CHEM UPRCHEM UPR

Jurnal Ilmiah Kanderang TingangJurnal Ilmiah Kanderang Tingang

Perkembangan media sosial, khususnya YouTube, telah mengubah lanskap dakwah Islam, terutama bagi generasi muda Muslim yang terhubung dalam ekosistem digital. Felix Siauw menjadi salah satu sosok pendakwah yang mempunyai pengaruh signifikan di ruang daring tersebut, karena gaya komunikasinya yang berargumen, logis, dan relevan. Penelitian ini berupaya membedah efek kultivasi yang ditimbulkan oleh konten dakwah Felix Siauw di YouTube terhadap pembentukan persepsi dan identitas keagamaan generasi muda Muslim. Pendekatan kualitatif deskriptif yang didasari oleh kerangka teori kultivasi George Gerbner digunakan dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap lima informan berusia 18–30 tahun, observasi terhadap konten YouTube Felix Siauw, serta pengumpulan dokumentasi digital. Proses analisis data mengadopsi model Miles dan Huberman, didukung oleh teknik triangulasi sumber dan metode guna menjamin akurasi dan keandalan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi paparan secara berulang terhadap materi dakwah Felix Siauw telah membentuk kesadaran ideologis dan sikap kritis terhadap isu-isu sosial, serta penguatan identitas keislaman generasi muda Muslim. Proses kultivasi ini mengarahkan pergeseran makna agama dari sekadar ibadah ritual menuju pemahaman Islam sebagai sebuah sistem nilai dan pedoman hidup. Temuan ini menegaskan relevansi teori kultivasi dalam konteks dakwah digital serta penekanan pada pentingnya literasi media bagi generasi muda.

Berdasarkan temuan penelitian, dapat disimpulkan bahwa konten dakwah Felix Siauw yang disebarluaskan melalui YouTube memperlihatkan adanya efek kultivasi yang nyata dalam membentuk persepsi, cara pandang, dan identitas keagamaan generasi muda Muslim di Indonesia.Intensitas paparan terhadap pesan dakwah yang disampaikan Felix Siauw secara argumentatif, kontekstual, dan sarat muatan ideologis mampu membuat audiens muda untuk memaknai Islam tidak sekedar sebagai praktik ritual, melainkan sebagai kerangka berpikir menyeluruh yang mencakup dimensi sosial, moral, dan kemanusiaan.Proses kultivasi tersebut tercermin melalui penginternalisasian nilai-nilai keadilan sosial, keberanian menyikapi ketidakadilan, serta penguatan rasa bangga terhadap identitas keislaman.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak algoritma media sosial terhadap pemilihan konten dakwah dan bagaimana hal itu memengaruhi persepsi audiens. Selain itu, perlu dilakukan studi banding antara pendakwah dengan gaya berbeda untuk melihat efektivitas pendekatan dakwah dalam membangun identitas keislaman generasi muda. Penelitian juga bisa mengeksplorasi peran media sosial dalam memediasi dialog antaragama atau memperkuat pemahaman pluralistik di kalangan remaja.

  1. Cyberdakwah: Internet Sebagai Media Baru Dalam Sistem Komunikasi Dakwah Islam | NALAR: Jurnal Peradaban... jurnal.uin-palangkaraya.ac.id/index.php/nalar/article/view/1678Cyberdakwah Internet Sebagai Media Baru Dalam Sistem Komunikasi Dakwah Islam NALAR Jurnal Peradaban jurnal uin palangkaraya ac index php nalar article view 1678
  2. Motives of Audiences Watching Buya Yahya's Islamic Content on Al-Bahjah TV's YouTube Channel:... doi.org/10.33122/ejeset.v6i2.602Motives of Audiences Watching Buya Yahyas Islamic Content on Al Bahjah TVs YouTube Channel doi 10 33122 ejeset v6i2 602
  3. Cultivation Analysis: An Overview: Mass Communication and Society: Vol 1, No 3-4. cultivation analysis... tandfonline.com/doi/abs/10.1080/15205436.1998.9677855Cultivation Analysis An Overview Mass Communication and Society Vol 1 No 3 4 cultivation analysis tandfonline doi abs 10 1080 15205436 1998 9677855
Read online
File size352.1 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test