UMIUMI

Majalah Ilmiah METHODAMajalah Ilmiah METHODA

Doktrin Prevenient Grace (Anugerah Pendahulu) merupakan salah satu ciri khas teologi keselamatan John Wesley yang menegaskan bahwa inisiatif keselamatan sepenuhnya berasal dari Allah. Anugerah ini bekerja lebih dahulu dalam diri setiap manusia, membangkitkan kesadaran akan dosa, memulihkan kemampuan untuk merespons panggilan Allah, dan membuka jalan menuju pertobatan, pembenaran, serta pengudusan. Penelitian ini bertujuan menganalisis Prevenient Grace sebagai teras keselamatan dalam doktrin keselamatan John Wesley. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan terhadap karya-karya primer John Wesley dan literatur mengenai teologi wesleyan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Prevenient Grace merupakan fondasi seluruh proses keselamatan, sebab anugerah Allah mendahului setiap respons manusia tanpa menghilangkan kebebasan manusia untuk menerima atau menolaknya. Pada doktrin ini tampak penegasan keseimbangan antara kedaulatan Allah dan tanggung jawab manusia.

Penelitian ini menegaskan bahwa pemahaman John Wesley mengenai Prevenient Grace menghadirkan keseimbangan antara kedaulatan Allah dan tanggung jawab manusia.Keselamatan sepenuhnya merupakan karya kasih karunia Allah, namun manusia dipanggil untuk memberikan respons iman yang bebas terhadap karya anugerah Allah.Pandangan ini membedakan teologi wesleyan dari determinisme yang meniadakan kebebasan manusia maupun dari pandangan yang terlalu menekankan kemampuan manusia dalam memeroleh keselamatan.

Untuk menggali lebih dalam tentang implikasi doktrin Prevenient Grace dalam praktik pelayanan gereja kontemporer, penelitian lanjutan bisa fokus pada bagaimana konsep ini memengaruhi strategi penginjilan di kalangan generasi muda. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi hubungan antara pengalaman hati nurani dan respons manusia terhadap anugerah pendahulu melalui studi kasus komunitas kristiani. Terakhir, mengembangkan kajian perbandingan antara doktrin Prevenient Grace dengan pendekatan teologi modern lainnya, seperti teologi liberal atau eksistensial, bisa memberikan wawasan baru tentang dinamika hubungan antara kebebasan manusia dan kedaulatan Allah.

Read online
File size247.59 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test