UnwahasUnwahas

TAWASUTTAWASUT

Pesantren memiliki sistem pendidikan yang mengintegrasikan pembelajaran formal dengan kehidupan pondok untuk membentuk karakter siswa. Namun, implementasi kurikulum inklusif di pesantren masih fokus pada kurikulum formal, sementara kurikulum tersembunyi yang terkandung dalam budaya pesantren belum secara sistematis diintegrasikan. Studi ini bertujuan mengembangkan model kurikulum pesantren inklusif berdasarkan integrasi kurikulum tersembunyi dan formal untuk mendukung pembelajaran holistik, inklusif, dan berorientasi karakter. Studi menggunakan pendekatan Penelitian Desain Pendidikan (EDR) yang mencakup analisis kebutuhan, desain model, validasi konseptual, dan penyesuaian model. Temuan menunjukkan bahwa kurikulum tersembunyi terwujud melalui kepemimpinan kiai, adab (etika Islam), kehidupan pondok, kebiasaan beragama, interaksi sosial, dan budaya organisasi yang berkontribusi signifikan pada pembentukan karakter siswa. Sementara itu, kurikulum formal lebih berfokus pada pencapaian akademik tetapi masih kurang terhubung dengan pengalaman belajar yang terkandung dalam kehidupan pesantren. Studi ini mengusulkan model kurikulum terintegrasi yang menggabungkan tujuan pembelajaran, pembelajaran formal, budaya pesantren, kebiasaan harian, dukungan pembelajaran inklusif, dan penilaian autentik menjadi sistem pendidikan yang koheren. Model yang ditawarkan memberikan kerangka konseptual untuk mengembangkan kurikulum yang lebih adaptif, inklusif, dan berbasis nilai sambil mempertahankan tradisi pendidikan pesantren.

Kurikulum pesantren inklusif perlu mengintegrasikan kurikulum tersembunyi dan formal secara sistematis untuk mendukung pembelajaran holistik.Kehidupan pondok dan budaya pesantren berperan penting dalam membentuk karakter siswa, sementara kurikulum formal fokus pada pencapaian akademik.Integrasi kedua komponen ini mampu menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan berorientasi nilai.Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji implementasi model kurikulum terintegrasi di berbagai jenis pesantren dan mengembangkan alat ukur yang valid untuk mengevaluasi tingkat integrasi kurikulum tersembunyi dan formal.

Saran pertama adalah melakukan penelitian empiris untuk mengevaluasi efektivitas model kurikulum terintegrasi di berbagai jenis pesantren, seperti pesantren salaf, khalaf, dan pesantren terpadu. Saran kedua adalah mengembangkan instrumen valid dan handal untuk mengukur tingkat integrasi kurikulum tersembunyi dan formal serta dampaknya terhadap perkembangan karakter, kompetensi sosial, dan pencapaian akademik siswa. Saran ketiga adalah meneliti peran kepemimpinan kiai dan budaya pesantren dalam memperkuat implementasi kurikulum inklusif, dengan fokus pada strategi yang dapat meningkatkan partisipasi aktif semua siswa, termasuk yang memiliki kebutuhan khusus, dalam kegiatan pesantren.

  1. Spiritual Approach to Improve Anti-Bullying Based Learning at MTs NU Nurul Huda Kudus | Jurnal Progress:... doi.org/10.31942/pgrs.v12i1.10697Spiritual Approach to Improve Anti Bullying Based Learning at MTs NU Nurul Huda Kudus Jurnal Progress doi 10 31942 pgrs v12i1 10697
  2. Embracing Diversity: Implementing Inclusion-Based Islamic Education at SMALB Semarang to Meet Diverse... doi.org/10.35445/alishlah.v16i2.5126Embracing Diversity Implementing Inclusion Based Islamic Education at SMALB Semarang to Meet Diverse doi 10 35445 alishlah v16i2 5126
  3. Pesantren and inclusion: Bridging religion and disability in Islamic education in Indonesia | Rofiah... ajod.org/index.php/ajod/article/view/1741Pesantren and inclusion Bridging religion and disability in Islamic education in Indonesia Rofiah ajod index php ajod article view 1741
Read online
File size382.64 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test