UMIUMI

Majalah Ilmiah METHODAMajalah Ilmiah METHODA

Perubahan organisasi pada instansi pemerintah menuntut adaptabilitas dan kreativitas pegawai agar pelayanan publik tetap berjalan efektif dan responsif. Kajian terdahulu mengenai kreativitas pegawai di sektor publik umumnya bersifat deskriptif dan kuantitatif pada level umum, serta belum banyak mengungkap secara kontekstual bagaimana kreativitas benar-benar diwujudkan pada layanan perizinan satu pintu yang tengah bertransformasi digital. Penelitian ini mengisi kesenjangan tersebut dengan mengkaji wujud kreativitas pegawai dalam menghadapi perubahan organisasi di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan 12 informan yang dipilih secara purposive (pejabat struktural dan pegawai pelaksana) melalui wawancara semi-terstruktur, observasi nonpartisipan, dan studi dokumentasi; data dianalisis dengan model interaktif (reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan) disertai triangulasi sumber dan metode untuk menjaga kredibilitas. Hasil penelitian menunjukkan kreativitas pegawai terwujud dalam empat praktik utama, yaitu inovasi proses kerja, pemanfaatan teknologi digital, penyederhanaan prosedur pelayanan, dan inisiatif pemecahan masalah, namun distribusinya belum merata antarunit kerja akibat kecenderungan menghindari risiko pada sebagian pegawai serta dukungan manajerial yang tidak konsisten. Penelitian ini menawarkan model kontekstual yang mengaitkan keterbukaan kepemimpinan, kesenjangan sistem penghargaan, dan perwujudan kreativitas dalam layanan e-government di tingkat daerah, sekaligus memberikan rekomendasi praktis bagi penguatan budaya inovasi pada instansi sejenis.

Kreativitas pegawai di DPMPTSP Kabupaten Takalar berperan penting dalam menghadapi perubahan organisasi, namun perwujudannya bersifat reaktif terhadap keterbatasan sumber daya dan belum terdistribusi merata antarunit kerja karena masih dipengaruhi oleh disposisi individu terhadap risiko dan ketidakkonsistenan dukungan manajerial serta sistem penghargaan.Temuan ini memperluas kajian kreativitas pegawai di sektor publik dengan menunjukkan bahwa kreativitas pada layanan satu pintu di tingkat kabupaten cenderung berfungsi sebagai mekanisme bertahan terhadap keterbatasan sumber daya, bukan semata dorongan proaktif untuk keunggulan kinerja.Penelitian juga menawarkan kerangka konseptual yang memosisikan kreativitas sebagai mediator antara tekanan perubahan organisasi dan keberhasilan adaptasi, yang keberfungsiannya bergantung pada interaksi antara faktor individual dan organisasional, terutama kepemimpinan dan sistem penghargaan.

1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh pelatihan kepemimpinan berbasis kolaborasi terhadap peningkatan kreativitas pegawai di instansi pemerintah daerah. 2. Studi eksperimental tentang dampak sistem penghargaan formal yang terstruktur pada keberlanjutan inovasi pegawai dalam lingkungan pelayanan publik. 3. Analisis komparatif pola kreativitas pegawai di layanan satu pintu antar-daerah untuk mengidentifikasi faktor lokal yang memengaruhi adaptasi perubahan organisasi.

Read online
File size255.44 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test