STBISTBI
PASCA : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama KristenPASCA : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama KristenKasih karunia χάρις (charis) atau dalam bahasa inggris diterjemahkan grace, yang berarti anugerah atau kebaikan yang tidak pantas diterima. Kasih karunia memiliki bentuk-bentuk sederhana, seperti memberikan maaf kepada orang yang melakukan kesalahan atau menawarkan bantuan kepada mereka yang berada dalam kesulitan. Selain itu, kasih karunia merupakan kesempatan yang diperoleh oleh manusia untuk mencapai keselamatan kekal. Pertanyaan dalam penelitian ini adalah bagaimana perjuangan menuju keselamatan melalui kasih karunia dalam Yesus Kristus menurut perspektif Efesus 2:8-10? Maka, tujuan penelitian ini adalah mengetahui perjuangan menuju keselamatan melalui kasih karunia dalam Yesus Kristus. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif pendekatan hermeneutik, untuk memahami dan menafsirkan makna kasih karunia dalam Yesus Kristus sebagaimana dijelaskan dalam Efesus 2:8-10. Hasil dari penelitian ini adalah Efesus 2:8-10 menegaskan bahwa perjalanan menuju keselamatan kekal adalah hasil dari kasih karunia Allah yang berdaulat, yang mengubah identitas dan tujuan hidup orang percaya, sehingga dapat menjadi alat untuk memuliakan nama Allah selama di dunia ini.
8-10, Rasul Paulus menekankan inti dari ajaran Kristen mengenai keselamatan yang diperoleh melalui kasih karunia Allah, bukan hasil dari usaha manusia.Ayat 8 menggarisbawahi bahwa iman yang dimiliki orang percaya adalah pemberian dari Allah, yang menunjukkan bahwa keselamatan adalah anugerah yang tidak dapat diperoleh melalui perbuatan baik atau usaha manusia.Hal ini diperkuat oleh kalimat οὐκ ἐξ ἔργων (bukan hasil pekerjaan), yang menekankan bahwa tidak ada perbuatan manusia yang dapat mencapai keselamatan.Selanjutnya, pada ayat 9, Paulus menjelaskan bahwa tujuan dari keselamatan ini adalah agar tidak ada satupun yang dapat membanggakan diri atau merasa layak menerima kasih karunia tersebut.Keselamatan sepenuhnya merupakan karya Allah, dan oleh karena itu, orang percaya tidak memiliki dasar untuk bersikap sombong.Di ayat 10, Paulus melanjutkan dengan menjelaskan bahwa orang percaya adalah buatan Allah yang diciptakan dalam Kristus Yesus, menekankan bahwa kehidupan baru yang diperoleh adalah hasil dari hubungan yang intim dengan Kristus.Dalam konteks ini, pekerjaan baik yang dilakukan oleh orang percaya bukanlah syarat untuk memperoleh keselamatan, melainkan hasil alami dari keselamatan yang telah diterima melalui kasih karunia Allah.Pekerjaan baik ini, yang telah dipersiapkan oleh Allah sebelumnya, menjadi bagian integral dari gaya hidup orang percaya, yang dipanggil untuk hidup dan berjalan dalam tindakan yang memuliakan-Nya.
Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana konsep kasih karunia dalam Efesus 2:8-10 diimplementasikan dalam konteks kehidupan sehari-hari umat percaya di berbagai budaya. Selain itu, studi tentang hubungan antara pengalaman pribadi keselamatan dan transformasi identitas spiritual bisa menjadi arah penelitian baru. Terakhir, peneliti juga bisa membandingkan interpretasi teologis kasih karunia di berbagai aliran Kristen untuk memahami variasi maknanya dalam praktik ibadah dan pelayanan.
