SINOMICSJOURNALSINOMICSJOURNAL

International Journal of Social Science, Education, Communication and EconomicsInternational Journal of Social Science, Education, Communication and Economics

Indeks gap kemiskinan merupakan indikator penting dalam perencanaan kebijakan yang lebih efektif dan terarah, namun masih jarang diteliti. Penelitian ini menganalisis pola distribusi gap kemiskinan serta pengaruh pengeluaran non‑makanan per kapita, tingkat pengangguran terbuka, dan rasio Gini terhadap gap kemiskinan di 154 kabupaten/kota Sumatera pada tahun 2023. Metode yang digunakan adalah analisis korelasi spasial dengan indeks Moran global dan regresi spasial autoregressive (SAR). Hasil menunjukkan bahwa gap kemiskinan memegang pola klaster terdistribusi, dengan wilayah Aceh, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, dan beberapa kepulauan memiliki gap tinggi, sementara bagian tengah Sumatera cenderung memiliki gap rendah. Model SAR memperlihatkan bahwa peningkatan pengeluaran non‑makanan per kapita menurunkan gap kemiskinan, sedangkan ketidaksetaraan pendapatan (rasio Gini) justru meningkatkan gap tersebut, sementara tingkat pengangguran terbuka tidak menunjukkan pengaruh signifikan.

Penyebaran spasial gap kemiskinan di Sumatera pada 2023 menunjukkan Aceh memiliki wilayah dengan gap tinggi, sedangkan Sumatera Barat didominasi wilayah dengan gap rendah.Model SAR menunjukkan pengeluaran non‑makanan per kapita memiliki pengaruh negatif, rasio Gini memiliki pengaruh positif, sementara tingkat pengangguran terbuka tidak menunjukkan pengaruh signifikan pada gap kemiskinan.Kebijakan pengurangan kemiskinan harus mempertimbangkan dimensi spasial secara kolektif dengan melibatkan wilayah tetangga.

Pengembangan penelitian selanjutnya dapat meneliti dampak interaksi antara infrastruktur transportasi dan tingkat akses layanan kesehatan pada penurunan gap kemiskinan di wilayah pedesaan Sumatera, menggunakan model spasial dinamis untuk menangkap perubahan temporal. Selain itu, studi longitudinal dapat menilai efektivitas program subsidi pendidikan non‑makanan dalam mengurangi ketidaksetaraan pendapatan, dengan mengkaji data multi‑tahun untuk mendeteksi pola kebijakan yang berkelanjutan. Terakhir, penelitian komparatif antara wilayah berpendapatan rendah dan menengah di Sumatera dapat mengeksplorasi variabel lingkungan seperti kualitas tanah dan ketersediaan air bersih, guna memahami kontribusi faktor fisik terhadap ketahanan ekonomi komunitas, dan mengidentifikasi potensi intervensi berbasis alam.

  1. Is Multidimensional Poverty Different from Monetary Poverty in Lampung Province? | Atlantis Press. poverty... atlantis-press.com/proceedings/icebe-22/125987760Is Multidimensional Poverty Different from Monetary Poverty in Lampung Province Atlantis Press poverty atlantis press proceedings icebe 22 125987760
  2. The Effect of Economic Growth on Multidimensional Poverty | Journal Research of Social Science, Economics,... jrssem.publikasiindonesia.id/index.php/jrssem/article/view/156The Effect of Economic Growth on Multidimensional Poverty Journal Research of Social Science Economics jrssem publikasiindonesia index php jrssem article view 156
  3. Penerapan Metode Klasifikasi Perangkat Lunak ArcMap pada Pemetaan Penyebaran Penyakit Dengue di Bandung... iptek.its.ac.id/index.php/limits/article/view/9226Penerapan Metode Klasifikasi Perangkat Lunak ArcMap pada Pemetaan Penyebaran Penyakit Dengue di Bandung iptek its ac index php limits article view 9226
  4. Provincial Evidence: Long-Run Impact of Human Development Indicators on Poverty Gap and Severity | Grimsa... doi.org/10.61975/gjbes.v1i2.26Provincial Evidence Long Run Impact of Human Development Indicators on Poverty Gap and Severity Grimsa doi 10 61975 gjbes v1i2 26
Read online
File size480.3 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test