IDID

JAMSIJAMSI

Penguatan karakter mental remaja merupakan isu penting dalam konteks pendidikan menengah, khususnya di tengah tekanan akademis yang semakin kompleks, tuntutan prestasi, dan tantangan sosial. Remaja SMA berada pada tahap perkembangan yang rentan terhadap stres dan krisis kepercayaan diri, sehingga memerlukan intervensi yang mendukung ketahanan mental dan motivasi belajar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat karakter mental siswa melalui intervensi pendidikan berbasis pola pikir berkembang di SMAN 2 Kuala, Kabupaten Nagan Raya. Metode yang digunakan adalah lokakarya partisipatif yang dirancang interaktif dan kontekstual. Kegiatan ini mencakup presentasi konseptual tentang perbedaan antara pola pikir tetap dan pola pikir berkembang, diskusi reflektif berdasarkan pengalaman siswa, simulasi perubahan sikap terhadap kegagalan, dan latihan interaktif untuk menumbuhkan keberanian mencoba dan ketekunan dalam belajar. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pemahaman siswa tentang perbedaan antara kedua pola pikir tersebut, pergeseran perspektif mereka tentang kegagalan sebagai peluang belajar, dan peningkatan kepercayaan diri dalam menghadapi tantangan akademis. Pendekatan ini merupakan intervensi yang praktis, berdampak, namun mudah dipahami untuk membangun ketahanan mental remaja dan direkomendasikan untuk direplikasi secara berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter di sekolah.

Program pengabdian masyarakat berbasis pola pikir berkembang diimplementasikan di SMAN 2 Kuala menunjukkan hasil yang tepat dan terukur, termasuk peningkatan pemahaman siswa tentang pola pikir berkembang, perubahan persepsi tentang kegagalan, dan penguatan kepercayaan diri serta ketekunan dalam menghadapi tantangan akademis.Hasil evaluasi mengungkapkan peningkatan pemahaman konseptual siswa tentang perbedaan antara pola pikir tetap dan pola pikir berkembang, diikuti oleh perubahan sikap mereka terhadap interpretasi kesalahan sebagai bagian dari proses pembelajaran.Secara kualitatif, siswa menunjukkan pergeseran bahasa internal mereka ke tingkat yang lebih positif, peningkatan keberanian dalam diskusi, dan kesadaran yang semakin meningkat bahwa kemampuan dapat dikembangkan melalui upaya yang konsisten.

Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi dampak jangka panjang intervensi ini terhadap prestasi akademik dengan memantau skor ujian secara longitudinal. Selain itu, studi komparatif antara sekolah yang menerapkan program ini dengan sekolah yang tidak dapat mengidentifikasi faktor moderator seperti dukungan guru dan keterlibatan orang tua. Akhirnya, eksperimen yang menggabungkan pelatihan guru tentang Growth Mindset bisa menilai apakah pelatihan tersebut meningkatkan efektivitas lokakarya siswa dalam meningkatkan ketahanan mental.

  1. Penguatan Growth Mindset Sebagai Strategi Pengembangan Karakter Mental Siswa SMA di SMAN 2 Kuala Kabupaten... doi.org/10.54082/jamsi.2771Penguatan Growth Mindset Sebagai Strategi Pengembangan Karakter Mental Siswa SMA di SMAN 2 Kuala Kabupaten doi 10 54082 jamsi 2771
  2. Open Knowledge Repository. open knowledge repository doi.org/10.1596/1813-9450-9141Open Knowledge Repository open knowledge repository doi 10 1596 1813 9450 9141
  3. Self‐affirmation theory in educational contexts - Easterbrook - 2021 - Journal of Social Issues... doi.org/10.1111/josi.12459SelfyAAAaaffirmation theory in educational contexts Easterbrook 2021 Journal of Social Issues doi 10 1111 josi 12459
Read online
File size395.02 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test