POLANKAPOLANKA

Jurnal Kajian Ilmiah Kesehatan dan TeknologiJurnal Kajian Ilmiah Kesehatan dan Teknologi

Akar Dadangkak (Hydrolea spinosa L) secara empiris digunakan oleh masyarakat Kalimantan Selatan sebagai obat antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antidiabetes fraksi nonpolar dari ekstrak etanol akar dadangkak. Penelitian dimulai dengan ekstraksi akar dadangkak (250 gram) secara maserasi dengan etanol, diperoleh ekstrak etanol (16,62 g). Ekstrak etanol difraksinasi dengan n-Heksan dan Petroleum Eter. Uji antidiabetes menggunakan tikus wistar jantan 20 ekor yang dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan. Kelompok I diberi akuades 2 mL/200 g BB; kelompok II diberi Glibenklamid 0,45 mg/kgBB; Kelompok III diberi fraksi n-heksan 100 mg/kg BB dan kelompok IV diberi fraksi Petroleum eter 100 mg/kg BB. Sebelum diberi perlakuan, tikus diinduksi Aloksan dengan dosis 150 mg/kg BB secara intraperitoneal. Hari ke-4 setelah induksi, tikus diberi perlakuan kontrol dan fraksi-fraksi selama 7 hari secara peroral. Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan pada hari ke-1, 4 dan 12 menggunakan Gluco-DR. Kadar glukosa darah diuji dengan SPSS taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata penurunan glukosa darah oleh fraksi n-heksan adalah 189,8 ± 13,59 mg/dL dan fraksi petroleum eter adalah 437,6 ± 8,98 mg/dL. Fraksi n-heksan mampu menurunkan kadar glukosa darah tikus secara signifikan (sig<0.05) dibandingkan terhadap kelompok kontrol. Sedangkan pemberian fraksi Petroleum eter tidak menunjukkan penurunan glukosa darah yang signifikan (sig>0.05).

Pemberian fraksi n-heksan 100 mg/kgBB berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar glukosa darah tikus dibandingkan kelompok kontrol.Fraksi petroleum eter pada dosis yang sama tidak menunjukkan penurunan kadar glukosa darah yang signifikan.Senyawa saponin dan tanin dalam fraksi n-heksan diduga berkontribusi terhadap aktivitas antidiabetes.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa aktif spesifik dalam fraksi n-heksan akar dadangkak yang bertanggung jawab terhadap penurunan kadar glukosa darah, agar dapat dikembangkan sebagai bahan baku obat herbal standar. Kedua, perlu dikaji efek fraksi n-heksan terhadap kadar insulin dan fungsi sel pankreas pada model tikus diabetes tipe I, untuk memahami lebih dalam mekanisme kerja antidiabetiknya apakah melalui stimulasi sekresi insulin atau perlindungan terhadap kerusakan sel beta. Ketiga, perlu dievaluasi efek jangka panjang dan keamanan toksikologi dari pemberian fraksi n-heksan secara kronis, termasuk parameter fungsi hati dan ginjal, agar kelayakan fraksi ini sebagai terapi potensial dapat dinilai secara menyeluruh sebelum pengujian pada manusia.

Read online
File size213.77 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test