INDOTHEOLOGYJOURNALINDOTHEOLOGYJOURNAL

Indonesian Journal of TheologyIndonesian Journal of Theology

Artikel ini mengkaji pengunggahan akal budi dalam transhumanisme melalui dialog dengan teologi eskatologi Kristen dan doktrin imago Dei, terutama tentang identitas personal dan kontinuitas eksistensi. Dengan memanfaatkan konsep futurum–adventus serta creatio continua, pengunggahan dipahami sebagai ekspresi partisipasi kreatif manusia dalam dinamika penciptaan yang berkelanjutan, yang senantiasa terbuka terhadap tindakan Allah sebagai pemberi masa depan. Lebih lanjut, melalui pembacaan imago Dei yang bersifat dinamis, artikel ini mengusulkan bahwa entitas pascabiologis menghadirkan keterputusan sekaligus keberlanjutan identitas, sebagai aku dan bukan-aku dalam arti eskatologis. Entitas pascabiologis membawa jejak gambar Allah dalam bentuk pola relasi, ingatan, dan ekspresi diri yang berpartisipasi dalam sejarah.

Artikel ini menunjukkan bahwa pengunggahan akal budi tidak menghadirkan keberlanjutan identitas personal secara utuh, namun keterputusan dan keberlanjutan sekaligus dalam relasi dengan manusia asal.Pengunggahan akal budi merupakan mediasi jejak imago Dei berupa pola relasi, ingatan, dan ekspresi diri ke dalam keberadaan pascabiologis.Melalui pembedaan futurum dan adventus, pengunggahan akal budi berada dalam futurum sebagai ekspresi partisipasi kreatif manusia dalam creatio continua, sementara penggenapan akhir tetap terarah pada adventus sebagai tindakan Allah.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi kerangka etika teologis untuk mengatur penggunaan teknologi AI dalam konteks imago Dei, mempelajari dampak psikologis dan sosial dari digital immortality terhadap hubungan manusia, serta mengevaluasi peran teknologi dalam memperkaya pemahaman eskatologi Kristen. Penelitian juga bisa fokus pada dinamika keterhubungan antara entitas pascabiologis dengan komunitas manusia dalam konteks creatio continua. Selain itu, studi tentang implikasi teologis dari konsep aku dan bukan-aku dalam konteks identitas digital dapat membuka wawasan baru tentang partisipasi manusia dalam rencana Allah.

  1. The scope of human creative action: Created co-creators, imago Dei and artificial general intelligence... hts.org.za/index.php/hts/article/view/7697The scope of human creative action Created co creators imago Dei and artificial general intelligence hts za index php hts article view 7697
  2. Post-Biological Imago Dei | Indonesian Journal of Theology. biological imago dei indonesian journal theology... indotheologyjournal.org/index.php/home/article/view/696Post Biological Imago Dei Indonesian Journal of Theology biological imago dei indonesian journal theology indotheologyjournal index php home article view 696
Read online
File size323.64 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test