PNLPNL

Jurnal VokasiJurnal Vokasi

Kerupuk ikan yang beredar di pasaran mengandung karbohidrat tinggi dan bahan tambahan makanan sintetis, seperti pengawet, penstabil warna, dan penambah cita rasa. Pembuatan kerupuk ikan dari ikan segar hasil tangkapan/panen nelayan dan bebas dari bahan tambahan makanan sintetis sebagai wujud kegiatan pengabdian kepada masyarakat dosen Politeknik Negeri Lhokseumawe di desa Jambo Timu Kecamatan Blang Mangat Kota Lhokseumwe. Kerupuk ikan yang dihasilkan akan lebih sehat dan aman untuk dikonsumsi. Pelatihan ini mendapat tanggapan serius dari peserta, pengelola TBM Hasan-Savvas dan perangkat desa. Pelatihan ini diikuti oleh 25 peserta ibu-ibu rumah tangga masyarakat nelayan. Semua peserta mengikutinya dengan tekun dan turut serta dengan aktif dalam semua tahapan pelatihan hingga selesai. Ikan yang digunakan adalah ikan bulan sebagai bahan baku karena harganya sangatlah rendah dan mengandung nilai gizi tinggi. Pembuatannya menggunakan bahan dan alat yang sederhana. Bahan yang digunakan tepung tapioka, daging ikan, telur, air, garam, gula, kunyit, dan bawang putih. Ada bebera tahapan pembuatannya. Tahap pertama, pembuatan adonan yaitu mencampurkan semua bahan yang digunakan dan telah dihaluskan sebelumnya. Tahap kedua, pencetakan dengan cara mendadar adonan menjadi lembaran-lembaran tipis kemudian dipotong-potong sesuai selera. Tahap ketiga, pengeringan dengan penjemuran dibawah sinar matahari langsung sampai kaku dan mudah patah. Tahap keempat, penggorengan menggunakan minyak dalam kemasan, kerupuk ikan siap disajikan. Kerupuk ikan yang dihasilkan sangat renyah, berwarna putih, rasanya enak, dan bentuknya sedikit melengkung. Kerupuk ikan harus dikemas dalam wadah tertutup agar tidak lembek dan terhindar dari faktor perusaknya. Kerupuk ikan dapat dijadikan alternatif usaha dalam meningkatkan ketentraman, kenyamanan kehidupan bermasyarakat nelayan. Kerupuk ikan dapat dipasarkan secara langsung atau setelah digoreng.

Pelatihan pembuatan kerupuk ikan di desa Jambo Timu dengan teknik pendadaran mendapat tanggapan yang serius dari peserta kegiatan dan perangkat desa serta pengelola TBM Hasan-Savvas.Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 25 orang ibu-ibu rumah tangga dari masyarakat nelayan melebihi target yang direncakan hanya 10 peserta.Kerupuk ikan yang dihasilkan memiliki tekstur yang renyah, rasa enak khas ikan bulan yang digunakan, warna putih, dan bentuk sedikit melengkung.Hasil uji organoleptik dari semua peserta pelatihan, kesimpulan rata-rata menyatakan bahwa kerupuk ini penampakan dan rasanya sama seperti kerupuk ikan jenis lain yang ada di pasar dan layak untuk dipasarkan.Kerupuk ikan ini aman untuk dikonsumsi dan menyehatkan serta bebas dari bahan tambahan makanan sintetis karena menggunakan bahan yang alami dan alat yang sederhana.

Untuk meningkatkan kualitas kerupuk ikan, penelitian selanjutnya dapat fokus pada optimasi perbandingan antara daging ikan dan tepung tapioka dalam adonan. Selain itu, studi tentang pengaruh lama penyimpanan terhadap karakteristik kerupuk ikan juga dapat dilakukan untuk memastikan kualitas dan kesegaran produk. Selain itu, penelitian tentang strategi pemasaran yang efektif untuk kerupuk ikan ini dapat dilakukan, terutama dalam hal penetrasi pasar dan membangun merek yang kuat. Dengan demikian, kerupuk ikan ini dapat menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi masyarakat nelayan di Jambo Timu.

Read online
File size600.55 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test