INDOTHEOLOGYJOURNALINDOTHEOLOGYJOURNAL

Indonesian Journal of TheologyIndonesian Journal of Theology

Buku ini membahas konflik SARA di Indonesia yang dipicu fundamentalisme dan radikalisme, serta upaya penulis menggunakan konsep interspiritualitas Wayne Teasdale dan melampaui diri Bernard Lonergan sebagai solusi. Penulis menganalisis kehidupan Bunda Teresa dan Ki Ageng Suryomentaram sebagai contoh praktik mistik yang melampaui diri, menggabungkan spiritualitas lintas agama untuk menciptakan harmoni dalam masyarakat plural. Buku ini menawarkan pendekatan inklusif untuk mengatasi intoleransi dan kekerasan antaragama.

Melampaui diri sebagai kesadaran mistik adalah landasan universal dengan pendekatan transformatif bagi manusia.Melampaui diri adalah kebutuhan mendasar bagi orang Indonesia untuk mempertahankan Bhinneka Tunggal Ika, dan membangun Indonesia sebagai bangsa yang mengejawantahkan interspiritualitas.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi efektivitas konsep interspiritualitas dalam konteks konflik agama di wilayah lain dengan latar belakang budaya berbeda, seperti Asia Tenggara atau Afrika. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang bagaimana prinsip melampaui diri dapat diintegrasikan ke dalam pendidikan moral modern untuk mengurangi polarisasi agama di kalangan generasi muda. Terakhir, penelitian bisa fokus pada peran tradisi lokal dan kepercayaan non-agama dalam memperkuat dialog antaragama, terutama di daerah dengan keragaman kepercayaan tinggi seperti Yogyakarta.

  1. Melampaui Diri sebagai Jalan Mistik: Interspiritualitas Bunda Teresa dan Ki Ageng Suryomentaram dalam... indotheologyjournal.org/index.php/home/article/view/834Melampaui Diri sebagai Jalan Mistik Interspiritualitas Bunda Teresa dan Ki Ageng Suryomentaram dalam indotheologyjournal index php home article view 834
Read online
File size246.42 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test