INSTITUTSUNANDOEINSTITUTSUNANDOE

Manganite | Journal of Chemistry and EducationManganite | Journal of Chemistry and Education

Penggunaan antibiotik yang rasional harus didasarkan pada pengetahuan tentang antibiotik. Pengetahuan ini penting karena memengaruhi keberhasilan terapi antibiotik dan mencegah penyebaran resistensi bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan profil layanan informasi obat yang disediakan oleh apoteker di apotek swasta kepada pasien dengan resep antibiotik serta menentukan komponen-komponen informasi obat yang disampaikan apoteker kepada pasien yang menerima resep antibiotik. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif yang menjelaskan peran apoteker dalam layanan farmasi klinis, khususnya layanan informasi obat dengan resep antibiotik di apotek regional Kota Batam. Alat penelitian berupa kuesioner. Dari hasil yang diperoleh dari 100 responden di dua apotek, data diolah menggunakan Microsoft Excel dan disajikan dalam bentuk tabel dan diagram. Data profil layanan obat tidak menunjukkan perbandingan spesifik antara Saing Farma Pharmacy dan Budi Farma Pharmacy. Diagram persentase jenis kelamin di Saing Farma Pharmacy berjumlah perempuan (58%) dan laki‑laki (42%), sedangkan Budi Farma Pharmacy perempuan (70%) dan laki‑laki (30%). Untuk durasi penggunaan, pola pemberian, sumber informasi tentang antibiotik, jenis informasi tentang antibiotik, keluhan, dan tindakan yang diambil, Budi Farma Pharmacy menunjukkan nilai lebih dibandingkan Saing Farma Pharmacy.

Profil layanan informasi obat yang disediakan oleh apoteker di Saing Farma Pharmacy dan Budi Farma Pharmacy bagi pasien baik memiliki tingkat kepuasan yang baik.Penelitian ini menunjukkan bahwa Budi Farma Pharmacy memiliki persentase layanan yang lebih unggul dibandingkan Saing Farma Pharmacy.Komponen layanan informasi obat yang diberikan meliputi durasi penggunaan obat, pola pemberian, sumber informasi antibiotik, jenis informasi mengenai antibiotik, keluhan yang muncul setelah penggunaan antibiotik, dan tindakan yang diambil atas masalah setelah penggunaan antibiotik.Responden memperoleh informasi tentang komponen-komponen tersebut secara baik dari kedua apotek.

Berkenaan dengan temuan bahwa Budi Farma Pharmacy memiliki tingkat layanan informasi obat yang lebih baik, penelitian lanjutan dapat meneliti faktor-faktor apa saja yang membuat perbedaan tersebut, seperti pelatihan staf, ketersediaan sumber daya informatif, atau budaya komunikasi pelanggan. Selain itu, studi longitudinal dapat mengkaji dampak jangka panjang dari peningkatan layanan informasi obat terhadap tingkat kepatuhan pasien kepada terapi antibiotik dan penurunan resistensi antibiotik di wilayah Batam. Terakhir, penelitian berikutnya dapat mengevaluasi efektivitas program edukasi yang diselenggarakan oleh apoteker, misalnya melalui seminar atau modul digital, dalam meningkatkan pengetahuan pasien tentang penggunaan antibiotik yang rasional dan dampak positifnya terhadap kesehatan masyarakat.

Read online
File size229.23 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test