STBISTBI

PASCA : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama KristenPASCA : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen

Kemunculan aliran Kristen Progresif di Indonesia yang digagas oleh Tiktoker Brian Siawarta melalui berbagai unggahan videonya baik di media sosial Tiktok maupun Instagram miliknya, sempat menimbulkan kericuhan di kalangan gereja. Hal ini terutama dikarenakan pengajarannya yang menyatakan bahwa ada keselamatan di luar Tuhan Yesus, salah satunya adalah melalui perbuatan baik atau mengasihi sesama. Peneliti terdahulu, Royke Lantupa Kumowal, mengkaji aliran ini sebagai bentuk gnostisisme universalis karena mereka memposisikan diri seolah memiliki pengetahuan atau pewahyuan rahasia yang tidak diterima oleh umat Kristiani lainnya. Penulis lainnya, Kevin Nobel, menyoroti nuansa teologi liberal dalam aliran ini yang ditarik jauh ke belakang, yaitu sejak masa revolusi seksual di tahun 1960-an. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk membandingkan komponen utama Gerakan Zaman Baru (GZB) dengan ajaran Kristen Progresif. Hasil penelitian menunjukkan adanya kemiripan signifikan antara keduanya dalam aspek panteisme, reinkarnasi, relativisme, dan esoterisme. Kesimpulannya, aliran Kristen Progresif dapat dilihat sebagai bentuk infiltrasi GZB ke dalam gereja dengan menggunakan terminologi Kristen yang berupaya menyamai identitas dan bahasa umat Kristiani agar sekiranya mungkin, menyesatkan orang-orang pilihan juga (Mat.24:24).

Penelitian ini menyimpulkan bahwa aliran Kristen Progresif memiliki kemiripan signifikan dengan GZB dalam empat komponen utama, yaitu panteisme, reinkarnasi, relativisme, dan esoterisme.Aliran ini bukan bagian dari komunitas para pengikut Kristus yang dikenal sebagai umat Kristiani, melainkan menyesatkannya dari dalam.Oleh karena itu, menjadi tugas umat Kristiani yang setia untuk tetap waspada dan secara kritis menguji setiap gagasan berdasarkan kebenaran Firman Tuhan.Penelitian selanjutnya dapat berfokus pada studi kasus spesifik tentang dampak aliran Kristen Progresif di gereja-gereja Indonesia, dengan mendalami berbagai metode yang digunakan oleh aliran ini untuk mempertahankan identitas Kekristenannya di mata gereja.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak media sosial dalam menyebarkan ajaran Kristen Progresif, khususnya pada generasi muda. Selain itu, studi tentang peran pemimpin gereja dalam membentengi umat dari pengaruh GZB melalui pendidikan teologis yang lebih mendalam juga penting. Terakhir, penelitian interdisipliner yang menggabungkan pendekatan antropologi dan sosiologi agama bisa membuka wawasan baru tentang dinamika inklusivitas dan eksklusivitas dalam konteks keagamaan kontemporer.

  1. NEW AGE ATHEISM MOVEMENT: A VANISHING MEDIATOR INTO A FUTURISTIC SECULAR SOCIETY | Pacaol | International... e-journal.usd.ac.id/index.php/IJHS/article/view/2627NEW AGE ATHEISM MOVEMENT A VANISHING MEDIATOR INTO A FUTURISTIC SECULAR SOCIETY Pacaol International e journal usd ac index php IJHS article view 2627
  2. New Age Movement in Holistic Christian Education and Mission Perspectives: An Integrative Approach |... journal.uii.ac.id/Millah/article/view/28317New Age Movement in Holistic Christian Education and Mission Perspectives An Integrative Approach journal uii ac Millah article view 28317
  3. Alkitab: Penyataan Allah Yang Diilhamkan | PASCA : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. alkitab... doi.org/10.46494/psc.v15i1.66Alkitab Penyataan Allah Yang Diilhamkan PASCA Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen alkitab doi 10 46494 psc v15i1 66
Read online
File size1.09 MB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test