STBISTBI

PASCA : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama KristenPASCA : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen

Artikel ini bertujuan menawarkan pemahaman mengenai Allah transendental yang dinamis sebagai alternatif berdasarkan pada pemikiran Gustavo Gutierrez dan Aloysius Pieris. Paradigma terhadap posisi Kristus sebagai inisiator dalam pembebasan dan perjuangan keduanya bersepaham, namun dalam hal praksis keduanya berbeda. Jika Gutierrez menolak intervensi dari entitas transendental (Allah) dengan kesadaran bahwa, Allah telah mengorientasikan hal pembebasan dan perjuangan kepada setiap manusia, sehingga manusia tidak bisa terbebas dari tanggung jawab untuk memperjuangkan pembebasan. Hal kontradiktif justru dikemukan Pieris yang lebih mengutamakan keterlibatan Allah. Dengan penekanan bahwa Allah tetap turut andil dalam setiap pembebasan dan perjuangan yang dilakukan manusia melalui persekutuan dalam Kristus. Kesertaan ini sarat dengan perbuatan yang prososial sehingga pembebasan bagi kaum tertindas, terpinggirkan dan terbelenggu dapat diatasi. Melalui metode penelitian kualitatif deskriptif dengan studi kepustakaan serta didukung penggunaan lensa materialisme dialektis. Data akan diperoleh melalui pembacaan atas berbagai hasil penelitian, jurnal, dokumen, buku dan informasi lain yang selaras. Artikel ini akan ditutup dengan dialog Gutierrez dan Pieris perihal Allah transendental yang dinamis dalam Yesus Kristus yang menyatu pada realitas kemiskinan itu sendiri. Alhasil, tulisan ini memperlihatkan bahwa baik Gutierrez maupun Pieris menyerukan satu panggillan bagi seluruh manusia untuk mengatasi struktur sosial yang represif bahkan eksploitatif dengan mengutamakan perwujudan dari aksi liberatif Yesus historis dan humanis-Nya di dalam dunia.

Guiterrez dan Pieris menandaskan bahwa Allah adalah Dia yang terlibat dalam sejarah manusia.Hanya sejarah penyelamatan Allah yang sudah terlaksana sambil bergerak dalam kedinamisan menuju kepada depan.Keterlibatan Allah dalam sejarah manusia untuk menyelamatkan semua orang khususnya yang lemah, sengsara, dan tertindas.Allah menyatakan tindakan pembebasan semua orang terutama kaum miskin.Allah adalah pembebas Israel dari perbudakan dan kesengsaraan di Mesir (Kel 3.Ia adalah pembela darah orang yang menderita tak bersalah (Kej 4.Dalam peristiwa inkarnarnasi-Nya, Allah merangkum seluruh manusia (universalisme) dan meresap dalam diri manusia yang utuh (integrasi).Keterlibatan Allah yang melakukan pembebasan terhadap manusia berpuncak pada diri Yesus Kristus dan juga dinyatakan itu mendasari secara terus-menerus dalam sejarah manusia oleh Roh Kudus.Keterlibatan Allah dalam sejarah manusia berpuncak dalam diri Yesus Kristus.Keterlibatan ini bukan berarti meniadakan partisipasi manusia.Sebaliknya, hal ini mengarahkan dan menggerakkan keterlibatan aktif manusa.Melalui perjumpaan dengan Allah kiranya menjadi penggerak adanya upaya untuk membentuk relasi dengan sesama manusia dalam mewujudkan dan mengatasi struktur sosial yang represif bahkan eksploitatif.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru:. . 1. Bagaimana peran dan tanggung jawab Gereja dalam memperjuangkan pembebasan kaum miskin dan tertindas, serta bagaimana Gereja dapat menjadi penggerak dalam upaya ini?. . 2. Apakah ada perbedaan dan kesamaan antara teologi pembebasan Gutierrez dan Pieris dalam konteks Asia, dan bagaimana implikasinya bagi upaya pembebasan sosial dan spiritual di wilayah tersebut?. . 3. Bagaimana spiritualitas iman Kristen dan komunitas umat dapat menjadi kekuatan dalam mewujudkan pembebasan hidup dalam sejarah, dan bagaimana hal ini dapat diterapkan dalam konteks sosial yang represif dan eksploitatif?.

  1. The Dynamic Transendental God: Christ The Liberator in Gustavo Gutierrez and Aloysius Pieris | PASCA... journal.stbi.ac.id/index.php/PSC/article/view/369The Dynamic Transendental God Christ The Liberator in Gustavo Gutierrez and Aloysius Pieris PASCA journal stbi ac index php PSC article view 369
  2. MULTIPLE RELIGIOUS BELONGING AND THE NEW WAY OF DOING THEOLOGY | Asmara | Jurnal Teologi (Journal of... e-journal.usd.ac.id/index.php/jt/article/view/462MULTIPLE RELIGIOUS BELONGING AND THE NEW WAY OF DOING THEOLOGY Asmara Jurnal Teologi Journal of e journal usd ac index php jt article view 462
  3. Spirituality Reaction: Stimulation of Spiritual Life as a Preventive Effort for Disorientation in the... doi.org/10.46494/psc.v19i2.298Spirituality Reaction Stimulation of Spiritual Life as a Preventive Effort for Disorientation in the doi 10 46494 psc v19i2 298
  4. Evangelikal: Jurnal Teologi Injili. strategi penelitian kualitatif kuantitatif agama evangelikal jurnal... doi.org/10.46445/ejti.v4i1.167Evangelikal Jurnal Teologi Injili strategi penelitian kualitatif kuantitatif agama evangelikal jurnal doi 10 46445 ejti v4i1 167
  5. MENGIMANI YESUS KRISTUS SANG PEMBEBAS: SUATU UPAYA BERKRISTOLOGI DALAM KONTEKS PEMISKINAN GEREJA INDONESIA... ejournal.stftws.ac.id/index.php/spet/article/view/24MENGIMANI YESUS KRISTUS SANG PEMBEBAS SUATU UPAYA BERKRISTOLOGI DALAM KONTEKS PEMISKINAN GEREJA INDONESIA ejournal stftws ac index php spet article view 24
Read online
File size1003.12 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test