KALBISKALBIS

KALBISOCIO Jurnal Bisnis dan KomunikasiKALBISOCIO Jurnal Bisnis dan Komunikasi

Penelitian ini adalah tinjauan literatur sistematis (SLR) yang menganalisis perkembangan akuntansi keberlanjutan dari tahun 2020 hingga pertengahan 2025. Fokus utamanya adalah integrasi aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) ke dalam pelaporan dan pengukuran kinerja organisasi. Akuntansi keberlanjutan telah menjadi kebutuhan strategis untuk transparansi dan akuntabilitas, tidak lagi sekadar inisiatif sukarela. Temuan SLR menyoroti pentingnya standardisasi pelaporan dan regulasi yang kuat untuk mengurangi risiko greenwashing dan meningkatkan kredibilitas data keberlanjutan. Pemanfaatan teknologi digital seperti kecerdasan buatan (AI), big data, dan blockchain teridentifikasi sebagai tren yang berkembang pesat, meningkatkan akurasi, efisiensi, dan auditabilitas pelaporan. Namun, tantangan utama masih terletak pada metodologi pengukuran dampak sosial dan lingkungan yang valid serta keterbatasan dalam konteks lokal dan budaya yang beragam. Penelitian ini menyarankan pengembangan metodologi baru, studi longitudinal, eksplorasi teknologi, dan analisis konteks lokal, serta kolaborasi erat antara akademisi, praktisi, regulator, dan masyarakat sipil untuk kemajuan bidang ini.

Akuntansi keberlanjutan mengalami perkembangan signifikan antara tahun 2020 hingga 2025 dengan penekanan pada integrasi aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dalam pelaporan dan pengukuran kinerja organisasi.Pentingnya standardisasi pelaporan dan regulasi global semakin diakui untuk mengatasi risiko greenwashing serta memperkuat kredibilitas data keberlanjutan.ke depan, praktik akuntansi keberlanjutan perlu diperkuat melalui adopsi standar internasional, verifikasi eksternal, serta integrasi pendekatan interdisipliner dalam penelitian.

Bagaimana jika kita mengembangkan metode pengukuran dampak sosial dan lingkungan yang dapat disesuaikan dengan konteks budaya lokal di Indonesia, sehingga perusahaan tidak lagi bergantung pada standar Barat yang sering kali tidak relevan? Kemudian, apakah efektivitas blockchain dan AI benar-benar meningkatkan kepercayaan publik jika data awal yang dimasukkan sudah bias atau tidak lengkap, serta bagaimana membangun sistem verifikasi berlapis yang melibatkan komunitas setempat sebagai gatekeeper? Terakhir, mengapa tidak kita ciptakan program pendidikan akuntansi keberlanjutan berbasis kasus nyata di kampus-kampus, yang melibatkan mahasiswa mengaudit laporan keberlanjutan UMKM secara langsung, sehingga tercipta siklon penelitian terus-menerus yang menghubungkan teori, teknologi, dan kebutuhan lokal?.

  1. #teknologi digital#teknologi digital
  2. #pasar global#pasar global
Read online
File size384.5 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-1Uy
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test