IPBIPB

JURNALTINJURNALTIN

Kampung Batik Giriloyo adalah salah satu pusat batik tradisional terbesar di Indonesia, terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta. Tingkat konversi pengunjung yang membeli produk telah menurun, menyebabkan penurunan penjualan batik. Dari tahun 2023 hingga 2024, Kampung Batik Giriloyo mencatat penurunan sebesar 0,50%. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara ekspektasi pelanggan dan perilaku pasar yang dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk merancang strategi pemasaran yang diharapkan dapat meningkatkan konversi penjualan produk Kampung Batik Giriloyo. Strategi pemasaran ini memperkuat peran masyarakat dan meningkatkan daya saing. Metodologi penelitian ini menggunakan kerangka analisis integratif: Analisis Rantai Nilai (VCA), Model KANO, Activity-Based Costing (ABC), dan Material Flow Analysis (MFA). VCA menilai aktivitas layanan sebagai sumber diferensiasi utama. Model KANO menunjukkan bahwa harga adalah Kualitas Wajib Ada. Pendekatan paling produktif untuk menggabungkan temuan adalah dengan menempatkan Kampung Batik Giriloyo dalam 8P Marketing Mix. Strategi pemasaran yang diusulkan memerlukan perbaikan dalam operasi dan peningkatan nilai budaya masyarakat. Poin kunci adalah diferensiasi layanan, penentuan harga yang adil, dan merek warisan ekologis adalah komponen kunci yang berdampak positif pada tingkat konversi.

Penelitian ini memberikan strategi pemasaran yang berkelanjutan untuk Kampung Batik Giriloyo berdasarkan analisis rantai nilai, preferensi konsumen, struktur biaya, dan penilaian dampak ekologis, dengan mengusulkannya sebagai tujuan warisan ekologis.Sistem informasi sederhana harus dikembangkan untuk mendukung perekaman biaya, aliran material, dan konsumsi sumber daya.Sistem ini dapat berfungsi sebagai fondasi untuk menerapkan teknologi industri pertanian yang lebih maju dan mendukung transparansi serta efisiensi operasional.Penelitian masa depan dapat memperluas studi ini dengan menganalisis penerapan teknologi proses yang lebih efisien dalam industri agro-batik, khususnya dalam hal penggunaan air dan energi.Evaluasi komparatif antara teknologi tradisional dan semi-mekanis dapat berkontribusi pada peningkatan efisiensi proses tanpa mengurangi nilai budaya.

Untuk meningkatkan penjualan dan mempertahankan warisan batik yang unik, Kampung Batik Giriloyo dapat menerapkan strategi harga yang adil berdasarkan diversifikasi produk. Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan penjualan dan menarik lebih banyak minat pada kelas batik, sekaligus menjaga daya tarik budaya dan edukasi di desa wisata tersebut. Selain itu, penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis penerapan teknologi proses yang lebih efisien dalam industri agro-batik, khususnya dalam hal penggunaan air dan energi. Evaluasi komparatif antara teknologi tradisional dan semi-mekanis dapat membantu meningkatkan efisiensi proses tanpa mengorbankan nilai budaya. Terakhir, pengembangan sistem informasi sederhana dapat mendukung perekaman biaya, aliran material, dan konsumsi sumber daya, yang dapat meningkatkan transparansi dan efisiensi operasional.

  1. MARKETING STRATEGY INTEGRATED BY VALUE CHAIN ANALYSIS IN KAMPUNG BATIK GIRILOYO, BANTUL REGENCY, YOGYAKARTA... doi.org/10.24961/j.tek.ind.pert.2026.36.2.133MARKETING STRATEGY INTEGRATED BY VALUE CHAIN ANALYSIS IN KAMPUNG BATIK GIRILOYO BANTUL REGENCY YOGYAKARTA doi 10 24961 j tek ind pert 2026 36 2 133
Read online
File size770.93 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test