IPBIPB

JURNALTINJURNALTIN

Kayu sappan (Caesalpinia sappan L.) mengandung senyawa fenolik seperti brazilin yang dapat digunakan sebagai indikator warna. Kandungan bioaktif kayu sappan akan berkurang sensitivitasnya sebagai indikator warna jika mengalami oksidasi akibat pemanasan, sehingga pemilihan metode ekstraksi yang tepat diperlukan. Ekstraksi dengan kavitasi hidrodinamik (KH) dianggap ramah lingkungan karena memerlukan energi lebih sedikit, proses ekstraksi tanpa pemanasan, peralatan yang lebih murah, dan dapat dengan mudah dikembangkan untuk produksi skala besar. Dalam sistem hidrodinamik, kavitasi disebabkan oleh penurunan tekanan melalui celah sempit dalam sistem tertutup. Studi ini meneliti bagaimana waktu ekstraksi, laju aliran udara, dan konsentrasi etanol memengaruhi hasil ekstraksi KH dari kayu sappan. Ekstrak KH dianalisis menggunakan kadar fenol total (KFT), Fourier Transform Infrared (FTIR), spektrofotometer UV-Vis, dan kromatografi cair kinerja tinggi (HPLC). Hasil menunjukkan bahwa waktu ekstraksi 60 menit, laju aliran udara 2L/menit, dan etanol 60% sebagai pelarut menghasilkan KFT terbaik sebesar 8,22 ± 0,07%. Spektrum FT-IR ekstrak KH menunjukkan beberapa puncak, terutama pada 1.029 cm-1, 1.455 cm-1, 1.603 cm-1, 2.921 cm-1, dan 3.320 cm-1, yang menggambarkan senyawa fenolik. Spektrum UV-VIS ekstrak KH menunjukkan dua panjang gelombang maksimum (λ max), yaitu 450 dan 540 nm pada bentuk awal ekstrak dengan pH 5,25. Kandungan brazilin dalam ekstrak kayu sappan dengan HPLC adalah 70,63 ± 0,76 mg/g. Ekstraksi KH menghasilkan kadar fenol total lebih tinggi dibandingkan metode makerasi. Penggunaan ekstrak KH sebagai indikator warna dalam analisis amonia menghasilkan hasil yang baik, dengan tingkat pemulihan analisis (%R) berkisar antara 101 hingga 105%.

Ekstraksi menggunakan metode kavitasi hidrodinamik (KH) memberikan alternatif metode untuk mengekstrak kayu sappan.Ekstraksi senyawa alami dari kayu sappan melalui metode KH menghasilkan hasil optimal dengan kondisi durasi ekstraksi 60 menit, laju aliran udara 2 L/menit, dan konsentrasi etanol 60% yang menghasilkan kadar fenol total (KFT) terbaik sebesar 8,22 ± 0,07%.Kinerja metode KH lebih baik dibandingkan metode makerasi, tetapi belum melebihi metode ultrasonikasi (UAE) dengan durasi ekstraksi yang sama.Karakterisasi ekstrak kayu sappan menunjukkan perubahan warna dengan meningkatnya pH.Perubahan yang diamati adalah kuning pada pH asam (5,25), jingga pada pH netral (6,47), dan merah muda pada pH alkali (8,25).Spektrum FT-IR ekstrak KH menunjukkan beberapa puncak, terutama pada 1.320 cm-1 yang merupakan karakteristik senyawa fenolik.Spektrum UV-VIS ekstrak KH menunjukkan dua panjang gelombang maksimum (λ max), yaitu 450 dan 540 nm pada bentuk awal ekstrak dengan pH 5,25.Kandungan brazilin dalam ekstrak kayu sappan dengan HPLC adalah 70,63 ± 0,76 mg/g.Karakteristik ini digunakan untuk menguji kinerja ekstrak kayu sappan sebagai indikator warna dalam analisis amonia.Ekstrak kayu sappan berkinerja baik sebagai indikator warna untuk analisis amonia, dengan tingkat pemulihan analisis dalam kisaran 101─105%.Batas penerimaan untuk pemulihan standar menurut APHA (2023) adalah 90–110%, menunjukkan bahwa ekstrak kayu sappan berkinerja baik sebagai indikator warna untuk analisis amonia.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas metode kavitasi hidrodinamik dengan metode ultrasonikasi dalam kondisi ekstraksi yang berbeda, seperti variasi suhu atau tekanan, untuk mengevaluasi potensi penggunaannya dalam skala industri. Kedua, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi pengaruh konsentrasi pelarut yang berbeda terhadap efisiensi ekstraksi menggunakan metode kavitasi hidrodinamik, terutama dalam konteks pemisahan senyawa fenolik yang lebih spesifik. Ketiga, penelitian dapat dikembangkan untuk mengevaluasi aplikasi metode kavitasi hidrodinamik dalam ekstraksi senyawa aktif dari bahan alami lainnya, seperti tanaman obat atau limbah pertanian, untuk memperluas penerapan teknologi ini dalam bidang industri dan lingkungan.

  1. Jurnal Teknologi Industri Pertanian. jurnal teknologi industri pertanian journal technology jtip national... doi.org/10.24961/j.tek.ind.pertJurnal Teknologi Industri Pertanian jurnal teknologi industri pertanian journal technology jtip national doi 10 24961 j tek ind pert
  2. CHARACTERISTICS OF SAPPAN WOOD (Caesalpinia sappan L.) EXTRACTION USING THE HYDRODYNAMIC CAVITATION METHOD... journal.ipb.ac.id/jurnaltin/article/view/67020CHARACTERISTICS OF SAPPAN WOOD Caesalpinia sappan L EXTRACTION USING THE HYDRODYNAMIC CAVITATION METHOD journal ipb ac jurnaltin article view 67020
Read online
File size543.57 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test