UMIUMI

Majalah Ilmiah METHODAMajalah Ilmiah METHODA

Latar Belakang: Dermatitis merupakan inflamasi yang terjadi pada bagian luar kulit, yang disebabkan oleh interaksi fisik atau reaksi sistem imun. Dermatitis kontak adalah salah satu jenis dermatitis yang muncul karena bahan atau zat yang bersentuhan dengan kulit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pekerjaan, personal hygiene, dan penggunaan alat pelindung diri (APD) terhadap dermatitis kontak iritan di UPT Puskesmas Pagar Merbau Kabupaten Deli Serdang. Metode Penelitian: Penelitian ini menerapkan desain kuantitatif dengan metode pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian mencakup semua pasien dewasa berusia antara 18 hingga 60 tahun yang hadir di UPT Puskesmas Pagar Merbau sepanjang masa penelitian. Sampel yang dipilih menggunakan metode purposive sampling berdasarkan pada kriteria inklusi dan eksklude. Data diperoleh melalui kuesioner. Analisis data dilakukan dengan pendekatan univariat untuk mengamati distribusi frekuensi dan bivariat menerapkan uji chi-square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil Penelitian: Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki personal hygiene yang buruk (68,9%), pekerjaan yang berisiko (55,5%), tidak menggunakan APD lengkap (75,6%) dan yang mengalami dermatitis kontak iritan (57,8%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara personal hygiene dengan kejadian dermatitis kontak iritan (p-value = 0,044), jenis pekerjaan dengan dermatitis kontak iritan (p-value = 0,000) serta penggunaan APD dengan dermatitis kontak iritan (p-value= 0,002). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pekerjaan, personal hygiene, dan penggunaan alat pelindung diri (APD) terhadap dermatitis kontak iritan di UPT Puskesmas Pagar Merbau Kabupaten Deli Serdang.

Penelitian ini menunjukkan hubungan signifikan antara pekerjaan, kebersihan pribadi, dan penggunaan alat pelindung diri (APD) dengan kejadian dermatitis kontak iritan di UPT Puskesmas Pagar Merbau Kabupaten Deli Serdang.Mayoritas responden memiliki kebersihan diri yang buruk, penggunaan APD tidak lengkap, dan pekerjaan berisiko tinggi.Hasil ini menegaskan pentingnya peningkatan kebersihan pribadi, penggunaan APD yang tepat, dan manajemen risiko pekerjaan untuk mencegah dermatitis kontak iritan.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi efektivitas program edukasi kebersihan pribadi terhadap penurunan kejadian dermatitis kontak iritan di lingkungan kerja. Studi lain bisa fokus pada pengaruh modifikasi alat pelindung diri (APD) terhadap kenyamanan pengguna dan kepatuhan penggunaannya di tempat kerja. Selain itu, penelitian juga dapat menggali hubungan antara kondisi lingkungan kerja, seperti kelembapan dan suhu, dengan kejadian dermatitis kontak iritan, khususnya di sektor yang sering terpapar bahan iritan.

Read online
File size327.73 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test