UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI

Jurnal Teknologi Informasi dan KomputerJurnal Teknologi Informasi dan Komputer

Pada tahun 2019, Kementerian Pariwisata Indonesia meluncurkan inisiatif Go Digital sebagai strategi untuk mengatasi pertumbuhan jumlah wisatawan milenial dalam negeri. Wisatawan generasi muda ini memiliki pola konsumsi wisata yang berbeda, dengan pembelian tiket, pemesanan akomodasi, dan pemilihan paket wisata yang semuanya dilakukan secara digital. Mereka dikenal sebagai individu yang mandiri dan cenderung mengandalkan teknologi digital dalam kegiatan traveling mereka. Golongan wisatawan ini sering disebut sebagai free independent traveler (FIT) yang umumnya terdiri dari kaum muda sekitar 21 – 36 tahun. Terkait dengan pariwisata di Bali dan potensi dari pasar wisatawan FIT ini, semakin banyak FIT yang mengunjungi Bali. Mereka mendapatkan rekomendasi destinasi dari media sosial. Kebutuhan informasi pariwisata melalui media sosial banyak tersebar melalui akun-akun traveling di Bali melalui social media Instagram dan tiktok. Namun, terdapat kendala-kendala dalam situasi ini. Beberapa masalah yang dihadapi oleh FIT meliputi kesulitan dalam menemukan kendaraan yang sesuai dengan anggaran mereka. Biasanya, mereka hanya mencari penyewaan di sekitar tempat menginap, dan berusaha mencari layanan sewa motor terdekat untuk digunakan dalam menjelajahi tempat-tempat wisata di Bali. Namun, seringkali FIT mengalami kesulitan menemukan motor yang sesuai dengan standar mereka. Oleh karena itu, mereka kesulitan menemukan tempat sewa motor yang dapat diandalkan dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Dalam konteks ini, aplikasi berbasis mobile yang dikembangkan dalam penelitian ini diharapkan menjadi prototipe yang dapat membantu mengatasi masalah yang dihadapi oleh FIT. Pada tahap perancangan, aplikasi ini menggunakan metodologi design thinking dan kerangka kerja design sprint. Dalam tahap pengembangan, model arsitektur Model-View-ViewModel (MVVM) digunakan. Pada tahap akhir, dilakukan analisis atau kajian usabilitas terhadap aplikasi mobile rentbikebali untuk mengevaluasi pengalaman pengguna, efektivitas dan usabilitas aplikasi rentbikebali yang dikembangkan dalam penelitian ini. Dari kajian usabilitas didapatkan bahwa sebanyak 77,3 % atau skala 3,87 aplikasi ini sudah memenuhi aspek usabilitas: Learnability, Satisfaction, memorability, error frequency, efficiency of use.

Aplikasi mobile android ride hailing rent bike di Bali telah dikembangkan dengan menggunakan metode design sprint dan design thinking.Pembuatan aplikasi ini menggunakan teknologi berbasis mobile Android dan diharapkan dapat membantu pengguna dalam mencari motor sewa saat mengunjungi Bali.Pengujian usabilitas pada aplikasi ini menunjukkan bahwa aplikasi ini telah memenuhi aspek usabilitas seperti learnability, satisfaction, memorability, error frequency, dan efficiency of use dengan persentase 77,3% atau skala 3,87.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi integrasi teknologi augmented reality (AR) dalam aplikasi Rentbikebali untuk memberikan pengalaman visualisasi motor sewaan yang lebih interaktif kepada pengguna. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan aplikasi penyewaan motor serupa di destinasi wisata lain untuk mengidentifikasi praktik terbaik dan peluang peningkatan. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan sistem rekomendasi yang dipersonalisasi berdasarkan preferensi pengguna, riwayat penyewaan, dan data lokasi untuk meningkatkan kepuasan pengguna dan efisiensi pencarian. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan aplikasi penyewaan motor yang lebih inovatif dan berorientasi pada kebutuhan pengguna, serta meningkatkan daya saing industri pariwisata di Bali.

Read online
File size785.37 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test