CHEM UPRCHEM UPR

Jurnal Ilmiah Kanderang TingangJurnal Ilmiah Kanderang Tingang

Perkembangan media sosial telah mengubah pola komunikasi dan pembentukan opini publik di lingkungan kampus. Media sosial tidak hanya digunakan sebagai sarana interaksi dan pertukaran informasi, tetapi juga menjadi ruang publik digital dalam menyampaikan kritik, penilaian, dan respons terhadap berbagai isu kampus. Fenomena trial by netizen dan budaya “no viral, no justice menunjukkan adanya kecenderungan mahasiswa membentuk opini berdasarkan viralitas informasi di media sosial tanpa melalui proses klarifikasi yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak media sosial dalam pembentukan opini publik di lingkungan kampus, khususnya pada mahasiswa Program Studi Teknik Informatika di Universitas Palangka Raya dan STMIK Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif-analitis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah 10 orang mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria aktif menggunakan media sosial dan mengetahui isu viral di lingkungan kampus. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki pengaruh besar dalam membentuk opini publik mahasiswa melalui kecepatan penyebaran informasi, tingginya partisipasi digital, dan kuatnya pengaruh viralitas. Mahasiswa cenderung lebih cepat mempercayai informasi yang viral dibandingkan informasi yang disampaikan melalui jalur formal kampus. Fenomena trial by netizen muncul dalam bentuk penghakiman publik terhadap individu maupun institusi kampus tanpa proses verifikasi yang memadai. Selain itu, budaya “no viral, no justice berkembang karena sebagian mahasiswa menganggap media sosial lebih efektif dalam memperoleh perhatian dan respons dibandingkan mekanisme formal kampus. Penelitian ini juga menemukan bahwa penggunaan media sosial memberikan dampak positif berupa meningkatnya partisipasi dan kontrol sosial mahasiswa, namun di sisi lain juga menimbulkan dampak negatif seperti penyebaran informasi yang belum terverifikasi, polarisasi opini, dan terganggunya iklim akademik.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai dampak media sosial dalam pembentukan opini publik di lingkungan kampus, dapat disimpulkan bahwa media sosial memiliki peran yang sangat besar dalam memengaruhi cara mahasiswa memperoleh informasi, membentuk persepsi, serta memberikan penilaian terhadap berbagai isu yang berkembang di lingkungan akademik.Media sosial telah berkembang menjadi ruang publik digital yang digunakan mahasiswa untuk menyampaikan pendapat, kritik, dan respons terhadap berbagai persoalan kampus.Fenomena trial by netizen muncul sebagai akibat dari cepatnya penyebaran informasi dan tingginya partisipasi mahasiswa dalam media sosial.Informasi yang viral cenderung langsung memperoleh perhatian luas dan memunculkan penghakiman publik tanpa melalui proses klarifikasi yang memadai.Kondisi tersebut menyebabkan opini publik sering terbentuk secara emosional dan dipengaruhi oleh arus komentar mayoritas di media sosial.Penelitian ini juga menunjukkan adanya budaya “no viral, no justice di kalangan mahasiswa, yaitu anggapan bahwa suatu persoalan akan lebih cepat mendapatkan perhatian dan penyelesaian apabila menjadi viral di media sosial.Fenomena tersebut mencerminkan kecenderungan mahasiswa menggunakan media sosial sebagai alat tekanan sosial terhadap institusi kampus karena jalur formal dianggap kurang efektif atau kurang responsif.Di sisi lain, media sosial memberikan dampak positif berupa meningkatnya partisipasi mahasiswa, keterbukaan informasi, dan kontrol sosial terhadap berbagai kebijakan maupun persoalan kampus.Namun, penggunaan media sosial yang tidak disertai literasi digital dan etika bermedia juga menimbulkan dampak negatif, seperti penyebaran informasi yang belum terverifikasi, polarisasi opini, konflik sosial, cyberbullying, serta terganggunya iklim akademik yang objektif dan kondusif.Oleh karena itu, diperlukan penguatan literasi digital, pendidikan etika bermedia sosial, serta peningkatan transparansi komunikasi di lingkungan kampus agar mahasiswa lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah terpengaruh oleh opini yang berkembang secara viral.Selain itu, institusi kampus perlu membangun mekanisme komunikasi dan penyelesaian masalah yang lebih terbuka, responsif, dan terpercaya sehingga dapat mengurangi kecenderungan penyelesaian persoalan melalui tekanan opini publik di media sosial.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide penelitian baru, yaitu: 1. Menganalisis dampak media sosial terhadap partisipasi dan kontrol sosial mahasiswa, serta mengidentifikasi strategi yang efektif untuk meningkatkan literasi digital dan etika bermedia sosial di lingkungan kampus. 2. Meneliti pengaruh media sosial terhadap pembentukan opini publik di berbagai bidang studi dan program akademik, serta mengkaji perbedaan persepsi dan perilaku mahasiswa terhadap isu-isu kampus yang viral. 3. Mengkaji dampak budaya no viral, no justice terhadap hubungan antara mahasiswa dan institusi pendidikan, serta mengembangkan strategi komunikasi dan penyelesaian masalah yang lebih transparan, objektif, dan edukatif di lingkungan kampus.

Read online
File size290.62 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test