DARUNNAJAHDARUNNAJAH

Cendekia: Jurnal Penelitian Mahasiswa Sosial dan PendidikanCendekia: Jurnal Penelitian Mahasiswa Sosial dan Pendidikan

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) telah membawa disrupsi signifikan dalam ekosistem pendidikan, khususnya dalam konteks pengelolaan kelas dan dinamika pembelajaran interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konvergensi antara kemampuan teknologi berbasis AI dan prinsip-prinsip humanisme dalam mengonfigurasi ulang ruang kelas digital, dengan fokus pada pencapaian keseimbangan yang optimal. Melalui metode studi literatur sistematis dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengkaji secara kritis artikel jurnal, publikasi ilmiah, dan laporan terkini yang dipublikasikan dalam kurun waktu 2019–2024. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa integrasi AI—melalui platform adaptif, analitik pembelajaran, dan sistem manajemen kelas cerdas—menawarkan keunggulan strategis dalam personalisasi konten, asesmen formatif real-time, dan otomatisasi tugas administratif, yang pada gilirannya meningkatkan efisiensi proses instruksional. Namun, analisis juga menunjukkan bahwa pendekatan yang berlebihan pada aspek teknokratis berpotensi mengaburkan dimensi sosio-afektif dan etika dalam pendidikan. Di sinilai nilai-nilai humanisme, yang dalam konteks Indonesia diperkaya dengan filosofi pendidikan karakter dan nilai-nilai Islami, menjadi krusial. Humanisme berperan sebagai fondasi untuk memelihara empati, kreativitas, berpikir kritis, dan interaksi sosial-emosional yang autentik antara pendidik dan peserta didik. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa masa depan pengelolaan kelas yang berkelanjutan dan efektif tidak terletak pada dikotomi antara teknologi dan humaniora, melainkan pada model integrasi sinergis. Model ini mengedepankan kolaborasi simbiotik di mana AI berfungsi sebagai enabler teknis yang canggih, sementara pendidik memegang peran sentral sebagai fasilitator, mentor, dan penjaga nilai-nilai kemanusiaan. Rekomendasi kebijakan yang diajukan adalah perlunya pengembangan kerangka kerja (framework) operasional dan pedoman etik untuk integrasi AI yang selaras dengan tujuan pendidikan nasional yang holistik, serta peningkatan kompetensi literasi digital dan pedagogik-reflektif bagi para pendidik.

Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi antara kecerdasan buatan (AI) dan pendekatan humanisme Islami dalam pengelolaan kelas merupakan kunci untuk menciptakan pembelajaran yang tidak hanya efisien secara teknologi tetapi juga bermakna secara moral dan spiritual.AI terbukti memberikan kontribusi signifikan dalam peningkatan efisiensi manajemen kelas, personalisasi pembelajaran, dan pemantauan kemajuan siswa.Namun demikian, teknologi ini tetap memiliki keterbatasan, terutama dalam hal relasi antarpribadi, pembentukan karakter, serta dimensi etika dan spiritual yang merupakan inti dari pendidikan Islam.Pendekatan humanisme Islami memberikan jawaban atas kekosongan tersebut dengan menekankan pentingnya kehadiran guru sebagai fasilitator nilai dan teladan akhlak.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi adalah sebagai berikut: Pertama, bagaimana mengembangkan model asesmen yang komprehensif yang tidak hanya mengukur kemampuan kognitif siswa, tetapi juga aspek afektif dan spiritual mereka dalam lingkungan pembelajaran berbasis AI. Kedua, penelitian perlu dilakukan untuk mengidentifikasi strategi pelatihan guru yang efektif untuk membekali mereka dengan keterampilan pedagogis yang diperlukan untuk mengintegrasikan AI secara bermakna dalam praktik pengajaran mereka, sambil tetap mempertahankan nilai-nilai humanistik. Ketiga, studi lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang dari penggunaan AI dalam pendidikan terhadap perkembangan karakter dan moral siswa, khususnya dalam konteks nilai-nilai Islami. Penelitian-penelitian ini penting untuk memastikan bahwa integrasi AI dalam pendidikan tidak hanya meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran, tetapi juga berkontribusi pada pembentukan generasi muda yang cerdas, berakhlak mulia, dan berdaya saing global. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan yang lebih baik di masa depan.

  1. Implementasi Kurikulum Outcome Based Education (Obe) Dalam Sistem Pendidikan Tinggi Di Era Revolusi Industri... ejournal.darunnajah.ac.id/index.php/edukasiana/article/view/86Implementasi Kurikulum Outcome Based Education Obe Dalam Sistem Pendidikan Tinggi Di Era Revolusi Industri ejournal darunnajah ac index php edukasiana article view 86
Read online
File size231.05 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test