UNDARISUNDARIS

Waspada (Jurnal Pengembangan Pendidikan)Waspada (Jurnal Pengembangan Pendidikan)

Kurangnya inovasi guru dalam mengembangkan media pembelajaran dapat menyebabkan masalah dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video edukasi kartun animasi tentang Hukum II Newton untuk memfasilitasi siswa SMA kelas X. Fokus penelitian ini adalah mengembangkan video edukasi kartun animasi dan menilai keefektifannya sebagai media pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development dengan desain pengembangan yang mengadopsi model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert dan dianalisis melalui validasi ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran dalam bentuk video animasi kartun yang dikembangkan menggunakan aplikasi Kinemaster pada pokok bahasan Hukum Newton II memperoleh skor validasi rata-rata 75, yang berarti baik, dan skor rata-rata validasi untuk keefektifan video animasi dalam pembelajaran siswa mencapai 100, yang berarti sangat efektif.

Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan, video edukasi kartun animasi bermuatan literasi teks multimodal untuk penguatan karakter siswa pada materi Hukum II Newton berhasil dikembangkan dengan menggunakan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi.Media yang dikembangkan memadukan unsur teks, gambar, suara, animasi, narasi, dan dialog sehingga dapat membantu siswa memahami konsep gaya, massa, dan percepatan secara lebih konkret dan menarik.Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa media video edukasi kartun animasi memperoleh skor rata-rata 75 dengan kategori baik, yang menunjukkan bahwa media layak digunakan dalam pembelajaran.Selain itu, hasil respon siswa menunjukkan skor rata-rata 100 dengan kategori sangat efektif, sehingga media ini dapat membantu meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran.Video edukasi kartun animasi bermuatan literasi teks multimodal tidak hanya berfungsi sebagai media penyampaian materi, tetapi juga sebagai sarana penguatan karakter siswa.Oleh karena itu, media ini dapat dijadikan alternatif media pembelajaran yang inovatif, menarik, dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran abad ke-21.

1. Penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan video edukasi kartun animasi untuk materi-materi lain di bidang IPA, khususnya fisika, yang juga bersifat abstrak dan membutuhkan visualisasi. Dengan demikian, dapat dihasilkan lebih banyak sumber belajar yang menarik dan efektif untuk membantu siswa memahami konsep-konsep fisika. . 2. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi video edukasi kartun animasi dalam mengembangkan literasi digital siswa. Dengan mempertimbangkan perkembangan teknologi digital dan media sosial, penting untuk mengintegrasikan literasi digital dalam pembelajaran. Video edukasi kartun animasi dapat menjadi media yang menarik untuk melatih siswa dalam memahami dan menafsirkan informasi digital secara kritis.. 3. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengukur dampak penggunaan video edukasi kartun animasi terhadap prestasi akademik siswa. Dengan menilai efektivitas media dalam meningkatkan pemahaman konsep dan hasil belajar siswa, penelitian ini dapat memberikan bukti empiris tentang manfaat penggunaan video edukasi kartun animasi dalam pembelajaran.

  1. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1007/s44020-024-00064-8Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1007 s44020 024 00064 8
  2. 0. authors musringudin universitas muhammadiyah hamka yulian dinihari indraprasta university email protected... doi.org/10.22492/ije.13.3.070 authors musringudin universitas muhammadiyah hamka yulian dinihari indraprasta university email protected doi 10 22492 ije 13 3 07
Read online
File size644.67 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test