USNSJUSNSJ

AJAJ

Tanaman porang merupakan salah satu komoditas yang layak dikembangkan karena nilai ekonominya yang tinggi, selain itu, kandungan umbi porang juga dimanfaatkan dalam industri pangan dan kesehatan. Penelitian ini dilaksanakan di PT Al Fatih Porang di Kabupaten Sidrap. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji Strategi Pengembangan Komoditas Tanaman Porang di Desa Talumae, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah karyawan PT Al Fatih Porang di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. Ukuran sampel yang digunakan adalah 50 karyawan yang dipilih secara purposif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan kuesioner. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan analisis data SWOT untuk melihat strategi pengembangan komoditas porang di PT Al Fatih Porang, Kabupaten Sidrap. Matriks SWOT adalah alat untuk mencocokkan faktor-faktor kunci eksternal dan internal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Al Fatih Porang memiliki nilai kekuatan IFAS sebesar 1,84 yang lebih besar dari nilai kelemahan, yaitu 1,66. Nilai peluang EFAS adalah 2,57, yang menunjukkan bahwa nilai peluang lebih besar dari nilai ancaman, yaitu 0,68. PT Al Fatih Porang berada di Kuadran I sehingga strategi pengembangan alternatif yang dapat diterapkan adalah memanfaatkan pengalaman petani untuk mengelola lahan yang ada guna memenuhi peningkatan permintaan porang dari industri serta memanfaatkan fasilitas produksi benih dan pupuk untuk menghasilkan porang dengan kualitas dan kuantitas yang baik sehingga dapat mencapai harga porang yang maksimal.

Studi ini menyimpulkan bahwa PT Al Fatih Porang memiliki posisi strategi di Kuadran I berdasarkan analisis SWOT, dengan kekuatan IFAS (1,84) melebihi kelemahan (1,66) dan peluang EFAS (2,57) melebihi ancaman (0,68).Faktor internal menunjukkan kekuatan berupa ketersediaan lahan luas, pengalaman petani, dan fasilitas produksi memadai.sementara kelemahan terletak pada serangan hama, produktivitas rendah, dan kontrol pasar yang lemah.Faktor eksternal meliputi peluang dari peningkatan permintaan industri dan dukungan pemerintah, namun dihadapkan pada ancaman fluktuasi harga dan kurangnya informasi.Oleh karena itu, strategi pengembangan komoditas porang yang direkomendasikan adalah memanfaatkan pengalaman petani dan lahan yang ada untuk memenuhi permintaan industri, serta mengoptimalkan fasilitas produksi benih dan pupuk guna menghasilkan porang berkualitas tinggi demi mencapai harga maksimal.

Penelitian ini telah mengidentifikasi strategi pengembangan komoditas porang, namun terdapat beberapa celah yang dapat dieksplorasi lebih lanjut untuk optimalisasi dan keberlanjutan. Pertama, mengingat adanya masalah hama dan produktivitas rendah yang disebabkan kurangnya edukasi, penelitian di masa mendatang dapat fokus pada pengujian empiris berbagai praktik budidaya porang yang inovatif dan pengelolaan hama terpadu yang spesifik untuk kondisi geografis dan agroklimat di Kabupaten Sidrap. Ini akan membantu mengidentifikasi metode terbaik yang tidak hanya meningkatkan hasil panen secara signifikan tetapi juga meminimalkan dampak lingkungan. Selanjutnya, dengan adanya kelemahan dalam kontrol pasar dan ancaman fluktuasi harga, studi mendalam mengenai struktur rantai nilai komoditas porang dari petani hingga konsumen akhir sangatlah penting. Penelitian ini dapat menganalisis peran berbagai aktor, mengidentifikasi titik-titik krusial yang mempengaruhi harga, dan merekomendasikan model bisnis atau kelembagaan, seperti koperasi petani atau kemitraan strategis, yang mampu memberikan stabilitas harga dan nilai tambah yang lebih adil bagi petani porang. Terakhir, untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang, penelitian dapat mengeksplorasi potensi integrasi tanaman porang dengan sistem pertanian berkelanjutan lainnya, seperti agroforestri atau rotasi tanaman, untuk diversifikasi pendapatan dan menjaga kesehatan tanah. Pendekatan ini akan melengkapi strategi pengembangan yang ada dengan perspektif ekologis dan ekonomi yang lebih holistik, sehingga budidaya porang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi tetapi juga lestari secara lingkungan bagi masyarakat di Desa Talumae dan sekitarnya.

  1. ANALISIS RISIKO PRODUKSI DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA PADA USAHATANI JAGUNG (Zea mays L.) DI... doi.org/10.26418/j.sea.v1i3.4366ANALISIS RISIKO PRODUKSI DAN FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA PADA USAHATANI JAGUNG Zea mays L DI doi 10 26418 j sea v1i3 4366
  2. Pendampingan Masyarakat dalam Budidaya Porang secara Agroforestri untuk Mewujudkan Alasombo sebagai Sentra... doi.org/10.20961/prima.v5i2.46454Pendampingan Masyarakat dalam Budidaya Porang secara Agroforestri untuk Mewujudkan Alasombo sebagai Sentra doi 10 20961 prima v5i2 46454
  3. Porang Plant Commodity Development Strategy | Asmi | Agribusiness Journal. porang plant commodity development... doi.org/10.31327/aj.v6i2.2078Porang Plant Commodity Development Strategy Asmi Agribusiness Journal porang plant commodity development doi 10 31327 aj v6i2 2078
Read online
File size358.83 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test