STBISTBI

PASCA : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama KristenPASCA : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen

Kitab Filemon menggambarkan ada seorang budak yang bernama Onesimus, melarikan diri dari tuannya yaitu Filemon (orang kaya). Kemungkinan Onesimus membawa lari uang atau barang-barang berharga (18-19) atau dengan narasi lain Onesimus meninggalkan rumah tuannya dengan tidak terhormat atau tindakan yang seharusnya juga tidak di tolerir oleh Filemon yang adalah hamba Allah, yang tidak kompromi dengan dosa setelah mengalami pertobatan. Secara tidak langsung rasul Paulus ia meminta kepada Filemon untuk tidak menuntut ganti rugi dalam bentuk apapun dengan menunjukan dirinya sebagai penanggungjawab atas apa yang telah di alami oleh Onesimus. Apakah Rasul Paulus berpihak kepada kejahatan ataukah karena rasul Paulus telah menangkap Onesimus dalam Injil Kristus? sebab pada waktu itu pelarian seorang budak adalah kejahatan dan merupakan sorotan utama. Bahkan ada tentara-tentara yang tentukan khusus untuk mengejar para pelarian. Budak yang tidak mendapatkan tempat persembunyian atau perlindungan, maka biasanya lari ke kota besar dan bersembunyi diantara kerumunan masyarakat di kota. Hal ini merupakan ancaman bagi para budak untuk tidak hidup semaunya terhadap tuannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jawaban tentang keadaan atau nasib budak yang telah bersalah terhadap tuannya dan status baru bagi para budak setelah didapati dalam kesalahan yang fatal, isi kitabnya memuatkan pesan yang padat dan berkualitas. Dalam penelitian ini penulis memakai metode (pustaka) atau library search. Rasul Paulus melembutkan permohonan kepada Filemon, sebab sebagai sesama hamba Allah harus mengasihi semua orang yang berdosa dan melepaskan pengampunan dengan bersama dalam rumah dan menjadi bagian dari keluarga Allah yang saling percaya. Hamba Allah diberikan otoritas Allah untuk membagi injil Kristus.

Penelitian ini menunjukkan bahwa status hamba dalam konteks Perjanjian Baru memiliki dimensi teologis yang kompleks, terutama dalam konteks pengampunan dan kesetaraan.Paulus mengajak Filemon untuk melihat Onesimus sebagai saudara seiman yang layak diterima kembali, bukan sebagai budak yang bersalah.Penelitian ini juga menekankan pentingnya penerimaan dan pengampunan dalam konteks hubungan antara tuan dan hamba.Selain itu, hasil penelitian menggarisbawahi bahwa keadilan Tuhan mencakup penghapusan dosa dan pemberian kesempatan baru bagi setiap individu.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji bagaimana konsep kesetaraan dalam hubungan tuan dan hamba diterapkan dalam konteks sosial ekonomi modern, terutama dalam industri yang masih mengandalkan tenaga kerja murah. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi peran perempuan dalam konteks pengampunan dan kesetaraan seperti yang diilustrasikan dalam Kitab Filemon. Terakhir, studi perbandingan antara konsep hamba dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang perkembangan teologis terkait status manusia di hadapan Tuhan.

  1. Servants of God and Masters: Theological Thought According to Equality of Status in God's Justification... journal.stbi.ac.id/index.php/PSC/article/view/367Servants of God and Masters Theological Thought According to Equality of Status in Gods Justification journal stbi ac index php PSC article view 367
  2. Evangelikal: Jurnal Teologi Injili. strategi penelitian kualitatif kuantitatif agama evangelikal jurnal... doi.org/10.46445/ejti.v4i1.167Evangelikal Jurnal Teologi Injili strategi penelitian kualitatif kuantitatif agama evangelikal jurnal doi 10 46445 ejti v4i1 167
Read online
File size951.47 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test