USNSJUSNSJ

AJAJ

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya produksi serta menentukan pendapatan petani kakao di Desa Ulunggolaka, Kabupaten Kolaka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam studi ini terdiri dari 45 petani kakao di Desa Ulunggolaka, Kabupaten Kolaka. Sampel penelitian ditentukan menggunakan rumus Slovin, menghasilkan 31 petani kakao sebagai responden. Analisis data yang digunakan meliputi rumus penjualan, rumus biaya produksi, dan rumus pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan petani per tahun adalah Rp 10.986.209 per orang. Pendapatan ini diperoleh dari total penerimaan sebesar Rp 13.311.000 untuk seluruh responden. Total biaya produksi adalah Rp 2.324.791 per orang dengan harga jual Rp 29.000 per kilogram. Biaya produksi ini terdiri dari biaya variabel sebesar Rp 2.154.194 per orang dan biaya tetap sebesar Rp 170.597 per orang.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai pengaruh biaya produksi terhadap pendapatan petani kakao di Desa Ulunggolaka, Kabupaten Kolaka, dapat disimpulkan bahwa rata-rata pendapatan petani kakao di wilayah tersebut adalah sekitar Rp 10.209 per tahun dari 5 hingga 6 kali panen.Selain itu, rata-rata biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani kakao selama proses produksi adalah sebesar Rp 2.

Penelitian ini memberikan gambaran penting tentang biaya produksi dan pendapatan petani kakao di Desa Ulunggolaka. Untuk penelitian selanjutnya, sangat menarik untuk menggali lebih dalam faktor-faktor yang memengaruhi keputusan petani dalam mengelola biaya. Misalnya, sebuah studi bisa menyelidiki bagaimana tingkat literasi keuangan dan akses terhadap informasi pertanian memengaruhi efisiensi penggunaan input produksi oleh petani kakao, serta bagaimana program penyuluhan dapat dirancang untuk meningkatkan kapasitas petani dalam manajemen biaya dan adopsi inovasi. Selain itu, mempertimbangkan tantangan terkait kualitas dan pengeringan kakao saat musim hujan, penelitian masa depan dapat berfokus pada evaluasi efektivitas teknologi pascapanen sederhana, seperti penggunaan rumah pengering bertenaga surya atau metode fermentasi yang lebih baik, dalam meningkatkan mutu dan nilai jual biji kakao di tingkat petani. Ini bisa juga mencakup analisis adopsi teknologi oleh petani. Terakhir, untuk melihat gambaran yang lebih komprehensif, perlu dilakukan penelitian yang mengidentifikasi dan menganalisis seluruh rantai nilai kakao, mulai dari petani hingga konsumen akhir, untuk menemukan titik-titik optimalisasi yang dapat meningkatkan pendapatan petani secara berkelanjutan, misalnya melalui skema harga yang adil atau kemitraan langsung dengan industri pengolahan.

  1. Analysis of Production Cost on Income of Chocolate Farmers | Bustang | Agribusiness Journal. analysis... doi.org/10.31327/aj.v6i2.2072Analysis of Production Cost on Income of Chocolate Farmers Bustang Agribusiness Journal analysis doi 10 31327 aj v6i2 2072
  2. ANALISIS BIAYA TERHADAP PENDAPATAN USAHATANI KAKAO DI KECAMATAN INDRA MAKMUR KABUPATEN ACEH TIMUR | Jurnal... ejurnalunsam.id/index.php/jagris/article/view/839ANALISIS BIAYA TERHADAP PENDAPATAN USAHATANI KAKAO DI KECAMATAN INDRA MAKMUR KABUPATEN ACEH TIMUR Jurnal ejurnalunsam index php jagris article view 839
Read online
File size255.76 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test