UnwahasUnwahas

TAWASUTTAWASUT

Studi ini bertujuan untuk menganalisis secara filosofis hubungan antara epistemologi, ontologi, dan aksiologi dalam pendidikan Islam sebagai paradigma komprehensif untuk membangun sistem pendidikan Muslim yang holistik. Studi ini menggunakan metode penelitian pustaka dengan pendekatan filosofis, konseptual, dan historis. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi sumber primer, termasuk Al-Quran, hadis, dan karya tokoh-tokoh terkemuka dalam pendidikan Islam, serta sumber sekunder seperti artikel ilmiah, buku, prosiding konferensi, dan disertasi relevan. Analisis data dilakukan menggunakan analisis konten, analisis filosofis, analisis komparatif, dan analisis sintetis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa epistemologi pendidikan Islam berakar pada integrasi wahyu, akal, indra, dan intuisi sebagai sumber pengetahuan yang saling melengkapi. Dasar epistemologis ini membentuk ontologi pendidikan Islam yang menganggap manusia sebagai abd Allāh dan khalīfah fi al-arḍ, sementara pengetahuan dipahami sebagai amanah ilahi yang bertujuan membentuk insān kāmil. Selain itu, ontologi ini melahirkan aksiologi pendidikan yang berorientasi pada pendidikan adab, pendidikan karakter, dan pengembangan peradaban. Novelty dari studi ini terletak pada formulasi model integratif yang menempatkan epistemologi sebagai dasar ontologi dan ontologi sebagai dasar aksiologi pendidikan Islam, sehingga menghasilkan paradigma tauhid yang relevan untuk pengembangan kurikulum, instruksi, dan kebijakan pendidikan di era Masyarakat 5.0.

Studi ini menegaskan bahwa epistemologi, ontologi, dan aksiologi merupakan tiga pilar filosofis yang tidak terpisahkan dalam membangun paradigma pendidikan Islam.Epistemologi pendidikan Islam menempatkan wahyu, akal, indra, dan intuisi sebagai sumber pengetahuan yang saling melengkapi dalam kerangka tawhid.Dasar epistemologis ini membentuk perspektif ontologis tentang manusia, pengetahuan, dan pendidikan yang menganggap manusia sebagai abd Allāh dan khalīfah fi al-arḍ.Aksiologi pendidikan Islam berfokus pada penciptaan individu yang beriman, berakhlak mulia, dan mampu membangun peradaban.Model integratif ini memiliki implikasi teoritis dan praktis untuk pengembangan kurikulum, strategi pembelajaran, evaluasi pendidikan, dan kebijakan pendidikan Islam yang tetap berakar pada paradigma tawhid namun adaptif terhadap tantangan global di era Masyarakat 5.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji penerapan model integratif epistemologi, ontologi, dan aksiologi dalam konteks pendidikan inklusif di era digital. Selain itu, perlu dilakukan studi komparatif antara paradigma pendidikan Islam dengan pendekatan pendidikan lainnya untuk memahami keunikan dan relevansinya. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi peran teknologi dalam memperkuat pendekatan tawhid dalam pendidikan, seperti penggunaan platform digital untuk memfasilitasi pembelajaran berbasis nilai dan karakter.

Read online
File size243.49 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test