IDID
JAMSIJAMSIPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penanaman karakter Islami pada anak usia dini melalui kegiatan Pesantren Ramadhan di RA Al-Hasanah Dharmasraya. Sasaran kegiatan adalah 12 anak usia dini yang mengikuti program Pesantren Ramadhan selama periode 5 Februari hingga 5 Maret 2026. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pelaksanaan kegiatan meliputi pembiasaan doa harian, praktik wudhu dan shalat, membaca Iqra, serta penanaman akhlak melalui cerita Islami dengan pendekatan bermain sambil belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan karakter Islami anak, ditandai dengan meningkatnya kebiasaan berdoa dari 6 menjadi 12 anak, sikap sopan santun dari 5 menjadi 11 anak, serta disiplin dalam kegiatan dari 4 menjadi 10 anak. Peran guru sebagai teladan dan dukungan orang tua dalam pembiasaan di rumah turut memperkuat hasil kegiatan. Dengan demikian, kegiatan Pesantren Ramadhan terbukti efektif dalam menanamkan karakter Islami pada anak usia dini secara berkelanjutan.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa kegiatan Pesantren Ramadhan di RA Al-Hasanah Dharmasraya efektif dalam menanamkan karakter Islami pada anak usia dini.Keberhasilan ini didukung oleh perencanaan yang sistematis, pelaksanaan yang terstruktur, dan penggunaan metode pembelajaran yang sesuai.Peran aktif guru dan dukungan orang tua juga menjadi faktor penting dalam proses penanaman karakter ini.
Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengkaji efektivitas Pesantren Ramadhan dalam jangka panjang, dengan menelusuri bagaimana karakter Islami yang ditanamkan pada anak usia dini dapat dipertahankan dan dikembangkan seiring pertumbuhan mereka. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model Pesantren Ramadhan yang lebih inovatif dan adaptif, dengan mempertimbangkan keberagaman karakteristik anak dan konteks lingkungan. Ketiga, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan efektivitas Pesantren Ramadhan dengan program penanaman karakter Islami lainnya, untuk mengidentifikasi praktik-praktik terbaik yang dapat diadopsi secara luas. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan karakter Islami pada anak usia dini di Indonesia, serta menghasilkan generasi muda yang berakhlak mulia dan berlandaskan nilai-nilai agama.
| File size | 246.75 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
IDID Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya pola tanam beragam dengan lima spot tanaman buah seluas 0,5 hektar, partisipasi aktif 28 petani, serta peningkatanHasil kegiatan menunjukkan terbentuknya pola tanam beragam dengan lima spot tanaman buah seluas 0,5 hektar, partisipasi aktif 28 petani, serta peningkatan
IDID Melalui kolaborasi ini, kami tidak hanya berhasil memberdayakan anak-anak pesisir, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian budaya lokal dan ekosistemMelalui kolaborasi ini, kami tidak hanya berhasil memberdayakan anak-anak pesisir, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian budaya lokal dan ekosistem
IDID Intervensi digital berbasis workshop hybrid berhasil meningkatkan skor literasi kesehatan remaja dari 2,45 menjadi 4,12 dan mencapai retensi 96,6% dalamIntervensi digital berbasis workshop hybrid berhasil meningkatkan skor literasi kesehatan remaja dari 2,45 menjadi 4,12 dan mencapai retensi 96,6% dalam
IDID Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan gizi, pemahaman tentang stunting, serta sikap positif terhadap konsumsi protein hewaniHasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan gizi, pemahaman tentang stunting, serta sikap positif terhadap konsumsi protein hewani
IDID 12 program ini mencakup berbagai pendidikan hingga teknologi, dimana program tersebut dapat sebagai upaya memecahkan masalah yang sedang di hadapi masyarakat.12 program ini mencakup berbagai pendidikan hingga teknologi, dimana program tersebut dapat sebagai upaya memecahkan masalah yang sedang di hadapi masyarakat.
IDID Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Edukasi dengan melakukan intervensi senam anemia di Panti asuhan bukti Hermon Kota sorong. hasil dalamMetode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Edukasi dengan melakukan intervensi senam anemia di Panti asuhan bukti Hermon Kota sorong. hasil dalam
IDID Tujuan pelatihan ini agar guru mengusai IT selain meningkatkan kompetensi secara pribadi juga dapat menunjukkan profesionalisme profesinya. Kemampuan ITTujuan pelatihan ini agar guru mengusai IT selain meningkatkan kompetensi secara pribadi juga dapat menunjukkan profesionalisme profesinya. Kemampuan IT
IDID Kegiatan ini juga meningkatkan pengetahuan guru dalam bidang pembuatan yang dibuktikan dari analisis data dengan hasil kriteria tinggi berjumlah 13 orangKegiatan ini juga meningkatkan pengetahuan guru dalam bidang pembuatan yang dibuktikan dari analisis data dengan hasil kriteria tinggi berjumlah 13 orang
Useful /
IDID Kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Edukasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di SMAN 11 Pandeglang telah terlaksana dengan efektif.melalui metodeKegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Edukasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di SMAN 11 Pandeglang telah terlaksana dengan efektif.melalui metode
IDID Program Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilaksanakan bersama Kelompok Berkah Nurmushroom telah memberikan hasil signifikan terhadap peningkatan kemampuanProgram Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilaksanakan bersama Kelompok Berkah Nurmushroom telah memberikan hasil signifikan terhadap peningkatan kemampuan
IDID Selain itu, kegiatan ini mendorong perubahan persepsi mitra terhadap limbah kain majun sebagai sumber daya bernilai ekonomi dan berpotensi mendukung penerapanSelain itu, kegiatan ini mendorong perubahan persepsi mitra terhadap limbah kain majun sebagai sumber daya bernilai ekonomi dan berpotensi mendukung penerapan
IDID Setelah diberikan penyuluhan kesehatan, tingkat pengetahuan responden menjadi pengetahuan kurang sebanyak 2 (3,6%) responden, cukup sebanyak 5 (9,1%) responden,Setelah diberikan penyuluhan kesehatan, tingkat pengetahuan responden menjadi pengetahuan kurang sebanyak 2 (3,6%) responden, cukup sebanyak 5 (9,1%) responden,