STAISDHARMASTAISDHARMA

Kusuma: Jurnal Pengabdian kepada MasyarakatKusuma: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat

Modernisasi menciptakan tantangan besar bagi penyuluh agama Islam dalam menyampaikan dakwah di tengah perubahan sosial dan budaya. Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi dakwah di Masjid Bait Al-Tawwabin, Kecamatan Losarang, menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa penyuluh agama memanfaatkan teknologi digital, pendekatan partisipatif, dan materi dakwah yang relevan untuk menjawab kebutuhan masyarakat modern. Tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan sumber daya, tingkat pemahaman agama yang beragam, serta pengaruh budaya populer. Strategi komunikasi yang inovatif terbukti meningkatkan partisipasi jamaah dan kesadaran beragama. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan teknologi bagi penyuluh agama, kolaborasi dengan komunitas lokal, dan integrasi nilai moderasi beragama dalam dakwah.

Temuan penelitian menunjukkan bahwa komunikasi dakwah di Masjid Bait Al-Tawwabin berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kesadaran beragama masyarakat.Efektivitas metode dakwah ditentukan oleh kompetensi penyuluh agama dalam menyampaikan pesan secara kontekstual, komunikatif, dan selaras dengan karakteristik jamaah.Meskipun dihadapkan pada keterbatasan sarana, rendahnya partisipasi sebagian kelompok, serta potensi miskomunikasi, pendekatan dakwah yang adaptif terbukti mampu mendorong perubahan positif dalam pola pikir keagamaan, praktik ibadah, dan keberlanjutan keterlibatan jamaah.Lebih lanjut, keterlibatan aktif penyuluh agama yang direspons secara positif oleh masyarakat menjadi faktor kunci keberhasilan komunikasi dakwah.Proses dakwah yang efektif tidak hanya meningkatkan pemahaman keagamaan, tetapi juga memperkuat nilai dan sikap religius serta partisipasi masyarakat secara berkelanjutan.Dengan demikian, penguatan strategi komunikasi dakwah yang partisipatif dan kontekstual menjadi prasyarat penting dalam upaya meningkatkan kesadaran beragama masyarakat secara berkelanjutan.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan strategi komunikasi dakwah yang lebih inovatif dan terukur. Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas penggunaan media sosial dan platform digital dalam menyampaikan pesan dakwah, terutama dalam menjangkau generasi muda. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi peran kolaborasi antara penyuluh agama dengan komunitas lokal dalam meningkatkan partisipasi dan kesadaran beragama. Ketiga, studi tentang integrasi nilai-nilai moderasi beragama dalam dakwah dapat dilakukan untuk memahami bagaimana nilai-nilai tersebut dapat disampaikan secara efektif dan diterima oleh masyarakat.

Read online
File size652.11 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test