- Hubungan Antara Anugerah dan Iman Serta Perbuatan dalam Keselamatan Berdasarkan Kajian Hermeneutik Efesus... doi.org/10.59177/veritas.v5i2.236Hubungan Antara Anugerah dan Iman Serta Perbuatan dalam Keselamatan Berdasarkan Kajian Hermeneutik Efesus doi 10 59177 veritas v5i2 236
- OSF. osf osf.io/53nrz_v1OSF osf osf io 53nrz v1
- Karya Pertukaran yang Mulia dari Efesus 1-2: Pemahaman Teologi Keselamatan dan Implikasinya dalam Penginjilan... e-journal.stttransformasi-indonesia.ac.id/index.php/teleios/article/view/56Karya Pertukaran yang Mulia dari Efesus 1 2 Pemahaman Teologi Keselamatan dan Implikasinya dalam Penginjilan e journal stttransformasi indonesia ac index php teleios article view 56
- Persepsi Mengucap Syukur Atas Kasih Karunia Allah Berdasarkan Teks 1 Korintus 1:4-9 | Rusmanto | Veritas... doi.org/10.59177/veritas.v5i1.197Persepsi Mengucap Syukur Atas Kasih Karunia Allah Berdasarkan Teks 1 Korintus 1 4 9 Rusmanto Veritas doi 10 59177 veritas v5i1 197
| File size | 1.09 MB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UMIUMI Hasil penelitian menunjukkan bahwa Prevenient Grace merupakan fondasi seluruh proses keselamatan, sebab anugerah Allah mendahului setiap respons manusiaHasil penelitian menunjukkan bahwa Prevenient Grace merupakan fondasi seluruh proses keselamatan, sebab anugerah Allah mendahului setiap respons manusia
INDOTHEOLOGYJOURNALINDOTHEOLOGYJOURNAL kesadaran apofatik (tak ada representasi digital Allah yang memadai), keterbukaan terhadap kejutan ilahi, pelepasan sebagai spiritualitas kritis, dan dialogkesadaran apofatik (tak ada representasi digital Allah yang memadai), keterbukaan terhadap kejutan ilahi, pelepasan sebagai spiritualitas kritis, dan dialog
STTKAOSTTKAO Artikel ini telah menunjukkan bahwa sekolah-sekolah Kristen yang mewujudkan logika 1 Korintus 12.22-25 tidak hanya mematuhi mandat hukum atau menerapkanArtikel ini telah menunjukkan bahwa sekolah-sekolah Kristen yang mewujudkan logika 1 Korintus 12.22-25 tidak hanya mematuhi mandat hukum atau menerapkan
DWCUDWCU Partisipasi setiap pribadi, termasuk melalui teologi tubuh dan simbol-simbol ibadah, penting untuk merespon kasih karunia Allah, dan ibadah perlu terusPartisipasi setiap pribadi, termasuk melalui teologi tubuh dan simbol-simbol ibadah, penting untuk merespon kasih karunia Allah, dan ibadah perlu terus
STTKBSTTKB Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa keselamatan adalah anugerah Allah yang tersedia bagi semua orang yang percaya kepada-Nya, sebagaimana yangKesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa keselamatan adalah anugerah Allah yang tersedia bagi semua orang yang percaya kepada-Nya, sebagaimana yang
STBISTBI Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan kajian keperpustakaan. Hasil penelitian menunjukkanMetode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan kajian keperpustakaan. Hasil penelitian menunjukkan
STBISTBI Sikap gotong royong siswa meningkat dari 62,2% pada Siklus 1 menjadi 83,3% pada Siklus 2 pada aspek kerjasama, komunikasi, adaptasi, tanggung jawab. PembelajaranSikap gotong royong siswa meningkat dari 62,2% pada Siklus 1 menjadi 83,3% pada Siklus 2 pada aspek kerjasama, komunikasi, adaptasi, tanggung jawab. Pembelajaran
STBISTBI Narasi menyiratkan bahwa subaltern hanya dapat “berbicara secara efektif ketika mereka mengadopsi bahasa dan strategi kekuatan dominan dalam pemerintahan.Narasi menyiratkan bahwa subaltern hanya dapat “berbicara secara efektif ketika mereka mengadopsi bahasa dan strategi kekuatan dominan dalam pemerintahan.
Useful /
DWCUDWCU Implementasi persyaratan teknis, format, dan prosedur review diharapkan meningkatkan kualitas dan integritas publikasi. Selanjutnya, pedoman ini dapatImplementasi persyaratan teknis, format, dan prosedur review diharapkan meningkatkan kualitas dan integritas publikasi. Selanjutnya, pedoman ini dapat
DWCUDWCU Penelitian ini menemukan terdapat indikasi bahwa Lidia merupakan seorang alpha female. Penelitian ini juga menemukan beberapa kemungkinan atas status perkawinanPenelitian ini menemukan terdapat indikasi bahwa Lidia merupakan seorang alpha female. Penelitian ini juga menemukan beberapa kemungkinan atas status perkawinan
STBISTBI Paradigma terhadap posisi Kristus sebagai inisiator dalam pembebasan dan perjuangan keduanya bersepaham, namun dalam hal praksis keduanya berbeda. JikaParadigma terhadap posisi Kristus sebagai inisiator dalam pembebasan dan perjuangan keduanya bersepaham, namun dalam hal praksis keduanya berbeda. Jika
STBISTBI Secara tidak langsung rasul Paulus ia meminta kepada Filemon untuk tidak menuntut ganti rugi dalam bentuk apapun dengan menunjukan dirinya sebagai penanggungjawabSecara tidak langsung rasul Paulus ia meminta kepada Filemon untuk tidak menuntut ganti rugi dalam bentuk apapun dengan menunjukan dirinya sebagai penanggungjawab