STTKAOSTTKAO
ShiftKey Jurnal Teologi dan PelayananShiftKey Jurnal Teologi dan PelayananPerbedaan pemahaman mengenai kepenuhan Roh Kudus dan baptisan Roh Kudus masih menjadi isu penting dalam diskursus pneumatologi, khususnya dalam dialog antara tradisi Pentakostal dan Injili. Kajian-kajian sebelumnya cenderung membahas kedua konsep tersebut secara denominatif, deskriptif, atau terpisah antara pendekatan naratif Kisah Para Rasul dan pendekatan doktrinal dalam Surat-surat Paulus. Artikel ini bertujuan merekonstruksi makna teologis kepenuhan Roh Kudus dan baptisan Roh Kudus melalui dialog hermeneutik antara tradisi Pentakostal dan Injili. Penelitian ini menggunakan studi pustaka teologis dengan pendekatan historis-teologis, hermeneutik, dan komparatif-konstruktif terhadap teks Kisah Para Rasul, Surat-surat Paulus, Injil Yohanes, serta literatur pneumatologi klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepenuhan Roh Kudus menunjuk pada karya Roh yang berkelanjutan dalam pertobatan, pembaruan hidup, pengudusan, dan kesaksian orang percaya. Kebaruan artikel pada sintesis teologis integratif yang memahami kepenuhan dan baptisan Roh Kudus sebagai dua kategori pneumatologis yang berkaitan, tetapi tidak identik. Artikel ini berkontribusi bagi pengembangan kajian pneumatologi dan dialog teologis lintas tradisi gereja secara lebih konstruktif.
Penelitian ini merekonstruksi makna teologis kepenuhan Roh Kudus dan baptisan Roh Kudus melalui dialog antara tradisi Pentakostal dan Injili.Hasil kajian menunjukkan bahwa kedua konsep tersebut saling berhubungan dalam pneumatologi Kristen, tetapi tidak identik.Kepenuhan Roh Kudus lebih tepat dipahami sebagai karya Roh yang berkelanjutan dalam pertobatan, pemeteraian, pengudusan, pembaruan hidup, dan kesaksian orang percaya.Sementara itu, baptisan Roh Kudus merupakan konsep pneumatologis yang ditafsirkan secara beragam, baik sebagai pengalaman pemberdayaan pasca-pertobatan dalam tradisi Pentakostal maupun sebagai penerimaan pertobatan dalam tradisi Injili.Perbedaan pemahaman tersebut terutama bersumber pada prioritas hermeneutik yang berbeda.
1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana konsep kepenuhan Roh Kudus dipahami dan diterapkan dalam konteks budaya lokal yang berbeda, terutama di Asia Tenggara. 2. Studi tentang dampak perbedaan pandangan antara tradisi Pentakostal dan Injili terhadap praktek ibadah dan pengembangan gereja di wilayah tertentu, seperti Indonesia. 3. Analisis lebih mendalam mengenai peran literatur pneumatologi kontemporer dalam memperkaya dialog antartradisi, dengan fokus pada bagaimana teks-teks baru dapat mengintegrasikan perspektif historis dan kontemporer.
| File size | 437.84 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
MKRIMKRI Konsekuensinya, keheningan administratif di Indonesia dapat diperlakukan berdasarkan model fiktif negatif maupun fiktif positif, sehingga dapat dianggapKonsekuensinya, keheningan administratif di Indonesia dapat diperlakukan berdasarkan model fiktif negatif maupun fiktif positif, sehingga dapat dianggap
STTKAOSTTKAO Artikel ini juga mengartikulasikan peran gereja dan komunitas Kristen sebagai mitra, pelatih, advokat kebijakan inklusif, dan pendukung praktis bagi keluarga.Artikel ini juga mengartikulasikan peran gereja dan komunitas Kristen sebagai mitra, pelatih, advokat kebijakan inklusif, dan pendukung praktis bagi keluarga.
STTKAOSTTKAO Penelitian ini bertolak dari kenyataan bahwa banyak orang percaya mengalami ketidakdewasaan rohani yang ditandai dengan kurangnya keberanian dalam memberitakanPenelitian ini bertolak dari kenyataan bahwa banyak orang percaya mengalami ketidakdewasaan rohani yang ditandai dengan kurangnya keberanian dalam memberitakan
STTKAOSTTKAO Sebaliknya, ekoteologi menghadirkan dimensi moral dan spiritual yang memperkuat motivasi intrinsik serta tanggung jawab etis terhadap lingkungan. SelainSebaliknya, ekoteologi menghadirkan dimensi moral dan spiritual yang memperkuat motivasi intrinsik serta tanggung jawab etis terhadap lingkungan. Selain
STTKAOSTTKAO Di tengah arus digitalisasi, pendidikan Kristen menghadapi disrupsi dalam proses internalisasi iman, sehingga nilai-nilai yang diajarkan tidak selalu membentukDi tengah arus digitalisasi, pendidikan Kristen menghadapi disrupsi dalam proses internalisasi iman, sehingga nilai-nilai yang diajarkan tidak selalu membentuk
STIETRIBHAKTISTIETRIBHAKTI Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuisisi hijau pada awalnya menghasilkan kenaikan nilai yang lebih tinggi dibandingkan akuisisi non-hijau. Namun, setelahHasil penelitian menunjukkan bahwa akuisisi hijau pada awalnya menghasilkan kenaikan nilai yang lebih tinggi dibandingkan akuisisi non-hijau. Namun, setelah
STIETRIBHAKTISTIETRIBHAKTI Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 77 responden pengguna produk Emina.Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 77 responden pengguna produk Emina.
STIETRIBHAKTISTIETRIBHAKTI Temuan ini berkontribusi pada teori efektivitas iklan dan memberikan wawasan yang dapat ditindaklanjuti bagi pemasar yang menargetkan konsumen yang lahirTemuan ini berkontribusi pada teori efektivitas iklan dan memberikan wawasan yang dapat ditindaklanjuti bagi pemasar yang menargetkan konsumen yang lahir
Useful /
STTKAOSTTKAO Kebaruan penelitian ini adalah mengkaji fenomena penggunaan gadget dengan menyoroti peran guru Pendidikan Agama Kristen, sehingga memberikan sudut pandangKebaruan penelitian ini adalah mengkaji fenomena penggunaan gadget dengan menyoroti peran guru Pendidikan Agama Kristen, sehingga memberikan sudut pandang
UINMADURAUINMADURA Selain itu, kebijakan Merdeka Belajar yang menekankan diferensiasi dan konteks lokal memberikan legitimasi dan ruang bagi guru IPS untuk merancang pembelajaranSelain itu, kebijakan Merdeka Belajar yang menekankan diferensiasi dan konteks lokal memberikan legitimasi dan ruang bagi guru IPS untuk merancang pembelajaran
STIETRIBHAKTISTIETRIBHAKTI Hasil penelitian mengidentifikasi enam risiko utama, yaitu risiko kekurangan bahan baku, risiko lingkungan sosial, risiko kelalaian transaksi pembayaran,Hasil penelitian mengidentifikasi enam risiko utama, yaitu risiko kekurangan bahan baku, risiko lingkungan sosial, risiko kelalaian transaksi pembayaran,
STIETRIBHAKTISTIETRIBHAKTI Tinjauan literatur dilakukan melalui penelusuran sistematis pada basis data akademik utama, yang mencakup publikasi periode tahun 2010 hingga 2025. HasilTinjauan literatur dilakukan melalui penelusuran sistematis pada basis data akademik utama, yang mencakup publikasi periode tahun 2010 hingga 2025. Hasil