meminta penghentian sementara transaksi rekening dormant berdasarkan UU No. 8 Tahun 2010, tetapi legalitas
UWGUWG Implementasi memerlukan amandemen Pasal 5, 26, 130, dan 132 Undang-Undang Paten, peraturan pelaksana yang menentukan konten pengungkapan dan kalibrasiImplementasi memerlukan amandemen Pasal 5, 26, 130, dan 132 Undang-Undang Paten, peraturan pelaksana yang menentukan konten pengungkapan dan kalibrasi
UWGUWG Konsep terroir dalam perlindungan IG Indonesia di bawah perubahan iklim memerlukan pemeriksaan kembali, karena saat ini menunjukkan defisit dalam aturanKonsep terroir dalam perlindungan IG Indonesia di bawah perubahan iklim memerlukan pemeriksaan kembali, karena saat ini menunjukkan defisit dalam aturan
UBHARAUBHARA Kegiatan menghasilkan model struktur yang diperbarui, peta lokasi prioritas perkuatan, detail awal perkuatan kolom dan lantai atas, serta konsep tumpuanKegiatan menghasilkan model struktur yang diperbarui, peta lokasi prioritas perkuatan, detail awal perkuatan kolom dan lantai atas, serta konsep tumpuan
UBHARAUBHARA Kegiatan pengabdian ini mengembangkan praktik pemberdayaan hukum kolaboratif melalui edukasi hukum kontekstual dan dialog masyarakat–aparat di Kota Semarang.Kegiatan pengabdian ini mengembangkan praktik pemberdayaan hukum kolaboratif melalui edukasi hukum kontekstual dan dialog masyarakat–aparat di Kota Semarang.
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kontekstual yang menggabungkan etnomatematika memengaruhi kemampuan pemecahan masalah berdasarkan tingkatHasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kontekstual yang menggabungkan etnomatematika memengaruhi kemampuan pemecahan masalah berdasarkan tingkat
UNWAHAUNWAHA Dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran yang kreatif dan relevan secara budaya mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan prestasi matematikaDapat disimpulkan bahwa media pembelajaran yang kreatif dan relevan secara budaya mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan prestasi matematika
HAMJAHDIHAHAMJAHDIHA Kriteria persentase skor penelitian berdasarkan BSNP, maka peneliti menggolongkan hasil persentase kelayakan media ini adalah layak karena nilai kelayakannyaKriteria persentase skor penelitian berdasarkan BSNP, maka peneliti menggolongkan hasil persentase kelayakan media ini adalah layak karena nilai kelayakannya
Useful /
UBHARAUBHARA Tahapan kegiatan mencakup identifikasi kebutuhan lokal, penyusunan materi berbasis situasi, edukasi dan dialog tatap muka, serta evaluasi reflektif terhadapTahapan kegiatan mencakup identifikasi kebutuhan lokal, penyusunan materi berbasis situasi, edukasi dan dialog tatap muka, serta evaluasi reflektif terhadap
UBHARAUBHARA Kegiatan menggunakan pendekatan pemberdayaan berbasis komunitas dengan evaluasi proses kualitatif. Kebutuhan awal dipetakan melalui survei lapangan, wawancaraKegiatan menggunakan pendekatan pemberdayaan berbasis komunitas dengan evaluasi proses kualitatif. Kebutuhan awal dipetakan melalui survei lapangan, wawancara
UNWAHAUNWAHA Tujuan pengabdian masyarakat melalui sosialisasi pernikahan dini ini untuk memberikan edukasi kepada remaja di Desa Selaawi mengenai bahaya pernikahanTujuan pengabdian masyarakat melalui sosialisasi pernikahan dini ini untuk memberikan edukasi kepada remaja di Desa Selaawi mengenai bahaya pernikahan
UNWAHAUNWAHA Sosial, meliputi pengembangan keterampilan sosial peserta didik, membangun rasa kebersamaan dan solidaritas, terjalinnya hubungan yang lebih harmonis antaraSosial, meliputi pengembangan keterampilan sosial peserta didik, membangun rasa kebersamaan dan solidaritas, terjalinnya hubungan yang lebih harmonis antara