AKSIOLOGIAKSIOLOGI

GEMAH RIPAH: Jurnal BisnisGEMAH RIPAH: Jurnal Bisnis

Perkembangan teknologi digital telah mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkan marketplace sebagai sarana utama pemasaran, terutama pada sektor makanan dan minuman yang mengalami peningkatan kompetisi di era ekonomi digital. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan mengenai sejauh mana adopsi marketplace dan literasi digital berpengaruh terhadap kinerja pemasaran, serta apakah literasi digital berperan sebagai mediator dalam hubungan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei dan melibatkan 100 responden UMKM kuliner, yang diperoleh melalui kuesioner berskala Likert. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dan uji Sobel untuk menguji pengaruh langsung dan tidak langsung antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adopsi marketplace dan literasi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pemasaran. Selain itu, literasi digital terbukti memediasi secara parsial dan signifikan secara marginal hubungan antara adopsi marketplace dan kinerja pemasaran. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan strategi pemasaran digital UMKM, sekaligus memperkuat teori penerimaan teknologi dan kemampuan digital. Penelitian ini menyarankan agar pelaku UMKM dan pemangku kepentingan meningkatkan kapasitas digital untuk mengoptimalkan manfaat teknologi, sementara penelitian selanjutnya disarankan memperluas variabel dan konteks sektor usaha.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa adopsi marketplace dan literasi digital secara signifikan dan positif memengaruhi kinerja pemasaran UMKM sektor makanan dan minuman.Literasi digital juga berperan sebagai mediator parsial yang memperkuat hubungan antara adopsi marketplace dan kinerja pemasaran, meskipun dengan signifikansi marginal.Temuan ini tidak hanya memperkaya teori penerimaan teknologi dan kapabilitas digital, tetapi juga memberikan implikasi praktis penting bagi UMKM, pemerintah, dan penyedia platform untuk meningkatkan kapasitas digital.

Penelitian ini telah mengungkap hubungan penting antara adopsi marketplace dan literasi digital terhadap kinerja pemasaran UMKM kuliner di Surabaya. Namun, untuk memperkaya pemahaman kita, beberapa arah penelitian lanjutan yang menjanjikan dapat dieksplorasi. Pertama, akan sangat berharga untuk meneliti apakah temuan serupa berlaku bagi sektor UMKM lainnya, seperti kerajinan tangan, fesyen, atau jasa, yang mungkin memiliki tantangan dan peluang adopsi digital yang berbeda. Misalnya, studi bisa menganalisis bagaimana literasi digital memengaruhi strategi promosi dan distribusi produk fesyen UMKM di platform e-commerce yang berorientasi visual. Kedua, mengingat bahwa variabel-variabel dalam penelitian ini hanya menjelaskan sekitar 53% variasi kinerja pemasaran, ada ruang besar untuk mengidentifikasi dan menguji pengaruh faktor lain yang belum terungkap. Pertanyaan penelitian bisa diajukan mengenai sejauh mana inovasi produk yang berkelanjutan, kualitas layanan pelanggan pasca-pembelian, atau implementasi strategi pemasaran digital yang lebih canggih (seperti iklan bertarget atau penggunaan data analitik marketplace secara mendalam) dapat lebih jauh meningkatkan kinerja pemasaran UMKM. Misalnya, apakah UMKM yang secara aktif menggunakan fitur data analitik untuk memahami tren konsumen akan memiliki kinerja pemasaran yang jauh lebih baik dibandingkan yang tidak? Ketiga, untuk mendapatkan gambaran yang lebih dinamis dan objektif, disarankan untuk melakukan penelitian longitudinal yang melacak adopsi teknologi dan literasi digital UMKM selama periode waktu tertentu. Studi ini dapat memanfaatkan data perilaku aktual dari platform marketplace, seperti volume transaksi, tingkat retensi pelanggan, atau metrik visibilitas toko, untuk menilai dampak jangka panjang dari peningkatan literasi digital dan adopsi fitur-fitur baru. Dengan demikian, kita bisa memahami bagaimana investasi dalam kemampuan digital UMKM berbanding lurus dengan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan terukur, menawarkan wawasan yang lebih komprehensif bagi pemangku kepentingan dalam mendukung transformasi digital UMKM di Indonesia.

  1. Peningkatan Literasi Keuangan dan Pemasaran Digital bagi UMKM Kecamatan Wonokromo Kota Surabaya | Jurnal... doi.org/10.54082/jamsi.425Peningkatan Literasi Keuangan dan Pemasaran Digital bagi UMKM Kecamatan Wonokromo Kota Surabaya Jurnal doi 10 54082 jamsi 425
  2. Determining the Phillips Curve and Okun's Law in Indonesia. determining phillips curve okun law... doi.org/10.47191/jefms/v7-i6-64Determining the Phillips Curve and Okuns Law in Indonesia determining phillips curve okun law doi 10 47191 jefms v7 i6 64
Read online
File size458.9 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test