STBISTBI

PASCA : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama KristenPASCA : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen

Penelitian ini mengkaji proses pembelajaran Pendidikan Agama Kristen kelas 5 SD Kristen Imanuel Semarang yang menghadapi permasalahan seperti nilai siswa yang berada di bawah Kriteria Kompetensi Minimum (KKM) sekolah yaitu 75, fasilitas pembelajaran yang kurang memadai, rendahnya kemampuan kerjasama siswa, dominasi metode ceramah, dan belum adanya modul pengajaran serta alat peraga. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan penelitian tindakan kelas yang dikembangkan oleh Kemmis dan McTaggart (1998) diterapkan pada tahun ajaran 2023-2024. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Pada Pra Siklus, 8 dari 18 siswa mendapat nilai di bawah KKM. Pada Siklus 1, nilai rata-rata siswa meningkat, dengan tiga siswa masih di bawah KKM dan meningkatkan persiapan pembelajaran secara signifikan. Siklus 2 menunjukkan peningkatan lebih lanjut, dengan hasil pre-test sebesar 70% dan hasil post-test sebesar 90%. Sikap gotong royong siswa meningkat dari 62,2% pada Siklus 1 menjadi 83,3% pada Siklus 2 pada aspek kerjasama, komunikasi, adaptasi, tanggung jawab. Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) mendapat umpan balik yang positif dari siswa, guru, dan orang tua, siswa. Materi jadi lebih menarik dan berkesan karena memanfaatkan bahan daur ulang. Dapat disimpulkan PjBL efektif meningkatkan hasil belajar dan sikap gotong royong dalam Pendidikan Agama Kristen. Rekomendasi yang diberikan antara lain meningkatkan fasilitas pembelajaran seperti akses internet, perpustakaan, dan laboratorium, mendorong strategi pengajaran yang inovatif, dan penelitian lebih lanjut mengenai PjBL pada mata pelajaran atau sekolah lain yang memiliki karakteristik berbeda dan peran teknologi dalam mendukung PjBL.

Implementasi Project Based Learning (PjBL) menggunakan barang bekas untuk meningkatkan hasil belajar dan sikap gotong royong pada pelajaran Pendidikan Agama Kristen Kelas 5 SD Kristen Imanuel Semarang menunjukkan hasil positif.Hal ini ditunjukkan pada ketuntasan hasil belajar pada pra siklus sebesar di bawah KKM 75 mengindikasikan perlunya strategi pembelajaran yang lebih efektif.Kemudian pada siklus 1 menunjukkan hasil belajar 3 siswa masih di bawah KKM, menunjukkan masih perlunya perbaikan fasilitas seperti internet untuk pmbelajaran, perbaikan ruang perpustakaan agar rapi, lengkap sehingga dapat digunakan oleh siswa dan lab komputer yang berfungsi dengan baik.Sikap gotong royong siswa sebesar 62,2% (cukup baik) sehingga diperlukan perbaikan dan penerapan lanjutan.Pada Siklus 2, hasil pre-test siswa terhadap materi Kehadiran Allah Dalam Fenomena Alam menunjukkan hasil 70% (cukup baik), sedangkan hasil post-test setelah penerapan PjBL meningkat sebanyak 20% menjadi 90% (baik), sikap gotong royong siswa meningkat signifikan mencapai 83,3% (baik).Implementasi PJBL diketahui dapat meningkatkan hasil belajar secara signifikan.Pada sikap gotong royong, aspek kerja sama, tanggung jawab kelompok, penyelesaian konflik, dengan lingkungan masih berada pada nilai dibawah 20% artinya masih perlu ditingkatkan.Pada aspek menghargai, komunikasi, adaptasi dalam kelompok, inisiatif dalam kelompok pada nilai <30% dan >70% artinya tingkat yang cukup baik, maka perlu terus ditingkatkan.Pada asspek berbagi dan membantu teman secara konsisten berada pada nilai diatas 70%, artinya perlu terus dipertahankan dan tetap ditingkatkan.Dari hasil wawancara, PjBL dengan menggunakan barang bekas diterima positif oleh siswa, guru, dan orang tua, dimana siswa merasa lebih senang dan mudah mengingat materi, serta proyek dengan barang bekas lebih ekonomis dan membantu mengasah kreativitas serta keterampilan.Komunikasi yang baik antara guru, siswa, dan orang tua sangat penting untuk keberhasilan pembelajaran ini.Kesimpulannya, penerapan PjBL berperan positif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dan sikap gotong royong pada pelajaran Agama Kristen.Model pembelajaran ini efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran dan meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan fokus pada pengembangan fasilitas pembelajaran yang lebih memadai, seperti akses internet, perpustakaan, dan laboratorium. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai penerapan PjBL pada mata pelajaran atau sekolah lain dengan karakteristik yang berbeda, serta mengeksplorasi peran teknologi dalam mendukung PjBL. Penelitian ini juga dapat dikembangkan dengan mengkaji dampak PjBL terhadap peningkatan keterampilan kolaboratif siswa dan bagaimana teknologi dapat digunakan untuk mendukung proses pembelajaran berbasis proyek.

  1. Evangelikal: Jurnal Teologi Injili. strategi penelitian kualitatif kuantitatif agama evangelikal jurnal... doi.org/10.46445/ejti.v4i1.167Evangelikal Jurnal Teologi Injili strategi penelitian kualitatif kuantitatif agama evangelikal jurnal doi 10 46445 ejti v4i1 167
  2. Evangelikal: Jurnal Teologi Injili. kontribusi metode aktivitas belajar hasil anak sekolah evangelikal... doi.org/10.46445/ejti.v5i1.320Evangelikal Jurnal Teologi Injili kontribusi metode aktivitas belajar hasil anak sekolah evangelikal doi 10 46445 ejti v5i1 320
  3. Implementation of Project-Based Learning Using Recycled Materials to Improve Learning Outcomes and Teamwork... doi.org/10.46494/psc.v20i2.368Implementation of Project Based Learning Using Recycled Materials to Improve Learning Outcomes and Teamwork doi 10 46494 psc v20i2 368
Read online
File size1.13 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test