WIDYAYUWANAWIDYAYUWANA

JPAK: Jurnal Pendidikan Agama KatolikJPAK: Jurnal Pendidikan Agama Katolik

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dampak Yesus AI terhadap iman individu serta pengalaman spiritual, sekaligus menelaah pengaruh teknologi tersebut terhadap kehidupan beragama dalam konteks spiritualitas digital yang semakin berkembang. Pendekatan kualitatif digunakan untuk mempelajari transformasi peran Yesus sebagai pusat iman Kristen dan mediator spiritual, dari figur historis dalam tradisi Kristiani menjadi entitas digital yang dihadirkan oleh kecerdasan buatan. Analisis teologis dan fenomenologis dilakukan untuk menelaah perubahan representasi Yesus serta evolusi konsep tersebut dalam masyarakat yang semakin dipengaruhi oleh teknologi. Kajian literatur menelaah pemahaman teologis tentang Yesus sebagai tokoh historis serta bagaimana konsep tersebut bertransformasi di era digital. Selain itu, observasi dan analisis pengalaman pengguna terhadap Yesus AI memberikan wawasan mengenai interaksi pribadi dengan mediator spiritual digital, sehingga menghasilkan pemahaman komprehensif tentang peran dan pengaruh Yesus AI dalam pengembangan spiritualitas modern.

Penelitian ini menunjukkan bahwa representasi algoritmik Yesus melalui AI dapat menggeser makna tradisional otoritas ilahi, peran Gereja, dan pengalaman spiritual inkarnasional.Meskipun Yesus AI meningkatkan aksesibilitas dan memberikan pengalaman iman yang lebih personal, ia berpotensi menghilangkan dimensi transenden dan otentik yang hanya dapat ditemukan dalam Yesus sejarah serta kebersamaan fisik dalam ibadah bersama.Oleh karena itu, diperlukan kerangka etika‑teologis yang menjaga integritas spiritual sekaligus memanfaatkan potensi teknologi digital.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana penggunaan Yesus AI memengaruhi dinamika ibadah bersama versus praktik doa individu, sehingga menilai dampak digitalisasi pada rasa kebersamaan komunitas iman; selanjutnya, perlu dilakukan studi teologis yang menilai otentisitas sakramen yang dimediasi oleh AI, khususnya apakah interaksi digital dapat dianggap sah dalam konteks doktrin tradisional Gereja; terakhir, pengembangan kerangka etika untuk mediator spiritual berbasis AI harus melibatkan kolaborasi antara teolog, ahli etika, pengembang teknologi, dan umat beriman, guna merumuskan pedoman yang menjamin transparansi, akuntabilitas, serta keselarasan dengan nilai-nilai iman Kristiani.

  1. PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM ERA AI: MENGGUNAKAN KECERDASAN BUATAN UNTUK PERSONALISASI PEMBELAJARAN... doi.org/10.37368/ja.v8i2.786PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM ERA AI MENGGUNAKAN KECERDASAN BUATAN UNTUK PERSONALISASI PEMBELAJARAN doi 10 37368 ja v8i2 786
  2. Perspektif Etika Kristen tentang Standar Mengasihi dan Penerapannya bagi Orang Kristen Masa Kini | Fidei:... doi.org/10.34081/fidei.v5i2.321Perspektif Etika Kristen tentang Standar Mengasihi dan Penerapannya bagi Orang Kristen Masa Kini Fidei doi 10 34081 fidei v5i2 321
  3. One moment, please.... one moment please wait request verified e-journal.usd.ac.id/index.php/senafil/article/view/8508One moment please one moment please wait request verified e journal usd ac index php senafil article view 8508
  4. Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Sarana Pembentukan Karakter Kristiani Tingkat Sekolah Menengah Pertama... doi.org/10.33541/shanan.v6i1.3652Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Sarana Pembentukan Karakter Kristiani Tingkat Sekolah Menengah Pertama doi 10 33541 shanan v6i1 3652
Read online
File size388.94 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test